ISTRI MUDA PAK POLISI

ISTRI MUDA PAK POLISI
HAMBATAN IJAB KABUL ***


__ADS_3

Suasana haru berubah tegang, senyuman Gemal yang pecicilan sudah berubah menjadi serius.


Melihat Gemal serius, menjadi hal yang lucu bagi Dimas. Sejak pertama bekerja bersama, Gemal selalu melakukan hal gila sesuka hatinya.


"Pengantin pria sudah siap, kita mulai sekarang." Tangan penghulu terulur.


Senyuman Gemal terlihat, langsung mengulurkan tangannya. Menjabat tangan penghulu dengan tatapan mata yang penuh keyakinan.


Suara penghulu terdengar, mengucapkan ijab kabul sesuai yang sudah di wakilkan. Mengeratkan genggaman tangan.


"Saya terima, nikah dan kawinnya Diana Natasya Dirgantara ... dengan mas kawin ... dibayar tunai." Ucapan Gemal tegas dan satu kali tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi?"


Suasana masih hening, Gemal langsung menoleh ke arah orang-orang yang mengelilinginya masih terdiam, seakan-akan tidak percaya.


"Woy ... bilang sah." Gemal menatap sinis.


Suara tawa langsung terdengar, bukan Gemal yang tegang tetapi para saksi. Gemal tidak pernah menghafal ijab kabul, tidak pernah menunjukkan kecemasan dari awal sampai akhir.


Luar biasanya dia bisa menyelesaikan ijab kabul dengan satu kali tarikan nafas.


"Kita ulangi lagi, Gem." Penghulu mengulurkan tangannya.


"Gila ya, ada saksi nikah model gini. Aku kehilangan waktu tiga menit untuk menjadi suami." Kekesalan Gemal terlihat, karena kesalahan bukan ada padanya.


"Sabar Gem, jangan buru-buru." Calvin menepuk pundak putranya pelan.


Gemal menarik nafas, mengontrol dirinya. Meminta semua orang fokus, tidak melamun dan siap mengatakan sah.


"Saya nikahan dan kawinkan ...."


"Saya terima nikah dan kawinnya ... astaghfirullah Al azim." Gemal mengusap wajahnya.


Suara Ria bernyanyi terdengar, menari menggunakan baju barunya. Juan dan Dean menjadi penonton.


"La ... la ... la." Ria memegang mic sambil tersenyum lebar.


"Ria, hentikan. Belum saatnya bernyanyi." Dika langsung mematikan mic Ria.


"Ais ... lama sekali, dari tadi tidak selesai. Ria salah terus, tidak mau temanan sama Uncle Dika." Kedua tangan Ria terlipat di dada, melangkah pergi dengan angkuhnya.


Suara tawa masih terdengar, kasihan melihat wajah Gemal yang sudah kesal dan kecewa. Ucapannya tidak ada yang terselesaikan.


"Kak Gem, Uncle Dika jahat sama Ria."


"Bisa diam lima menit saja Ria, Kak Gem mohon." Kedua tangan Gemal jadi satu.


"Iya boleh, silahkan di mulai." Ria duduk di samping Gemal, menatap wajah Papinya yang melotot menyeramkan.


Altha menghela nafasnya, Ria menundukkan kepalanya memegang lengan Gemal. Dia takut jika Papinya sudah marah besar.


Gemal langsung mengusap kepala Ria, meminta duduk diam dalam lima menit. Jika semua orang mengatakan sah, baru boleh bergerak dan lompat-lompat.

__ADS_1


Kepala Ria mengangguk, langsung duduk diam sambil tersenyum tanpa bergerak sama sekali melihat Gemal berjabatan tangan.


"Kita mulai lagi, Gem. Bismilah." Penghulu mengulangi ucapannya.


"Saya terima nikah dan kawinnya, Diana Natasya Dirgantara ... dengan mas kawin ... dibayar tunai." Gemal tersenyum menyelesaikan dalam satu tarikan nafas.


Semua orang langsung menjawab sah, belum selesai penghulu membaca doa. Ria langsung teriak diikuti oleh Gemal yang tertawa sambil tepuk tangan.


Suara tepuk tangan dari lantai dua terdengar, Juan, Dean, Tika dan Arjuna juga bertepuk tangan ikut bahagia.


"Yes, jadi suami." Gemal langsung duduk kembali.


"Doa dulu Gemal." Calvin menarik celana Gemal untuk diam.


Ria sudah berlari kesenangan, berpelukan dengan saudara saudarinya. Meskipun mereka tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, melihat Gemal bahagia menjadikan kebahagiaan tersendiri.


Senyuman Gemal terlihat, menadahkan tangannya untuk berdoa setelah dirinya berstatus suami.


Di dalam kamar juga tidak ada yang sedih, hanya tawa yang tidak berkesudahan. Gemal menyelesaikan ijab kabul meskipun ada drama kecil yang terjadi.


Anggun tersenyum sambil mengusap air matanya, memeluk putrinya yang sudah menjadi istri Gemal.


Aliya juga menangis, memeluk Diana dan Anggun yang sudah menemukan kebahagiaan masing-masing.


"Putrinya Mommy sudah menjadi istri sekarang." Anggun menghapus air matanya.


"Selamat Diana, jadi istri yang Sholeha. Bahagia dunia akhirat, bersama sampai tua. Diberikan keturunan Sholeh dan Sholehah. Amin." Al memeluk erat kakaknya yang akhirnya menemukan pelabuhannya.


Satu persatu memeluk Diana, memberikan selamat. Doa dan Restu juga dipanjatkan untuk kebahagian kedua pengantin.


Di langsung menyambut uluran tangan Juna, memeluk lengannya berjalan beriringan. Di depan ada Juan, Tika dan Dean yang berjalan mendampingi.


"Geser, Ria juga mau." Tubuh Ria langsung terangkat, Altha langsung membawa putri nakalnya.


Suara langkah kaki Diana terdengar, kepalanya masih tertunduk malu untuk bertemu Gemal yang bukan lagi musuhnya, teman, kekasih, tetapi sudah menjadi suaminya.


Senyuman Gemal terlihat, matanya tidak berkedip sedikitpun melihat betapa cantiknya istrinya.


Di berdiri di depan Gemal, masih belum berani menatap. Kedua masih merasakan canggung hanya sekedar saling menyapa.


"Istriku." Gemal langsung tertawa, membalik badannya.


Semua orang yang mendengar panggilan Gemal tertawa, merasa geli dan alai dengan panggilan sayang Diana dan Gemal.


"Panggilan sayangnya istriku, suamiku. Rasanya ingin memecahkan kepala." Dika langsung mual melihat Diana yang juga tertawa malu.


Tatapan Diana langsung terarah kepada Daddy-nya, melangkah memeluk lelaki pertama yang Di cintai.


"Putriku." Dimas langsung tertawa, merasa senang karena Diana sudah menikah dan memiliki teman hidupnya.


Dimas merentangkan tangannya, memeluk Gemal sebagai menantu. Memeluk Keduanya dan mendoakan yang terbaik.


"Gem, kamu tahu jika Diana putriku satu-satunya. Jaga dia dan cintai dia melebihi aku, jangan pernah kamu sakiti dia. Hancurnya hati Diana, juga hancur hati keluarga besar kami." Dimas mengusap kepala Gemal.

__ADS_1


"Aku akan mencintai dia, dan keturunan kamu sampai maut yang memisahkan." Gemal menggenggam tangan Diana.


Satu persatu keluarga memberikan doa, bahagia bisa melihat Diana dan Gemal menjadi satu.


Gemal memasangkan cincin, mencium kening istrinya. Diana juga memasangkan cincin dan mencium tangan.


Keduanya saling menggenggam, berdoa bersama untuk kebahagian rumah tangga mereka, diberikan keturunan Sholeh dan Sholehah. Saling setia, dan melengkapi.


"Cantiknya istriku, aku tidak sabar lagi menunggu malam. Tolong makhluk kecil yang membuat onar dikurung terlebih dahulu." Gemal tersenyum melihat Ria yang sudah menangis karena mendapatkan teguran.


Mam Jes mencium kening Diana, mengucapkan terima kasih karena sudah menjadi menantu yang dianggap sebagai putri.


"Ma, Diana kehabisan kata-kata. Hari ini menjadi hari paling indah dalam hidup Diana. Terima kasih sudah menerima kekurangan Diana." Di memeluk mertuanya.


"Kamu sempurna di mata kami Diana." Nenek langsung memeluk Di yang sangat disayanginya.


Diana tersenyum melihat Hendrik, lelaki yang menolak cintanya, tapi Diana berhasil mendapatkan Adiknya yang lebih gila.


"Kenapa menatap tanpa berkedip?" Gemal mendekatkan wajahnya.


Pukulan Calvin menghantam punggung, Gemal tidak ingat tempat jika banyak orang tua.


Anak-anak yatim juga mulai berdatangan, acara dilanjutkan menyantuni anak yatim, dan melakukan doa bersama.


Di tersenyum melihat Gemal menggenggam tangannya, mimpi indah bertemu pangeran menjadi nyata.


***


Nungguin ya visual.


Ini hanya menurut author, jika ada yang bertanya kenapa selalu menggunakan visual luar, karena author lebih suka visual luar. Reader bebas halu siapapun.


***


Jangan lupa like coment Dan tambah favorit


follow Ig Vhiaazaira


vote hadiahnya ya


***




GEMAL LEONDRA




DIANA NATASHA DIRGANTARA/ ALINA

__ADS_1


***


Pasti penasaran malam pertama, demi apapun ini episode tersulit 🤭😂


__ADS_2