ISTRI MUDA PAK POLISI

ISTRI MUDA PAK POLISI
DIGREBEK


__ADS_3

Senyuman terlihat menatap dokter cantik yang baru saja masuk ruangan Papanya. Di mengerutkan keningnya melihat Gemal, tidak biasanya dia mengunjungi Papanya.


"Hai sayang, Calvin pasti membuat kamu bekerja lembur bagai kuda?" tawa Gemal terdengar, menatap Papanya yang terlihat kesal.


"Ayang Gem, pasti Daddy juga memberikan pekerjaan yang berat, sabar Ayang." Di mengusap wajah Gemal yang memonyongkan bibirnya.


Calvin langsung mual ingin muntah, langsung berjalan keluar ruangannya tanpa mengatakan apapun.


"Papa, kenapa dingin sekali?"


"Kebanyakan makan es." Tawa Gemal terdengar, memeluk Di yang sangat dirindukannya.


Kedatangan Gemal ke rumah sakit karena ingin menangkap Alber, dia salah satu tangan kanan kasus penculikan yang sedang dikejar oleh kepolisian.


Di sudah mencurigai Alber, dia menjalankan pengobatan ilegal. Melakukan operasi pengangkatan organ tubuh secara ilegal, di jual dengan harga yang sangat tinggi.


Putri Alber juga dia manfaatkan untuk mendekati teman-temannya, setelah berhasil membawa keluar, para pelaku langsung melakukan penculikan.


"Semoga kasus ini cepat selesai, sebelum pernikahan kita." Di melipat tangannya, setiap hari deg-degan menunggu hari bahagianya.


"Tenang saja, hari ini semuanya akan berakhir." Kedua tangan Gemal menakup wajah Diana.


Pintu dibuka secara tiba-tiba, Gemal dan Diana tidak peduli. Karena tidak ada orang yang lancang masuk, kecuali Papa Calvin.


Tatapan mata Alber tajam, memotret Diana yang berhubungan dengan dokter yang selama ini dihormati.


"Kalian semua lihat, Diana tidak lebih dari wanita murahan. Hubungan Dokter Calvin dan Diana spesial, sampai berbuat maksiat di rumah sakit." Alber meminta para Dokter masuk, memergoki Diana.


Di cukup kaget, karena Gemal duduk di atas meja sedangkan Diana berdiri di depannya.


Senyuman Gemal terlihat, memeluk Diana dari belakang. Alber terlihat binggung, karena dia pikir Calvin, tetapi ternyata Gemal yang berduaan dengan Di.


"Siapa kamu? beraninya melakukan hal tercela di ruangan dokter Calvin." Beberapa dokter langsung emosi melihat dua orang bermesraan.


"Gemal lepaskan. Kalian semua jangan salah paham, kami tidak melakukan apapun. Bahkan ciuman juga tidak." Di memukul tangan Gemal, menatap kesal karena masih bisa tersenyum.


"Pria ini putra saya, dan Dokter Diana calon menantu saya." Calvin melangkah masuk, meminta Gemal turun dari meja, bersikap sopan kepada yang lebih tua.


Banyak orang yang terkejut jika Calvin memiliki seorang putra, bahkan Alber juga tidak menyangka jika kekasih Diana, putra pemilik rumah sakit.


"Pantas saja wajahnya mirip dokter Calvin, putra anda tampan sekali." Pujian dari para dokter yang membuat Calvin tersenyum sinis.

__ADS_1


Gemal mengucapkan terima kasih, dan meminta maaf jika dia datang mengunjungi Papanya sekaligus menemui calon istrinya.


"Calvin, sudah memberikan undangan belum? maaf maksudnya Papa. Maaf Pa, Gemal terbiasa menganggap teman." Senyuman Gemal terlihat mencium tangan Papanya.


Beberapa dokter langsung pamitan keluar, kecuali Alber yang masih tetap tinggal atas keinginan Calvin.


Sudah cukup lama dia memperhatikan Alber yang mengejar Diana, bahkan mengusik kenyamanan menantunya.


"Saya minta maaf Dok, Diana tidak pernah menghindar, tapi menyambut perasaan saya."


"Lalu kenapa kamu melakukan ini? apa saya dokter rendahan yang mendekati wanita muda? jangan gunakan mulut kotor kamu untuk membalikkan fakta." Nada bicara Calvin sangat tegas, tatapan matanya setajam Elang.


Gemal dan Diana hanya bisa diam jika Calvin bicara, takut kepada Dimas jauh lebih takut kepada Calvin.


Dia pria paling tegas, menakutkan. Dibalik wajah tampannya, ada sikap dingin yang sulit dicairkan. Mam Jes wanita terhebat yang bisa menaklukkannya.


Mendengar ucapan Calvin, Alber hanya bisa meminta maaf dan langsung pamitan untuk undur diri.


Sebelum Alber melangkah mundur, sebuah map sudah terlempar. Kening Alber berkerut melihat pencabutan gelar.


Alber secara resmi dicabut sebagai dokter, dan surat izin praktek juga dicabut secara tidak terhormat.


"Apa maksudnya ini? tanpa pemberitahuan." Senyuman Alber terlihat, tidak menyukai candaan Calvin.


Seluruh pelaku sudah berhasil ditahan, Alber secara resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penculikan.


Alber tidak terima dengan pencabutan izin praktek, langsung ingin melayangkan pukulan. Diana lebih cepat melayangkan pukulan sampai Alber terjatuh.


Melihat gerakan Diana, Calvin langsung melangkah mundur. Meminta Gemal menghentikan Diana.


Beberapa polisi mengetuk pintu, langsung masuk. Dimas tersenyum melihat Alber sudah dilumpuhkan.


"Putri kamu sudah kami kirimkan kepada ibunya, sekarang bayar dosa di penjara." Dimas meminta polisi memasang borgol.


Wajah Alber terlihat panik, langsung merangkak mendekati Diana. Calvin cepat menarik rambut Diana sampai tersungkur jatuh.


Gemal memutar tangan Alber ke belakang, langsung memasang borgol dan memukul kepala Alber yang sudah menjelekkan nama baik Papanya, juga calon istrinya.


"Calvin! kamu apakan putriku?" suara teriakan Dimas besar, langsung membantu Diana berdiri.


Tangan Di mengusap kepalanya, merasakan sakit karena dijambak oleh mertuanya.

__ADS_1


"Sorry Diana, aku sedang menolong kamu." Tangan Calvin terangkat menunjukkan banyaknya rambut.


"Papa, rambut ini mahkota. Lebih baik Diana ditendang, daripada dijambak-jambak." Di menghentakkan kakinya, mengadu kepada Dimas.


Dimas langsung marah, seharusnya Calvin menarik tangan Diana dan menahan tubuhnya, bukan menjambak sampai tersungkur jatuh.


"Gila kamu ya, tidak punya perasaan terhadap perempuan." Mata Dimas sinis melihat ekspresi Calvin yang santai saja.


"Jika tangannya ditarik, lalu jatuh ke pelukan aku. Rasanya tidak nyaman, karena dia calon menantu berarti putri. Di bukan anak kecil, intinya aku tidak nyaman bersentuhan apalagi dengan drama jatuh. membuat geli saja." Senyuman Calvin terlihat menyesal, mengusap kepala Diana.


Senyuman Gemal terlihat, Dimas dan Papanya sama saja. Setiap kasus Dimas pasti angkat tangan jika wanita seksi, dia hanya ingin menghindar dari padangan mata.


"Kamu baik-baik saja sayang?"


"Sakit, Papa menjambak kuat sekali." Di menunjukkan rambutnya yang berantakan.


Pukulan Dimas kuat di pundak Gemal, berhenti memanggil sayang di hadapannya karena membuat geli.


Suara tawa Gemal dan Diana terdengar, langsung melangkah keluar karena Alber masih teriakan meminta dilepas.


Di melambaikan tangannya melihat Alber yang akhirnya musnah dari hadapannya, hidupnya akhirnya tenang dan akan bahagia setelah melangsungkan pernikahan.


"Di, aku pergi dulu." Gemal langsung berlari pelan berjalan mengiringi Alber untuk dibawa ke kantor polisi.


Semuanya langsung kembali ke pekerjaan masing-masing, Diana tersenyum penuh kebebasan setelah kepergian Alber.


"Diana, tunggu. Kabar soal Gemal putra tunggal Calvin tersebar, berita pernikahan kalian sudah heboh." Salsa menunjukkan akun sosial medianya.


"Aish sial, pengemar Ayang Gem pasti heboh." Di mengigit bibir bawahnya.


"Hai, Dokter Di. Selamat atas pernikahannya. Beberapa dokter yang lewat menyapa Diana.


Salsa mengusap punggung Diana, derita menikahi putra generasi kelima keluarga terpandang.


***


follow Ig Vhiaazaira


maaf ya novelnya lambat up.


Mulai Senin bakal normal lagi, awal bulan sedang sibuk di dunia nyata.

__ADS_1


Jaga kesehatan semuanya, karena sedang musim sakit.


***


__ADS_2