ISTRI MUDA PAK POLISI

ISTRI MUDA PAK POLISI
MEMINTA MAAF


__ADS_3

Pintu kamar terbuka, Shin mempersilahkan Gemal membawa Diana untuk dirawat di rumah.


Tangisan Anggun dan Mam Jes belum berhenti, tidak tega melihat kondisi Diana yang memaksa diri untuk mempertahankan anaknya.


"Gemal, kenapa mobil kamu hancur?" Alt menarik tangan Gemal.


"Nanti saja kak, nanti." Gemal duduk di samping Diana, menggenggam tangan istrinya.


"Kamu kecelakaan Gem? mobil hancur, tubuh kamu juga terluka. Tunjukkan dulu." Calvin mengusap punggung putranya.


"Nanti saja Pa, Gemal baik-baik."


Semuanya langsung keluar kamar, duduk diam dengan pikiran masing-masing. Anggun masih terpukul melihat Diana yang mirip Alina dulu.


"Vin, maafkan aku yang hampir memukul Gemal." Dimas terbawa emosi.


"Jangan meminta maaf Dim, jika aku memiliki seorang putri juga akan melakukan hal yang sama. Putrimu putriku, dan putraku juga putramu." Calvin mengetahui jika Dimas sangat menjaga Gemal, mengajari banyak hal jauh sebelum Diana menjadi istrinya.


Melihat Gemal terluka, Dimas jauh lebih tersakiti. Seorang Ayah keras kepada Putranya, karena terlalu menyayanginya.


Jujur Calvin sedih dan terpukul, melihat kondisi Diana. Dimas dan Anggun jauh lebih hancur menyaksikan Putri semata wayang, tersakiti.


"Silahkan di minum, Tante dan Om." Shin memberikan minuman herbal yang bisa menenangkan.


"Di mana orang tua kamu?" Dimas menatap Shin.


Senyuman Shin terlihat, meminta semua orang santai dan menganggap rumah sendiri, karena kedua orangtuanya pulang terlambat.


Senyuman Tika juga terlihat, mengucapkan terima kasih kepada Shin yang sudah baik kepada keluarganya.


Kepala Tika tertunduk, air mata Tika masih menetes, kasihan melihat Diana dan Gemal yang sama-sama tersakiti.


"Sudah jangan menangis, Shin sekarang tahu bedanya cinta tulus dan cinta karena uang." Kepala Shin mengangguk, mengaduk kue yang ingin dibuatnya.


Kepala Tika diletakkan di meja, tidak bersemangat sama sekali. Membiarkan Shin sibuk sendiri.


"Makan kue Tik, jangan seperti kucing kehilangan pacar." Tawa Shin terdengar, membawa kue lainnya ke ruang tamu.


Kue diletakkan di meja, Aliya menatap Shin yang repot sendiri membuat minum, bahkan bisa membuat kue.


"Terima kasih Shin, kamu tidak perlu repot-repot." Al tersenyum manis.


"Tidak repot, silahkan di makan." Shin membawa kue dan minuman ke kamar Diana.

__ADS_1


Langkah Shin sangat pelan, melihat Gemal yang penuh darah. Memeluk Diana erat, tidak memberikan ruang sedikitpun.


Kue dan minum Shin letakkan di meja, langsung keluar. Berlari ke arah dapur memaksa air hangat.


Di dalam kamar Diana terbangun, menatap wajah suaminya ada di sampingnya. Mata Gemal terpejam, bibirnya terluka, wajah pucat.


"Ayang, wajah Ayang kenapa?" Diana langsung bangun, melihat ke arah kaca.


Bibir Diana terluka bekas gigitan, langsung teriak kaget saat menatap Gemal penuh darah.


Suara tangisan Diana terdengar, langsung melangkah keluar. Kebingungan untuk mencari obat.


"Ada apa sayang?"


"Daddy, Ayang Gem terluka. Diana butuh obat." Di merasakan kepalanya sakit.


Calvin langsung berlari ke kamar, membangunkan Gemal yang sudah jatuh pingsan. Kepala Gemal penuh darah bekas benturan, lengannya juga robek, pinggang juga luka besar.


Tubuh Gemal penuh lebam, bajunya langsung dibuka melihat tubuh Gemal yang penuh luka. Calvin bisa memprediksi jika Gemal mengalami kecelakaan.


Luka kepalanya benturan setir mobil, lengannya pecahan kaca, sendang pinggang sampai perut juga terluka parah, karena benda keras yang menabraknya.


"Gemal ditabrak orang?" Altha membenarkan ucapan Calvin soal luka.


"Kenapa kak Gem bisa kecelakaan? dia bersama Diana dalam keadaan baik." Di menyerahkan suntikan kepada Papanya.


Diana menggelengkan kepalanya, dia hanya tahu jika Gemal datang. Diana sangat ketakutan, tetapi Gemal tidak marah, langsung memeluknya, dan tidur bersama. Di binggung, penyebab Gemal terluka.


Suasana langsung berubah hening, Dimas menatap Anggun yang sudah mengusap air matanya.


Alina sangat takut terluka, selalu ingin unggul dan menang, tapi saat gagal, kalah dan tersakiti. Alina akan mengamuk histeris, lalu melupakan semuanya.


"Ingatan kamu benar Di, bantu Papa menghubungi rumah sakit." Calvin tersenyum melihat menantunya.


Melupakan lebih baik, daripada Diana mengingat apa yang terjadi kepadanya.


Ketukan pintu terdengar, Shin melangkah masuk membawa air hangat untuk membersihkan darah Gemal, juga meringankan luka lebam.


"Kamu banyak tahu soal medis?"


"Shin selalu terluka, dan harus bisa mengobati diri sendiri."


Diana mengambil air membersihkan darah, Calvin menjahit kepala Gemal, begitupun dengan lengan yang robek.

__ADS_1


"Di maafkan aku, jangan tinggalkan aku sendirian, bagaimana aku bisa bertahan." Air mata Gemal menetes, mengungkap kesedihannya.


Tangan Diana menggenggam erat, mencium bekali-kali. Gemal tidak salah, dirinya yang salah. Bekali-kali Gemal selalu mengalah, dan mengikuti keinginan Diana.


"Maafkan Di, Ayang. Maafkan keegoisan Diana." Air mata Di menetes, mengingat apa yang sebenernya terjadi.


Kepala Diana tertunduk, memeluk perut besarnya. Tangan Di menampar wajahnya, memukul kepala karena sangat bodoh.


"Diana, lihat Daddy." Dimas mengusap kepala Di lembut.


"Alina masih belum bisa berubah Daddy, lihatlah. Pundak Daddy Di gigit, Papa dan Alt juga penuh cakar, tangan Ayang Gem juga Di gigit. Diana bodoh, hanya bisa menyakiti orang." Tangisan Diana langsung pecah.


Dimas memeluk Putrinya, menasihati Diana jika tidak ada manusia yang sempurna, dan tidak ada manusia yang tidak melakukan salah, apalagi manusia lemah.


Berusaha bangkit dari rasa sakit masa lalu sudah Diana lakukan, berjuang di jalan kebaikan, menolong dan terus memperbaiki diri.


"Menjadi orang baik banyak ujiannya nak, banyak jalannya masalah. Ada orang tua yang jahat, tapi anaknya baik, ada yang berbuat jahat demi kebaikan. Diana ingin bahagia, maka harus kuat menghadapi masalah." Dimas menetes air matanya.


Semua orang menginginkan pernikahan bahagia, tapi tidak selalu semua dalam keadaan baik. Jalan saja tidak semuanya lurus, begitupun rumah tangga. Ada pertengkaran, rasa kecewa, salah paham, juga ada kebahagiaan, canda dan tawa.


"Daddy sama Mommy juga masih bertengkar, hanya saja tidak dihadapan Di dan Dean, kita menutup perselisihan dengan salah satu mengalah. Diana juga harus belajar, ada saatnya Di harus mengalah kepala suami, terkadang ada saatnya suasana hatinya tidak baik, ego sedang tinggi, ada masalah akhirnya terbawa pulang." Dimas mengusap air mata Putrinya.


Senyuman Calvin terlihat, mengusap air matanya. Merasa terharu dengan Dimas yang sangat menyayangi Diana, seperti darah dagingnya.


"Maafkan Diana Daddy, Mommy, Mama, Papa dan semuanya, karena sudah menghilang dan membuat khawatir." Di menangis, memeluk Mommynya.


Mata Gemal terbuka, langsung ingin berdiri. Tangan Calvin menahan tubuh Gemal agar tetap tidur, sementara Gemal harus dirawat, dan melakukan pemeriksaan.


"Ayang, maafkan Diana. Sekarang Diana sudah siap, sekalipun harus kehilangan twins." Di menangis semakin kuat, memeluk Gemal yang berusaha menenangkannya.


"Kamu tidak salah, maafkan aku yang tidak memikirkan perasaan kamu. Kita tunggu Salsa saja, dan mempertahankan anak kita." Gemal mengusap punggung istrinya untuk berhenti menangis.


***


follow Ig Vhiaazaira


***


ISTRI MUDA PAK POLISI MOMEN SEDIH


MUTIARA KRISTAL LAGI BAHAGIA.


Author binggung pengen ketawa atau nangis.

__ADS_1


***


Done 5bab


__ADS_2