
Seluruh keluarga menginap di kediaman Shin, beberapa kamar sudah siap. Hanya Aliya dan Altha yang pulang, karena ada anak-anak.
Anggun juga menitipkan Putranya Dean, mengizinkan tidur di rumah Al, karena Dean sudah biasa menginap di sana.
Diana tidur bersama Anggun dan Jessi, Gemal masih melakukan perawatan, tangannya juga diinfus, Calvin bermalam-malam tidak tidur menunggu anaknya.
Dimas juga menemani Calvin yang masih mengawasi kondisi Gemal, Dimas juga sangat mengkhawatirkan kondisi Gemal meksipun Dimas tahu kuatnya fisik menantunya.
"Vin, kamu tidur saja, aku yang menjaganya." Dimas menatap pria yang duduk dihadapan Gemal.
Senyuman Calvin terlihat, sebenarnya tanpa dijaga Gemal akan baik-baik saja. Putranya sangat kuat sampai kecelakaan besar juga masih bisa membawanya kembali.
"Beberapa hari mungkin tubuh Gemal sakit dan sulit beraktivitas, tetapi tidak mematahkan tulang belulangnya." Calvin meminta Dimas juga beristirahat.
Kepala Dimas mengangguk, bersyukur jika luka Gemal tidak seburuk dugaan. Dia hanya mendapatkan jahitan di kepala, pinggang dan lengannya. Beberapa bagian tubuh bengkak dan lebam, tapi sudah jauh lebih baik karena air hangat yang Shin berikan.
Di kamar lain Tika dan Shin belum tidur, Atika masih menatap perpustakaan di rumah Shin yang sangat besar, segala jenis buku ada di sana, apalagi soal obat-obatan rahasia turun-temurun.
"Buku siapa ini Shin?"
"Tidak tahu, saat aku menemukan tempat ini sudah ada seperti ini. Dan membaca beberapa buku soal kesehatan dan makanan." Shin menunjukkan buku yang dibacanya.
"Kenapa kamu membaca buku medis? apa cita-cita kamu menjadi dokter sama seperti kak Juna?" Tika membaca judul saja pusing.
"Tidak sama sekali, aku hanya membacanya untuk mengobati diri sendiri." Shin menaiki tangga untuk mengambil buku di bagian atas.
Shin melemparkan beberapa buku medis, dari masa ke masa yang belum pernah Shin baca, tetapi mungkin bermanfaat suatu hari nanti.
"Kamu mempunyai kakak Tik? di mana dia sekarang?"
Atika menganggukkan kepalanya, dia memiliki seorang kakak laki-laki yang mengambil jurusan kedokteran, kakaknya salah satu anak jenius di dalam keluarganya.
"Kiriman buku itu ke kakak kamu, mungkin akan bermanfaat." Shin meyakinkan Tika jika buku yang dia berikan hanya ada satu di dunia ini.
"Terima kasih, aku memiliki hutang sama kamu, selain sudah menolong kak Di, kamu juga mengistimewakan keluargaku." Tika langsung memeluk Jessi, mengulurkan tangan untuk menjadi sahabat.
Senyuman Shin terlihat, langsung menyambut tangan Tika. Mengikat tali persahabatan untuk saling membantu, menjaga, dan melindungi.
"Ayo kita bersahabat dalam waktu yang lama, sampai tua nanti." Tika tersenyum manis.
"Selamat hari persahabatan, besok aku ulang tahun yang ke empat belas, sekarang aku mempunyai sahabat untuk merayakannya." Shin melihat ke arah jam dinding yang pas jam dua belas malam.
__ADS_1
"Happy birthday my friend, happy birthday to me." Tika tersenyum, sambil tertawa kecil.
Shin kaget jika hari ulang tahunnya dan Tika yang sama, mereka sudah seumuran, dan bisa merayakan ulangtahun bersama setiap tahunnya.
"Happy birthday Tika, happy birthday Shin, selamat bertambah umur, ayo kita taklukan dunia." Shin tertawa langsung memeluk sahabatnya.
Panggilan masuk di handphone Atika, Aliya melakukan panggilan sambil menangis, karena dirinya melupakan ulang tahun Putrinya karena terlalu banyak masalah.
Tika tersenyum melihat Maminya, ulang tahunnya bisa dirayakan disaat semuanya sudah baik, Tika tidak mempermasalahkannya.
[Happy birthday Putri kesayangan Mami, maafkan Mami yang cintaku.] Al mengusap air matanya, melihat alarm ulang tahun Tika.
[Happy birthday Putri kesayangan Papi, nanti kita rayakan dengan bersedekah dan makan bersama.] Al tersenyum melihat tawa Putrinya.
Tika memberikan ponselnya ke arah Shin, meminta orangtuanya memberikan selamat ulangtahun untuk Shin.
Keduanya sedang merayakan ulangtahun bersama, sekaligus perayaan hari persahabatan.
Tika juga menerima pesan dari Arjuna, kakak dinginnya sudah mengirimkan hadiah untuk Tika, tetapi kemungkinan tibanya terlambat.
"Ayo kita keluar dari sini, aku akan membuat kue ulangtahun."
"Tidak mau, Tika ingin tidur. Kue tidak penting, cukup ucapan dari keluarga." Tika langsung berlari ke kamar Shin untuk tidur, karena matanya sudah mengantuk.
***
Pagi-pagi masakan sudah siap, Shin sibuk di dapur menyiapkan makan untuk semua orang.
Gemal berjalan tertatih, berpegangan di dinding, menatap Shin yang menyusun piring.
"Shin, boleh kak Gemal meminta minum?"
"Kak Gem, duduk di sini." Shin membantu Gemal duduk, langsung mengambil air minum.
Shin juga menyiapkan minuman herbal untuk mempercepat kesembuhan luka dalam, Gemal tersenyum mengucapkan terima kasih.
Suara Diana mencari Gemal terdengar, saat melihat Gemal sudah bangun langsung berjalan mendekat, mengecek kondisinya.
"Aku baik-baik saja sayang." Gamal menarik tangan Di, memeluk perut besar istrinya.
"Kak Di duduk, ini minuman bagus untuk kandungan, juga ibu hamil." Shin tertawa karena dirinya harus mempelajari soal kehamilan.
__ADS_1
Diana mencium bau minuman, langsung menghabiskannya. Menatap kagum dengan makanan di atas meja.
"Kamu lagi pesta Shin?"
"Masakan perdana ala Shin, untuk tamu terhormat." Kepala Shin merunduk, membuat Diana dan Gemal tertawa.
Suara anak-anak berlarian terdengar, mencari Tika sambil membawa kado ulang tahun. Diana baru ingat jika Tika ulang tahun.
"Gem, kamu sudah bangun. Papa mencari kamu." Calvin melihat luka Gemal yang sudah kering.
Dimas mengusap wajahnya yang masih mengantuk, langsung duduk menatap makanan. Anggun dan Mam Jes juga bangun kesiangan.
Aliya dan Altha tersenyum, mereka berencana memesan makanan untuk ulang tahun Tika dan Shin, tapi ternyata sudah banyak makanan.
"Daddy sama Mommy bangun siang, tahi matanya masih ada, Dean selalu dimarah jika bangun siang."
"Diamlah Dean, daripada kamu aku masukkan ke dalam perut Mommy." Dimas masih memejamkan matanya.
Suara langkah kaki Tika terdengar, dirinya kurang tidur langsung duduk, mengambil minuman yang sudah Shin siapkan.
"Tika tidur subuh, gara-gara Shin tidak tidur sibuk membuat kue."
"Ria punya kado untuk kak Tika."
"Kado apa? paling kamu mengambil boneka di kamar, lalu dibungkus lagi." Tika menatap seluruh keluarganya duduk.
Shin membawa kue ulang tahun, ada tulisan happy birthday Tika, dan Shin. Kue yang dibuat juga sangat cantik.
Al langsung memeluk Shin, seharusnya yang ulang tahun mendapatkan kejutan, bukan menyiapkan kejutan.
"Kak Diana tidak boleh makan itu? ini khusus punya kak Gem karena sedang terluka. Kak Di harus menjaga kandungan, Shin tidak suka belajar, tapi demi kak Di belajar secara alami menjaga kandungan. Siapa tahu nanti hamil juga?" Shin berteriak, Al memukul punggungnya.
"Awas kamu memutuskan menikah muda, kamu pikir menikah enak." Al menatap tajam.
Senyuman Gemal terlihat, Diana menuruti ucapan Shin. Memakan apa yang disiapkan untuk dirinya.
"Baby malam ini bangun tidak?" Gemal mengusap kepala istrinya.
"Iya, dia menendang. Diana malam ini tidak merasakan sakit, anaknya baik." Di mengusap perutnya.
Tika bertepuk tangan, mengagumi keahlian Shin dalam makanan dan minuman herbal.
__ADS_1
***
follow Ig Vhiaazaira