
Sesi berfoto keluarga masih terlihat penuh kebahagiaan, pengantin lebih terlihat bahagia karena sudah halal bersentuhan.
"Tika cantik sekali, dan begitupun dengan Hana. Tidak menyangka jika keduanya akan menjadi ipar?" Mam Jes tersenyum melihat Hana berdiri di samping Juna.
"Ipar, maksudnya Mama?"
"Kamu tidak tahu Di, hari ini acara lamaran Hana dan Juna?" Anggun menatap Putrinya yang tersentak kaget.
Kepala Diana geleng-geleng, tidak mungkin dia salah pendengaran jika Juna membatalkan lamarannya. Secara tiba-tiba acara berlangsung sesuai rencana awal.
"Ma, Mommy ... lamaran itu sudah Juna batalkan karena Juna menyukai wanita lain." Diana melihat Aliya, melambaikan tangannya meminta mendekat.
Al tersenyum melihat ke arah Di, wajah Al ditampar pelan untuk mendengar gosip yang sedang tersebar.
"Sebenarnya pertunangan Juna dan Hana batal tidak?"
"Kenapa dibahas? sudah Al katakan." Aliya menatap ke arah Juna dan Hana.
"Kita tidak tahu Aliya, kapan kamu mengatakannya?" Anggun menatap serius berdiri melihat ke depan.
Suara MC terdengar, meminta perhatian semua tamu undangan untuk mendengarkan kisah cinta selanjutnya. Jantung Aliya berdegup kencang saat di depan seluruh orang keluarga besar Rahendra ingin melamar.
Nama Hana disebutkan membuat napas Aliya terhenti, bukan hanya Aliya yang terkejut namun wajah Juna yang paling kaget.
Tika sampai batuk, memegang dadanya melihat ke arah Shin yang matanya tidak berkedip sama sekali.
"Bagaimana ini bisa terjadi? aku bahkan tidak pernah datang ke rumah Helen apalagi mengantarkan hantaran." Al menatap suaminya yang juga menatapnya.
Sekarang Altha mengerti puncak permasalahan, sejak pagi menunggu serangan lawan namun acara berjalan dengan lancar. Sasaran mereka bukan Atika, tapi Arjuna, ada seseorang yang ingin menghacurkan Juna dengan membawa Hana untuk merusak hubungan baik keluarga.
Semua orang sibuk mengurus pernikahan Tika, bertepatan dengan hilangnya Genta juga batalnya lamaran. Semuanya sudah menjadi rencana, dari pihak Altha sudah membatalkan, tapi ada pihak lain yang mengambil kesempatan.
"Papi bagaimana ini?"
"Tidak ada pilihan, kita tidak mungkin mempermalukan kehormatan Hana di depan umum." Alt meminta istrinya mengikuti saja, dan sisanya urusan belakang.
Senyuman Helen terlihat,. mendekati Aliya untuk maju ke depan menyerahkan cincin lamaran yang sudah dikirim kepadanya.
__ADS_1
"Len, Maaf. Kapan hantaran tiba di rumah kamu?"
"Seusai jadwal pertemuan kita, kamu dan keluarga tidak datang karena Genta dan Tika terkena musibah. Hanya mengirimkan orang kepercayaan agar Hana tidak menunggu. Apa ada masalah Al?"
Aliya memijit pelipisnya, melihat arah Juna yang terlihat masih binggung. Al menggelengkan kepalanya, memberikan isyarat jika tidak tahu apapun.
Senyuman Juna terlihat, membenarkan soal lamaran. Dia dan Hana akan bertunangan di hari pernikahan Tika.
"Maaf karena membingungkan semua orang, kita terlalu bahagia sampai kaget." Juna tersenyum menatap Hana, matanya tidak berani melihat ke arah Shin.
Suara tepuk tangan terdengar, Tika sampai terduduk lemas. Hatinya sangat sakit mendengar ucapan Kakaknya yang akan bertunangan.
Gemal bertepuk tangan, Tika langsung memukulnya kuat meminta berhenti bertepuk. Air mata Tika sampai menetes melihat ke arah Shin yang tersenyum kecil menahan luka.
"Kamu kenapa? semua orang bahagia karena Juna akan segera menyusul." Genta meminta Tika menyaksikan pemasangan cincin.
"Menyusul kepalamu botak, itu tidak benar." Tika membuang bunga di tangannya ke belakang tidak sudi memberikan kepada kakaknya.
Tangan Juna terulur, Helen memasangkan cincin di jari manis Juna membuat banyak orang bertepuk tangan mendoakan Juna dam Hana segera naik pelaminan.
"Maafkan Mami Shin, hari ini kamu pasti sakit hati sekali." Al hanya bisa bicara di dalam hatinya melihat ke arah Shin yang berdiri tenang bertepuk tangan, menunjukkan senyum palsu.
Di dalam hati Aliya meminta maaf karena tidak ada satu wanita yang bisa dirinya dukung, keduanya wanita baik dan berhak bahagia.
Hanya takdir yang memutuskan siapa jodoh Juna sebenarnya, melihat Juna tidak bicara di depan umum sudah lebih dari cukup untuk menjaga nama baik dua keluarga.
"Tika, di mana bunganya?"
Kedua pundak Tika terangkat, menunjukkan kedua tangannya yang tidak memegang bunga lagi.
"Ini Mi." Shin berjalan mendekat, membawa bunga yang sempat Tika buang.
Bunga Shin serahkan kepada Juna yang menatap wajahnya, senyuman Shin terlihat meminta Juna mengambilnya.
Al langsung mengambil bunga, menyerahkan kepada Hana sebagai lambang dirinya akan segera menyusul naik pelaminan.
"Aku tidak menyukai senyuman kamu." Juna berbisik ke arah Shin, hati Juna sama sakitnya apalagi Shin tersenyum menyambut baik.
__ADS_1
"Kenapa? semoga Kak Juna bahagia, Shin juga ikut bahagia." Hati Shin terasa remuk, matanya langsung merah menahan kesedihan.
Seandainya Shin bisa dia ingin mengamuk dan menghancurkan semuanya. Dunia runtuh, Shin terlalu bahagia saat tahu Juna membatalkan lamaran, tapi pada akhirnya hatinya remuk hancur berkeping-keping.
"Apa yang mereka lakukan Aunty?" Isel duduk di samping Rindi, makan berdua tidak ikut sibuk soal lamaran.
"Juna dan Hana akan menikah, pada akhirnya Shin kalah sebelum bertarung." Tawa kecil Rindi terlihat.
Sendok Isel langsung jatuh, Juna sudah berjanji kepadanya. Tidak mungkin mengingkari, Isel yakin semua orang hanya bercanda.
"Berhentilah makan Isel, sebentar lagi Shin akan banjir air mata. Dia bahagia untuk Tika, tapi tidak untuk dirinya sendiri." Tatapan Rindi melihat ke arah Shin yang memeluk Genta menyembunyikan wajahnya.
Rindi kaget, Isel sudah menghilang dari hadapannya. Suara teriakan terdengar, Isel mengambil bunga dari Hana langsung membuangnya.
"Kenapa Kak Juna bohong? Isel tidak membenci, tapi aku tidak menyukai Kak Hana dan Kak Juna. Kalian tidak cocok!" teriakan menggema.
Diana menutup mulut Putrinya, gigitan Isel membekas. Gemal menggendong Isel tidak boleh bicara sembarangan di depan umum.
"Apapun yang tidak kamu sukai tidak pantas ditujukkan di depan umum." Gemal terlihat marah, meminta pengawal mengeluarkan Isel dan menjaganya ketat.
Tendangan Isel menghantam meja, banyak makanan berhamburan dia langsung berlari diikuti oleh pengawal.
Semuanya cemas melihat Gemal tegas kepada Putrinya, Yandi bahkan bisa memaklumi anak kecil. Dia bisa menyukai seseorang ataupun tidak.
"Ini menyebalkan sekali." Ria memukul drummer band membuat banyak orang kaget.
Ria melewati area makanan, pelayan berteriak saat meja semua makanan tumpah data Ria memegang kain.
Senyuman Tika terlihat, dua Putri kecil menunjukkan kemarahannya. Genta masih binggung dengan suasana yang secara tiba-tiba canggung.
"Ada apa ini Tika?"
"Kak Juna mencintai wanita lain, tapi terpaksa bertunangan. Isel tahu wanita itu, dan Ria tahu soal penolakan Kak Jun." Tika melihat punggung Shin meninggalkan tempat acara pernikahan.
"Siapa wanita itu?"
"Jika Kak Genta tahu pasti akan binggung sama seperti kami bertiga yang berusaha menyembunyikannya." Tika tersenyum melihat suaminya yang melihat ke arah Shin.
__ADS_1
***
follow Ig Vhiaazaira