ISTRI MUDA PAK POLISI

ISTRI MUDA PAK POLISI
DOA DI HARI BAHAGIA


__ADS_3

Di tempat pesta sudah ramai, ini pertama kalinya Altha membuat pesta yang sangat meriah.


Keinginan Ria yang bosan makan malam, akhirnya Altha kabulkan. Mengudang teman-teman terdekat Ria, Juan dan Dean.


"Mommy, Dean ingin kue itu?"


"Itu punya perempuan Dean." Dimas melotot, meminta putranya berhenti merengek.


Pembawa acara langsung memulai, menyanyikan lagu ulang tahun diikuti seluruh anak-anak.


Wajah Juan dan Dean terlihat tertekan, karena hanya Ria yang sangat bahagia dan lompat-lompat kesenangan.


Tema acara kebanyakan dekorasi perempuan, Dean bahkan kesal melihat kuenya yang tidak sesuai request.


"Sudah ini kita ulang tahun masing-masing." Juan memalingkan wajahnya menolak untuk di foto.


"Dean juga tidak ingin ulang tahun bersama Ria, malu."


Dua anak laki-laki tidak tersenyum sama sekali, saat potong kue Dean dan Juan memotong kue Ria.


"Sepertinya akan ada keributan." Tika melihat tatapan Ria yang sangat sinis.


Aliya menatap Anggun, langsung melangkah ke depan membisikkan sesuatu kepada Ria, jika dia membuat keributan semua orang akan memandangnya buruk.


Terpaksa Ria menahan diri tersenyum penuh kepalsuan, di dalam hati dia akan memberikan pelajaran kepada dua pria di sampingnya.


Acara hampir selesai, Altha mengucapkan terima kasih kepada banyak orang yang sudah hadir dan ikut mendoakan tiga anak yang sudah berusia enam tahun.


Alt memang menyiapkan makan malam bersama keluarga, di luar pesta agar ada waktu untuk berkumpul.


"Ria bahagia?" Al tersenyum mengusap kepalanya.


"Kesal. Kenapa kak Juan dan Dean memotong kue Tika?"


"Semua orang bernyanyi potong kuenya potong kuenya sekarang juga, sekarang juga." Dean tertawa membela diri.


"Di mana Diana dan Gemal tidak terlihat sama sekali?" Dimas melihat semua orang berkumpul, tapi dua orang tidak terlihat.


"Di datang." Senyuman Diana terlihat, langsung duduk bersama Gemal setelah berganti baju.

__ADS_1


Sebelum makan malam semuanya mendengarkan doa Altha untuk ketiga anak yang sudah bertambah usianya.


Alt berdoa agar tumbuh sehat, terus berkumpul dari tahun ke tahun, baik akhlaknya, cantik hatinya. Rajin belajar dan terus berbuat kebaikan.


"Arjuanda, Papi berharap kamu lebih dewasa lagi, jaga kedua adik kamu. Belajar yang rajin, semakin rajin sholatnya." Alt tersenyum menatap putra kecilnya.


"Adriana, kurangi jahilnya perbanyak berbuat baik, sopan kepada yang lebih tua, jaga ucapan dan tindakan. Jika kamu ingin dicintai, maka belajar lebih besar lagi mencintai sesuatu. Jaga apa yang menjadi milik kamu, karena itu pertanda kamu menghargai pemberian seseorang." Alt mengusap kepala putrinya.


"Siap Papi, laksanakan." Ria langsung memberikan hormat.


"Dean, kurangi merusak barangnya, belajar hati-hati. Berpikir sebelum bertindak, dan jangan suka kabur-kaburan." Altha melihat senyuman Dean yang berusaha untuk serius.


Dimas juga mengingatkan putranya untuk menjadi lelaki yang kuat, bisa melindungi wanita dan tidak manja lagi.


Pesan yang sama untuk Ria dan Juan yang harus lebih rajin belajar, dan tidak menyombongkan diri dari apapun yang dimiliki.


Karena apa yang menurut kita hal kecil, sesuatu yang diimpikan orang lain, jangan angkat kepala untuk bersikap sombong, tapi tundukkan kepala agar tetap rendah hati.


Aliya mengusap air matanya, bisa melihat kedua anaknya bertambah usia dari tahun ke tahun sesuatu yang luar biasa.


Kelahiran twins A sangat memukul bagi Aliya, enam tahun yang lalu putranya Arjuna terbaring tidak berdaya.


Arjuna langsung memeluk Maminya, enam tahun yang lalu hari bahagia bagi Juna, karena dia mendapatkan dua adik sekaligus.


Air mata Anggun juga sudah membasahi pipinya, di waktu yang sama dirinya harus melahirkan Dean secara prematur. Putranya lahir terlalu cepat, tidak menyangka sekarang usianya sudah enam tahun.


Melihat keluarga menangis, Jessi juga meneteskan air matanya. Setiap ibu memiliki jalan masing-masing cara mengingat betapa besarnya pengorbanan untuk buah hati.


"Ada lagi yang ingin menambahkan?" Alt menatap semua orang yang mengelilingi meja.


"Salsa hanya ingin mengatakan, terima kasih sudah tumbuh besar. Kalian bertiga harus mengingat hari ini jika kami semua berperan menyambut kehadiran kalian. Kebahagiaan dan air mata tiba di hari yang sama." Salsa memeluk Dean yang membuat menangis di ruangan operasi.


Dika memukul sendok agar semuanya berhenti bersedih, dirinya bosan setiap tahun membahas hari paling menakutkan, tapi juga hari kebahagiaan.


Diana meminta semuanya tersenyum, karena sekarang mereka sudah bersama, selalu bersama dan selamanya bersama.


"Juna juga meminta perhatian, mungkin sebentar lagi Juna juga akan pamitan untuk keluar dari negara ini sementara waktu."


Kepala Altha mengangguk, karena beberapa kalian sudah membahas jika Juna mengambil jalur beasiswa untuk siswa berprestasi. Bahkan Juna melangkah kelas lebih dulu dibandingkan teman-temannya.

__ADS_1


"Juan, sementara kak Juna pergi kamu harus menggantikan kakak, jaga Mami, kak Tika, juga Ria. Sebagai lelaki kamu harus bisa memimpin dan melindungi para wanita kita, tolong gantikan kak Juna sementara." Juna menatap adiknya Tika yang turun dari kursi, Juna tahu adiknya menangis karena mereka belum pernah berpisah.


Tangisan Juan terdengar, dia takut tidak bisa sebaik kakaknya. Juan masih membutuhkan kakaknya lebih lama lagi.


"Dean, kak Juna juga meminta tolong menjaga Ria."


"Tidak kebalik kak, Ria lebih kuat dari Dean."


"Sekuat-kuatnya wanita, dia membutuhkan sandaran. Kedewasaan tidak dilihat kuatnya tenaga, tapi cara menyingkapi sesuatu."


Juna menatap Diana, dirinya tahu jika Diana sudah memiliki penjaga terbaik. Juna hanya berharap Gemal bukan hanya merangkul Diana, tapi para wanita yang sangat disayanginya.


Air mata Calvin juga menetes, langsung cepat ditepis, Calvin melihat Tika yang membekap mulutnya menahan tangisannya.


Calvin tahu jika Tika kehilangan kasih sayang, hanya kakaknya tempat dia bermanja-manja. Berat bagi Tika untuk berpisah dengan kakaknya.


"Kamu gadis kecil yang kuat, seiringnya waktu kamu juga akan melakukan hal yang sama untuk dewasa. Orang tua tidak pernah meninggalkan anak-anaknya, tetapi anak yang pergi bersama cintanya. Gunakan waktu sebelum kamu dewasa untuk terus bersama keluarga." Tangan Calvin terulur, Tika langsung menyambutnya dan memeluk Calvin erat sambil menangis.


Dirinya ingin kakaknya sekolah tinggi, tapi tidak ada lagi yang akan melindunginya.


"Tika, tidak mau berpisah."


"Kamu tidak boleh egois, ada Papi kamu yang masih kuat melindungi kamu. Ada Mami kamu juga yang pasang badan untuk membela. Kamu memiliki keluarga yang luar biasa, dan membuat iri." Pelukan Calvin erat, mengusap kepala Tika.


Seluruh keluarga tersenyum, Tika jarang nyaman dengan orang asing dan Calvin bisa membuat mendekat dan memeluknya.


"Princess keluarga harus tersenyum." Jessi mencium kening Tika.


"Ria juga princess."


"Aku juga." Diana mengacung tangannya.


"Ingat umur Diana, sudah tua. Kamu bukan princess lagi, tapi ratu." Senyuman Gemal terlihat melihat wanitanya.


***


jangan lupa like coment Dan tambah favorit


vote hadiahnya

__ADS_1


follow Ig Vhiaazaira


__ADS_2