ISTRI MUDA PAK POLISI

ISTRI MUDA PAK POLISI
KEBAIKAN YANG DISALAHKAN


__ADS_3

Langka Gemal berhenti karena panggilan Diana, langsung melihat ke arah Di yang sudah mempermainkannya.


"Kenapa kamu melakukan ini? kamu tidak punya hak atas hidup aku Di!"


"Kamu tidak kasian melihat seorang ibu yang selalu berhalusinasi, dan memohon kepada siapapun agar anaknya dikembalikan. Tidak kasian dengan seorang ayah yang mengikuti halusinasi istrinya, meskipun menjatuhkan harga dirinya." Diana menatap tajam.


Gemal menggelengkan kepalanya, Diana memang sangat luar biasa hebatnya bahkan bisa dengan mudah mengeluarkan seorang psikopat dari hutan, hanya untuk memberikan berita bohong.


"Kamu aneh." Gemal langsung pergi, meminta Diana tidak ikut campur.


"Aku memang mengirim dia, karena Shima sudah meninggal dan memberikan petunjuk soal anaknya."


"Lalu, kenapa aku? siapa aku sehingga kamu punya hak membuktikan hubungan kami. Aku ingatkan sekali lagi, jangan pernah kamu kaitan aku dengan keluarga itu dengan alasan apapun." Tatapan Gemal penuh kemarahan, langsung melangkah pergi menjauhi Diana.


Kepala Diana tertunduk, dia hanya ingin mengabulkan amanah terakhir ibunya Gemal. Di juga tidak tega melihat kondisi orang tua kandung Gemal.


Di tidak mengerti, apa alasan Gemal menutup mata dan telinganya soal keluarganya dan memilih menjauh.


"Kamu akan menyesal Gem, jika tidak mencoba memperbaikinya." Di kembali ke mansion.


Tatapan seorang pria muda sangat dingin, menunjukkan catatan soal kondisi istrinya yang semakin memburuk.


Mereka harus mengganti asisten rumah satu hari sekali, karena istrinya selalu berhalusinasi melihat istri mudanya yang sudah membuang putra mereka.


"Kenapa tuan Calvin mengikuti halusinasi nyonya Jessi?"


"Dia selalu meminta aku memohon maaf kepada Shima, agar anak kami dikembalikan. Kami tidak tahu dia masih hidup atau sudah tiada." Tatapan Calvin sangat sedih jika memikirkan soal anaknya.


Diana melihat catatan kesehatan Jessi, tersenyum melihatnya yang berjalan mendekat terlihat sangat normal.


"Kamu dokter Diana, dokter yang paling terkenal. Keluarga kami sangat senang bisa dijaga oleh dokter cantik dan hebat seperti kamu." Jessi berjabatan tangan dengan Diana, senyuman yang sangat mirip dengan Gemal.


Di memikul beban cukup besar, karena menerima tawaran Calvin untuk mengawasi istrinya sebelum Diana mengenal Gemal.


"Dokter Di, apa kamu sudah menikah?" Seorang wanita tua tersenyum mengagumi kecantikan Di.


Senyuman Diana terlihat, menggelengkan kepalanya karena belum menemukan tambatan hati.


"Seandainya putra generasi kelima tidak menghilang, mungkin sekarang dia sudah menikah dan kami bisa melihat keturunan ke enam." Pria tua juga mendekat menyapa Diana yang terlihat sangat jenius.

__ADS_1


Jantung Diana berdegup kencang, dia merasa tidak nyaman dalam keluarga Leondra karena terlihat sekali kesedihan dan rasa bersalah.


Diana mendengar alasan mereka liburan, bukan hanya ingin melihat perkembangan Jessi, tapi mencoba untuk melupakan soal putra yang hilang.


"Baiklah, aku akan fokus untuk kesembuhan nyonya Jessi, dan akan berkunjung ke sini. Jika ada sesuatu, silahkan hubungi saya." Di langsung pamit ingin pergi untuk melihat detail kondisi Jessi.


***


Sudah tiga bulan Diana mencoba menyembuhkan Jessi, dan bisa melihat perkembangannya yang jarang berhalusinasi melihat Shima.


Selama tiga bulan juga Diana tidak bertemu Gemal yang memilih kerja ke luar kota, melakukan pengejaran dan penyamaran.


Keduanya sama sekali tidak berkomunikasi, juga berhenti saling menganggu. Diana tidak bisa memaksa Gemal untuk menerima keluarganya, sehingga Di memilih membantu keluarga Leondra untuk fokus sembuh dan melupakan putra yang hilang.


"Selamat pagi Nyonya Jessi, eh maaf. Maksudnya Diana Mam Jes." Di tersenyum langsung duduk melihat wanita cantik di hadapannya sudah bisa tertawa lepas.


"Kamu cantik sekali Diana."


"Mam Jes juga sangat cantik, Diana merasa tersaingi."


"Usia saya sudah 45 tahun Di, kecantikan ini perlahan akan menghilang."


"Kalian berdua membicarakan usia, lalu bagaimana nasib nenek yang sudah kepala enam ini." Suara tawa terdengar.


"Kamu akan menikah?" Tatapan sedih terlihat.


"Bukan Diana Mam, tapi adiknya Daddy. Dia menikah dengan dokter Salsa, dokter kandungan terbaik di kota ini."


"Kamu ya Di, semua dokter dibilang terbaik, lalu kamu sudah sempurna. Selalu memuji orang lain, tapi lupa membanggakan diri sendiri." Nenek mengusap kepala Diana yang selalu tertawa.


Diana memastikan jika dalam keluarganya sangat unik, apalagi jika bertemu dengan adik-adiknya yang sangat cerewet.


Tatapan Calvin dingin melihat Diana, meminta untuk ikut ke ruangan pribadi. Kepala Diana mengangguk, langsung melangkah mengikuti.


Calvin memberikan imbalan yang sangat besar kepada Diana, selama puluhan tahun istrinya diobati, tapi sulit menghilangkan halusinasi, tapi Diana hanya butuh waktu tiga bulan sudah ada perubahannya.


"Maaf tuan, bayar saya sesuai perjanjian awal. Diana hanya mengubah hormon sedih menjadi lebih bahagia dengan mencintai diri sendiri." Di menolak imbalan besar, dia juga tidak menyangka jika pasiennya memberikan respon baik.


Sebuah map coklat dilempar kehadapan Diana, Calvin menyelidiki masa lalu Diana yang ternyata memiliki catatan yang sangat buruk meskipun sekarang dia sudah berganti identitas.

__ADS_1


"Kamu seorang pembunuh, dan sekarang menjadi dokter yang hebat."


Diana tersenyum sinis, niat baiknya disalahgunakan dengan menyelidiki keluarganya.


"Katakan, apa yang anda inginkan?"


"Aku tidak menginginkan apapun, kamu cukup baik dalam pengobatan karena itu masih aku pertahanan. Teruslah bersikap baik, jangan keluar batas." Tatapan Calvin tajam, menatap Diana seperti orang jahat.


Diana langsung tertawa, Calvin menyamakannya dengan Shima dan merendahkannya sama seperti Shima.


"Sekarang aku mengerti alasan Shima membenci anda? karena sikap yang dingin dan mudah merendahkan." Di menunjukkan sikap aslinya yang sangat kurang ajar.


"Apa maksudnya kamu?"


Di membuka lembar catatan soal dirinya yang membunuh seluruh keluarganya, menjadi seorang mafia wanita terkuat dan daftar orang-orang yang mati karena kekuasaannya.


"Tuan Calvin, putra generasi kelima masih hidup, dan aku satu-satunya orang yang mengetahui soal dirinya. Lebih baik anda bersikap sopan, karena psikopat seperti aku bisa melakukan apapun." Diana menutup map sambil memukul meja.


Tatapan Diana mematikan, jika Calvin ingin istrinya dalam keadaan baik dan pergi secara aman, dia harus menghindari berurusan dengan keluarga Diana.


"Sedikit saja melibatkan keluargaku, nama keluarga Leondra akan hilang dari muka bumi ini." Di membanting kursi langsung berjalan ingin keluar.


"Di mana anakku?"


Di berbalik arah, berjalan mendekati Calvin dan menjelaskan kondisi Shima yang mati bunuh diri secara mengenaskan, dan pernyataannya soal putra yang hilang.


"Di mana dia? kenapa kamu membuat istriku melupakannya?"


"Dia tidak ingin mengenal kalian, sekarang aku mengerti alasannya, dia memilih tidak pernah lahir dan hidup bebas daripada berada dalam tekanan keluarga egois." Di langsung membuka pintu, melihat Jessi yang sudah banjir air mata.


Bibir Jessi gemetaran, langsung bersujud di kaki Diana untuk mengatakan keberadaan anaknya.


"Aku hanya bisa membantu mengobati, tapi keputusan untuk bertemu ada ditangan dia. Kalian sudah menyelediki aku, maka hilang sudah kebaikan yang sudah kalian dapatkan." Di menatap sinis Calvin, kekuasaan Calvin tidak akan bisa mengalahkan kekuasaan Diana.


Calvin bermain dengan kekayaan, kekuasaan dan statusnya, tapi Diana bisa melakukan segalanya dengan tangan kosong.


***


follow Ig Vhiaazaira

__ADS_1


jangan lupa like coment Dan tambah favorit


VOTE hadiahnya ya


__ADS_2