ISTRI MUDA PAK POLISI

ISTRI MUDA PAK POLISI
PAGI ROMANTIS


__ADS_3

Tatapan mata Altha tajam melihat langit malam, sebuah tangan melingkar di pinggangnya membuat Alt tersenyum saat melihat Aliya disisinya.


"Ayang." Al memeluk erat.


Alt menarik tangan Aliya, memeluknya dari belakang dan mencium pipinya berkali-kali.


Senyuman Aliya terlihat, mengucapkan banyak terima kasih kepada Altha yang masih memberikan kakaknya waktu.


"Ayang, apa sekarang Aliya bukan istri simpanan lagi?"


Tatapan Altha langsung tajam, menyentuh bibir Al untuk tidak bicara sembarang. Aliya sudah menjadi istrinya secara sah baik agama dan negara.


Alt sudah menepati janjinya setelah satu tahun pernikahan, sejak awal Alt tidak berniat untuk menceraikan Aliya. Jika Al bisa berhubungan baik dengan anaknya, Alt akan menerima sepenuhnya dan menjadikannya istri seutuhnya.


Keinginan Altha melakukan pesta pernikahan agar semua orang tahu, jika Aliya istrinya dan tidak menjadi pertanyaan lagi.


"Kamu memiliki impian soal pesta pernikahan?"


Kepala Aliya menggeleng, menikah saja tidak pernah Al bayangkan. Dia hanya menjalani hari ini seakan-akan tidak ada hari esok.


"Sayang, mulai saat ini jadikan aku mimpi terindah kamu. Setiap bangun tidur aku orang yang kamu bayangkan." Alt mengeratkan pelukannya.


Tangan Aliya memukul Altha, sudah Al pikirkan pasti Altha akan selalu kerja lembur. Saat Al bangun hanya melihat tempat tidur kosong.


Altha tertawa, ucapan Aliya ada benarnya. Alt tidak bisa berjanji jika saat bangun mereka bisa bertemu.


"Sayang, aku mencintai pekerjaanku, tapi aku juga mencintai istriku." Alt tersenyum meminta Aliya mengerti dan akan berusaha sebaik mungkin untuk selalu ada disisi Al.


Kebahagiaan terbesar Altha bisa bersama Aliya melepaskan beban berat yang dipikul selama ini. Terbongkarnya kasus kecelakaan kedua orangtuanya sudah cukup bagi Altha.


"Al, aku minta maaf soal papa, dia yang menyebabkan kecelakaan kamu." Altha melihat bintang di langit.


Kepala Aliya hanya mengangguk, apapun yang terjadi di masa lalu cukup menjadi pelajaran bagi mereka.


Jika tidak terjadi kecelakaan, tidak mungkin Aliya selalu membuntuti Altha sampai memaksa menjadi istrinya.


"Sayang, seandainya aku bisa kembali kita tidak harus bertemu dengan cara seperti ini. Orang tua kita bersahabat, saling menjaga sehingga kita dipertemukan dengan cara lebih baik." Alt tersenyum konyol, pada kenyataannya mereka bertemu dengan cara yang berbeda.


Angin malam mulai terasa, Alt langsung menggendong Aliya untuk masuk ke dalam kamar dan beristirahat.


Suara tawa Aliya terdengar, memeluk leher suaminya yang sudah menghela nafasnya sambil geleng-geleng.


"Atika, bagaimana bisa cepat punya adik jika tingkah kamu seperti ini?" Alt menurunkan Aliya yang hanya tertawa pelan.

__ADS_1


Al melangkah mendekati putrinya, mengusap kepala Tika yang sudah tidur. Selama Al tidak ada Atika tidak pernah masuk kamar, tapi saat tahu Maminya kembali langsung pindah kamar.


"Maafkan Mami ya sayang." Al mencium hidung Tika, mengusap punggungnya langsung memeluk Tika dari belakang.


Altha tersenyum langsung menarik selimut, memeluk dua wanita yang sangat dicintainya. Al ingin pergi ke makam Mora dan mendoakan Putrinya.


"Sebaiknya kita tidur sayang, besok kita bahas lagi. Selamat malam." Alt mencium sekilas bibir istrinya.


***


Alt tidak bisa mengerakkan tubuhnya, melihat satu tangan melingkar di pinggangnya. Altha hanya bisa tersenyum melihat Arjuna sudah pindah kamar.


Perlahan Altha turun dari ranjang, melihat istri dan dua buah hatinya masih tidur dan membiarkannya begitu saja.


Altha hanya duduk melihat jam yang sudah waktunya subuh, dalam doa Altha dia ingin anak-anaknya bahagia, dan bisa selalu bersama selamanya.


Aliya meraba ke tempat tidur Altha, membalikan badannya melihat Arjuna juga sedang tidur.


"Ayang, kenapa duduk di situ?" Al melihat suaminya hanya menatap tempat tidur.


"Aku sedang melihat kebahagiaan, kalian sempurna." Altha meminta Aliya bersiap-siap untuk sholat, membangunkan kedua anaknya perlahan.


Selesai sholat Tika memeluk Aliya dan lanjut tidur lagi, Arjuna juga diam saja dia sudah cukup lama tidak tidur nyenyak langsung naik ke atas ranjang lanjut tidur.


Aliya menidurkan Atika ke ranjang, sedangkan Altha melangkah keluar kamar. Mata Aliya terpejam kembali dan lanjut tidur bersama kedua anaknya.


"Pagi pak."


Altha tersenyum melihat Elen, memintanya untuk mengerjakan yang lain. Alt ingin menggunakan dapur, dan tidak ingin diganggu.


Helen langsung melangkah pergi membiarkan Altha sibuk sendiri, langsung melihat Alina yang sudah mondar-mandir tangga.


Alina berkeliling, mondar-mandir seperti mencari sesuatu tapi tidak menggunakan mulutnya untuk bertanya.


Elen hanya geleng-geleng saja melihat tingkah Alina lebih konyol dari Aliya, lelaki seperti apa yang bisa mengatasinya.


"Nona Alin mencari apa?"


"Ini." Alin tersenyum melihat buah apel yang dia sembunyikan dari Tika yang selalu mencuri makanannya.


"Astaghfirullah Al azim." Elen mengusap dada.


Alina naik lagi dan berlari turun, langsung berteriak hampir tabrakan dengan Altha.

__ADS_1


"Alina!" Alt menatap tajam.


"Aman." Alin tersenyum merapikan makanan yang hampir tumpah dari dalam nampan yang Altha bawa.


Altha berteriak meminta Alina berhenti, meletakan makanan ke atas meja.


"Kak Alin ingin pergi ke mana?"


"Kenapa kamu bertanya? sudah seperti bapakku saja." Alin langsung berlari keluar, tidak memperdulikan ocehan adik iparnya.


"Sabar Altha, pagi ini harus bahagia." Alt membawa kembali makanannya ke dalam kamar dan melihat istri dan anak-anaknya masih tidur.


Tangan Altha menarik tangan Juna untuk tidak memeluk Aliya, tatapan tajam melihat Juna yang tetap memeluk erat.


"Juna, tidak boleh memeluk Mami?"


"Papi Juna mengantuk." Arjuna mengeratkan pelukannya.


Kening Altha berkerut, tidak ada moments romantis yang terjadi sesuai harapan.


"Sayang bangun, aku sudah membuatkan sarapan untuk kalian. Ayo bangun." Alt menarik ketiganya untuk segera bangun, tapi tidak ada yang respon.


"Aliya, Arjuna, Atika bangun." Alt mengacak rambutnya.


Altha lompat di atas tempat tidur, Tika dan Juna membuka matanya melihat Papinya yang kekanakan. Aliya menendang kaki suaminya jatuh di atas Al, Altha masih sempat menahan tubuhnya dengan tangan agar tidak menyakiti Aliya.


"Sayang bangun." Al menarik selimut, menutup kepalanya dan Aliya mencium bibir manis istrinya.


Tika memukuli Papinya agar melepaskan Maminya yang bisa kehabisan nafas, Juna langsung memejamkan kembali matanya.


Di dalam selimut Al tersenyum, membalas ciuman Altha yang dari luar dijambak oleh Atika.


"Aku suka ini, ini, ini dan semuanya." Alt menuju bibir, hidung, mata, alis dan seluruh wajah Aliya.


"Aku suka kamu." Aliya menutup wajahnya malu.


Suara tabrakan terdengar, Arjuna langsung terjun dari ranjang, Atika berteriak kuat. Altha dan Aliya keluar dari selimut langsung mengikuti Juna yang melangkah membuka pintu balkon kamar.


Tika mengintip dari belakang kakaknya, Altha dan Aliya melihat di parkiran satu mobil terguling ditabrak oleh Alina.


"Ayang." Al menatap suaminya yang sudah menahan emosi.


"Alina!" Altha berteriak bersama Tika dan Juna melihat mobil mereka hancur.

__ADS_1


Aliya hanya tersenyum, sedangkan Alina di bawah melipatkan tangannya meminta maaf langsung kabur.


***


__ADS_2