ISTRI MUDA PAK POLISI

ISTRI MUDA PAK POLISI
DIKUBUR HIDUP-HIDUP


__ADS_3

Suara langkah kaki Aliya terdengar, dia berjalan di tempat kecelakaan terjadi. Aliya masih mengingat jelas tubuhnya terlempar, dan terjatuh.


Seorang wanita cantik keluar, dia memiliki tubuh yang sangat indah. Berjalan di bawah rintikan hujan, hanya menatap tanpa melakukan apapun.


Seorang pria hanya berdiri di samping mobil, mereka langsung melangkah masuk kembali meninggalkan Aliya begitu saja.


Air mata Aliya menetes, memohon untuk diselamatkan. Senjata yang dia bawa berlari terlempar di semak-semak.


Al langsung berjalan ke arah rumahnya, memegang sebuah senjata. Jalan sudah tertutup, bahkan gerbang rumah yang sudah tidak terlihat lagi karena tertutup ilalang.


Aliya melangkah ke dalam rumah, membuka pintu ruangan bawah tanah. Di dalam sangat gelap gulita, bau aneh juga tercium.


"Siapa yang ada di dalam? Aliya pulang." Al berteriak kuat.


Beberapa lampu mulai hidup, Al melihat puluhan makam di bawah tanah. Seorang tidur memeluk makam kecil.


"Siapa kamu?" Al langsung terduduk lemas.


Tatapan mata tajam melihat ke arah Al, suara teriakan Aliya terdengar langsung berlari kencang ke luar dari ruangan.


Pintu langsung tertutup, Al melihat wanita berambut sangat panjang tertawa. Melihat Aliya yang sangat cantik.


"Kamu datang sayang, kemarilah. Kita tinggal bersama, jangan pergi lagi." Suara kuat menggema meminta Aliya mendekat.


Al mengambil ponselnya, tidak ada sinyal sama sekali, Aliya tidak bisa menghubungi Altha. Dirinya sangat takut melihat ibunya yang menyeramkan.


Tangan Aliya ditarik, memintanya untuk duduk. Wanita di hadapan Aliya langsung menggali makam membuat Al semakin takut.


"Ibu kamu memang wanita jahat, dia pantas untuk mati. Kita bisa hidup bebas jika dia mati." Wanita dihadapan Aliya tertawa terbahak-bahak terus menggali kubur dengan kedua tangannya.


"Siapa kamu?" Al memberanikan diri.


Tatapan mata tajam terlihat, menyebutkan namanya dan menceritakan saat dirinya diasingkan.


Dua wanita cantik berlarian saat ada lamaran datang, seorang pria tampan memilih satu wanita untuk dijadikan pendamping hidupnya.


Ibu Aliya berharap dia yang terpilih, tapi ternyata salah. Kakaknya yang terpilih, rasa marah dan benci sudah menjadi satu.


Ibu Al menjadikan kakaknya seperti orang gila dan diasingkan, sampai akhirnya dia yang menikah.


Bertahun-tahun dirinya dikurung di bangunan bawah tanah, hanya makan bekas sisa. Manusia akhirnya berubah menjadi binatang.


"Tante membunuh Mama dan seluruh orang menggunakan senjata ini!" Al menunjukkan sebuah senjata.

__ADS_1


"Tidak, tidak bukan aku. Kamu yang melakukannya, kita sudah membuat perjanjian untuk menyingkirkan mereka semua." Suara tawa terlihat, menepuk bahu pelan pundak Aliya.


"Aku, kenapa aku membunuh mereka?"


Tatapan mata kosong sejak perselingkuhan Ayahnya, ibu Al mulai depresi memiliki anak tidak membuatnya bahagia, tetapi semakin menderita.


Kedua putrinya dikurung dan diasingkan dari dunia luar, bahkan dilarang hanya sekedar melihat matahari.


"Dia pantas mati, bahkan saudara kamu juga mati. Hanya kamu yang tersisa, hukum ibu kamu sepuasnya." Air mata menetes, terus menggali kuburan.


Aliya memeluk lututnya, tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Sungguh kejam orang yang mengurus kasus pembunuhan, seluruh korban tidak ada yang diurus secara layak, tetapi dikuburkan di bangunan bawah tanah.


"Kenapa seluruh korban di makamkan di sini?"


"Semua orang yang tinggal di rumah ini tidak boleh keluar, nanti ibu kamu marah."


"Katakan bagaimana bisa polisi membiarkan seluruh korban dimakamkan di sini."


Al berteriak kuat, memukul makan di depannya. Uang bisa mengubah segalanya, orang-orang yang buta karena uang bisa disingkirkan dengan mudahnya.


Asisten ibunya Al yang mengurus seluruh pemakaman, menyuap para aparat sehingga proses pemakaman dilakukan di bawah.


"Siapa yang membunuh mereka semua?"


Kepala Aliya menggeleng, melihat tangannya yang tidak mungkin melakukan pembantaian kepada seluruh keluarga.


Al langsung memejamkan matanya, dia tahu semuanya hanya mimpi. Cukup memejamkan mata, maka keadaan akan normal kembali.


Suara Aliya teriak histeris terdengar, tulang belulang sudah tersusun. Aliya menggelengkan kepalanya langsung melangkah mundur.


Semua yang ada di depan matanya bukanlah mimpi, dia melihat secara langsung psikopat yang Altha katakan.


"Ambil ibu kamu, bukannya kita sama."


"Tidak, Aliya belum gila. Kamu yang gila, pergi jauh-jauh dari Aliya. Aku bukan pembunuh, bukan aku." Al menggedor pintu kuat.


Kepala Aliya dipukul kuat menggunakan tulang sampai patah, Al terduduk melihat tulang pemakaman ibunya.


Al hanya bisa diam, mengikuti apa yang psikopat inginkan. Menyentuh tulang ibunya.


"Kita bertemu saudara kamu?" senyuman terlihat, menggali makan kedua.


Aliya sudah menahan muntah, bau tidak enak tercium. Suara teriakan Aliya kembali terdengar, sebuah mayat juga dikeluarkan.

__ADS_1


"Ayang, tolong Aliya. Ini menakutkan, tolong aku Altha." Al tidak percaya apa yang dia lihat, bangkai hewan bahkan manusia juga ada.


Suara langkah kaki di atas rumah terdengar, mulut Aliya langsung ditutup. Bau busuk bekas menyentuh mayat tercium.


"Kita harus pergi, ada yang datang." Tangan Al langsung ditarik, melewati terowongan kecil.


Aliya langsung menendang kuat wanita psikopat, langsung menggedor pintu kuat sambil berteriak meminta tolong.


Pertarungan terjadi, Aliya tidak punya pilihan selain melumpuhkan wanita yang mirip ibunya.


"Ayang, aku ada disini." Aliya merasakan lehernya dicekik kuat.


Tenaga wanita dihadapan Aliya sangat kuat, Al sampai kehabisan tenaga untuk membela diri.


"Kita sama, kamu pembunuh sama seperti aku. Kita harus hidup bersama untuk membunuh setiap orang yang seharusnya mati."


Al memegang sebuah tulang, langsung menancapkan menembus jantung. Aliya mendorong kuat, langsung memukuli wanita yang sudah terjatuh.


"Kita berbeda, aku ingin hidup normal. Jika kamu ingin mati, lakukan sendiri." Al langsung ingin berlari.


Kakinya ditarik, Aliya menahan sebuah tangan yang ingin menancapkan tulang ke jantungnya. Aliya sudah kehabisan tenaga untuk bertahan.


Secara paksa Aliya dimasukan ke dalam kuburan ibunya, langsung ditimbun. Suara tawa menggema terdengar.


Pintu digedor kuat, tidak ada yang bisa masuk menyelamatkan Aliya. Dia harus mati menyusul ibunya.


Al memejamkan matanya, menyingkirkan timbunan pasir, masih berusaha untuk bertahan.


Kepala Aliya dipukul, bahkan diinjak-injak agar tetap berada di dalam lubang kuburan yang baru saja digali.


"Kamu diam di sana, kita harus bersembunyi." Mulut Aliya dibekap, langsung ditimbun secara paksa.


Penglihatan Aliya langsung gelap, tangannya tidak bisa bergerak lagi. Nafasnya juga mulai naik turun, tubuhnya tidak bisa digerakkan lagi.


Seharusnya dirinya mendengarkan ucapan Altha, mungkin hal gila ini tidak mungkin terjadi dalam hidupnya.


Dia bisa mati dikubur hidup-hidup, saat Altha datang mungkin hanya menemukan mayatnya..


"Diamlah di dalam dengan tenang."


"Sialan, jika aku sampai keluar aku bunuh kamu " Al berteriak di dalam hatinya, nafasnya mulai habis dan kesadaran Aliya hilang.


***

__ADS_1


follow Ig Vhiaazara


__ADS_2