
Persiapan pernikahan semakin dekat, seluruh orang berada dalam pengawasan karena tidak ingin apa yang terjadi di acara lamaran terulang kembali.
Hubungan Shin dan Hana sudah kembali hangat, Shin mencoba memahaminya yang membutuhkan dukungan. Rasa bersalah masih Hana rasakan, tapi keluarga menyambut baik dirinya agar bisa bergabung bersama dan kembali bangkit.
Hidup tanpa ujian sama saja seperti makan tanpa lauk, tidak mungkin enak. Nikmati apapun ujian, dan tetap berpegang teguh kepada kebenaran.
"Bu, ini rumah kediaman keluarga. Penjagaan juga sangat ketat, keluarga ini sungguh luar biasa." Senyuman Reza terlihat mengangumi kediaman keluarga.
"Kenapa kamu bisa ada disini? aku meminta koki kepercayaan yang datang bukan kepala koki?" Shin meninggalkan ruangan tempat makanan.
Senyuman Reza terlihat, koki yang Shin inginkan sedang sakit sebagai kepala koki yang bertanggung jawab Reza menawarkan diri untuk mengantikan.
Helaan napas Shin terdengar, meminta Reza benar-benar berhati-hati. Tidak melakukan kesalahan sekecil apapun, Shin tidak menerima jika bawahannya melakukan kesalahan apalagi sampai membuat rusuh dan keributan.
Dari jauh Juna sudah melihat Shin yang berjalan ke arahnya, senyuman Shin sangat lebar berbeda dengan Juna yang matanya sinis pertanda tidak menyukai sesuatu.
"Ay, kenapa matanya tajam sekali?"
Juna berjalan lebih dulu tidak menjawab sama sekali setiap ucapan Shin karena merasa kesal dengan kehadiran Reza di belakang mereka.
"Siapa dia? kenapa mengikuti?" Juna membalik badan melihat Reza yang tersentak kaget.
"Saya Koki yang bekerja dengan Bu Shin," jawab Reza menatap Juna tanpa rasa takut.
"Aku bertanya kenapa mengikuti kami? tidak bertanya hubungan kamu dan Shin." Tatapan Juna sinis, belum selesai Reza menjelaskan Juna langsung melangkah pergi.
Melihat sikap Juna, bibir atas Reza tersenyum sinis. Sikap Juna masih belum berubah, dia pria yang sangat dingin dan berprilaku tidak sopan. Hanya karena dirinya anak orang kaya, selalu merasa paling unggul dan dihindari. Kecerdasan Juna juga membuatnya selalu diutamakan.
"Tidak menyangka kita akan bertemu lagi Jun, kamu masih kejam seperti dulu. Sikap dingin, nada juga tatapan mata kamu merendahkan." Kepala Reza tertunduk berjalan ke arah lain untuk melakukan tugasnya.
Langkah Shin mengikuti Juna, sesekali menoleh ke arah Reza yang baru saja mendapatkan teguran.
"Jalan saja bersama dia, kenapa mengikuti aku? kepala kamu berputar mengikuti dia." Nada Juna pelan, membalik tubuh Shin untuk bersama Reza.
"Ay, kenapa ...." Belum selesai Shin bicara Juna sudah melangkah lebih dulu, menutup pintu tidak mengizinkan Shin ikut masuk.
Melihat Juna yang sudah menghilang, Shin kembali mencari keberadaan Reza. Ada hal mencurigakan dan perasaan Shin ada hubungan antara Juna dan Reza.
Saat melihat Juna tidak ada keterkejutan sama sekali, hubungan keduanya seperti pernah dekat.
__ADS_1
Suara memanggil Shin terdengar, Tika mengerutkan keningnya melihat Shin yang terburu-buru. Tangan Shin ditarik untuk masuk ke kamar pengantin Tika yang sudah dirias.
"Tidak menyangka rumah ini akan menjadi tempat tinggal aku dan Ayang Gen, nanti kita tinggal bertiga di sini." Senyuman Tika terlihat menyukai dekorasi rumah.
"Apa ini baju seluruh keluarga?"
"Ya, bagus tidak. Kamu sudah mencoba baju dari keluarga Leondra?"
Kepala Shin menggeleng, dia belum sempat melihat apalagi mencobanya. Satu-persatu keluarga datang, melihat baju yang sudah tersusun rapi.
"Kak Gen, bagaimana soal keamanan? acara tiga hari lagi, apa sudah dipersiapkan?"
"Semuanya sudah diawasi sejak satu minggu yang lalu, kamu tidak harus khawatir Shin." Kali ini Genta menjamin tidak akan terjadi apapun.
Senyuman Shin terlihat, merasa lega karena dia tidak harus mengkhawatirkan hal yang tidak penting.
"Ayo kita ke kamar,"
Shin mengikuti Tika masuk ke dalam kamar pengantin, bercanda berdua sambil menghiasi kuku.
"Tik, apa kamu mengenal pria ini?"
Rasa penasaran Shin dirasakan oleh Tika, tidak ingin kejadian Dina terulang kembali secara diam-diam keduanya mencari keberadaan Reza.
Dari kejauhan Shin dan Tika melihat Reza yang sedang menghias kue berukuran lumayan besar.
"Apa kamu mengenal Kak Juna?" Tika tidak berbasa-basi lagi, dia harus mendengar kejujuran Reza sebelum turun langsung untuk menyelidiki.
Lama Reza diam memperhatikan Tika dan Shin, pertanyaan Tika terus diulang-ulang sampai Reza mengingat apa yang harus dia katakan.
"Arjuna, anak muda jenius keluarga Leondra?"
Kepala Tika dan Shin mengangguk bersamaan, mendengarkan Reza yang melanjutkan pekerjaannya.
Siapa yang tidak mengenal Juna, dia bisa dengan mudah menjadi pusat perhatian. Reza dan Juna pernah bertemu di sekolah tingkat atas. Pertemuan mereka sangat singkat karena Juna berbeda dengan anak lainya, dia bisa lulus dengan mudah hanya menggunakan otaknya.
"Aku tahu manusia seperti Juna ada di dunia ini, tapi Juna belum tentu tahu jika aku ada dan pernah berada di sekitarnya meksipun singkat." Senyuman Reza terlihat, dia merasa senang melihat Juna, tapi tidak berani menyapa karena belum tentu Juna mengenalinya.
"Kamu yakin hanya sebatas itu?" Tika memastikan kembali, dia ingin tahu detail.
__ADS_1
"Kenapa? jika tidak percaya coba saja selidiki. Kalian tidak akan kesulitan menemukan identitas ku." Kartu pengenal Reza serahkan, meminta Tika menyusut soal dirinya.
"Kamu jangan tersinggung, kita melakukan ini demi keamanan," ucap Shin meminta Reza mengerti ketatnya pengawasan.
"Saya mengerti Bu, makanya saya memberikan identitas." Reza memalingkan wajahnya, merasa tidak nyaman setelah mendapatkan kecurigaan dari Shin.
Suara langkah kaki terdengar, Reza melangkah mundur saat melihat Rindi juga muncul. Penampilan Rindi sangat berbeda, dia terlihat anggun dengan perutnya yang sedikit membuncit.
"Apa yang dilakukan bumil di sini?" Shin memeluk Rindi mengucapkan selamat.
"Baru bulan kemarin kamu salah lubang Rin, sekarang sudah ada isinya." Tawa Tika terdengar, mengejek Rindi yang tersenyum lebar.
"Siapa dia? apa pacarnya Shin? kenapa berpacaran dengan tukang kue?" Mulut Rindi ditutup kuat, ketiganya melangkah pergi menghindari Reza.
Senyuman Reza terlihat, menatap punggung Rindi. Sudah lama Reza mencarinya dan ternyata dia sudah menikah dan sedang mengandung.
"Sepertinya kamu berubah baik Rin, baguslah. " Wajah sedih terlihat, banyak hal yang terjadi di luar dugaan Reza.
Kebahagiaan dan keadilan tidak berpihak kepada Reza sama sekali. Dunia hanya berputar bagi orang-orang kaya yang bisa membeli kebahagiaan.
Setelah berjalan jauh, Rindi menghentikan langkahnya melihat kembali ke arah belakang. Dia merasa wajah Reza tidak asing sama sekali.
"Siapa pria itu? apa aku mengenalinya?"
"Semua manusia hampir kamu kenali, tidak sekalian mahluk astral." Tika meminta Rindi masuk karena harus banyak istirahat.
"Memang siapa Reza Kak?"
"Reza ... oh dia. Dulu dia koki kecil yang sangat bodoh,"
***
follow Ig Vhiaazaira
***
Tenang guys, Shin Juna pasti bakal sampai tamat juga. Ini masih awal bulan, episode masih panjang.
***
__ADS_1
follow Ig Vhiaazaira