ISTRI MUDA PAK POLISI

ISTRI MUDA PAK POLISI
DIA WANITA BAIK


__ADS_3

Kasus gadis remaja yang meninggal bunuh diri karena mengalami depresi mendapatkan keadilan, meskipun nyawanya tidak bisa diselamatkan.


Pihak kepolisian sudah mengamankan segala barang bukti, dan menghukum seorang ibu yang bekerja sebagai guru dan juga tujuh pria pelaku pelecehan.


Semuanya mendapatkan hukuman berat, karena bukan hanya pelecehan, tetapi kekerasan.


Anggun menetes air matanya melihat hasil persidangan, hatinya hancur membayangkan perasaan anak remaja yang hidupnya dihancurkan ibunya sendiri.


"Kenapa kamu menangis?" sebuah tisu diletakan ditangan Anggun, Dimas langsung melangkah pergi setelah puas melihat hukuman.


"Semuanya belum selesai." Tatapan Anggun tajam melihat wanita yang di vonis sepuluh tahun penjara, tapi masih bisa tersenyum melihat dirinya.


Pintu mobil terbuka, Anggun menatap Roby yang datang menjemputnya. Langsung pergi menuju ke apartemen, ada beberapa hal yang keduanya bicara tidak selalu soal pekerjaan.


"Kamu kenapa terlihat sedih?"


Kepala Anggun menggeleng, dia tidak mengerti dunia apa yang sedang ada di hadapannya. Hatinya terasa hancur sekali, hidupnya yang kesepian semakin sepi.


"Anggun, berapa lama kamu ada di pekerjaan ini? hal yang menyakitkan pasti akan datang, mungkin di setiap kasus." Senyuman Roby terlihat, meminta Anggun lebih kuat.


Alasan Roby membantu Anggun di masa lalu bukan karena kasihan, tapi karena dia sangat yakin dari seribu orang jahat Anggun menjadi salah satu yang baik


Banyak orang yang membutuhkan sosok seperti Anggun, meskipun hidup sulit dan kekurangan dia bisa berdiri kuat.


"Apapun masalahnya kamu mampu Anggun, jangan menyerah sebelum akhir."


"Kak Roby mengenal Aliya? dia siswa yang tidak lulus bertahun-tahun."


Roby langsung tertawa, dia mengenal baik Aliya yang selalu membuat onar. Gadis remaja yang sangat sulit di atur.


"Kak Roby bisa ceritakan awal mengenal Al?"


Senyuman terlihat, gadis remaja yang berusia belasan tahun masuk sekolah dengan menggunakan seragam sobek padahal hari pertama masuk sekolah tingkat atas.


Seluruh orang kebingungan, Al dipanggil ke kantor dan meminta orang tua Al datang namun tidak pernah ada yang muncul.

__ADS_1


Setiap hari Al pergi ke sekolah dalam keadaan berantakan, jika tidak berantakan dia datang dalam keadaan mengantuk dan tidur di kelas.


Aliya pindah sekolah bekali-kali, dan tinggal kelas selama dua tahun, namun saat di sekolah terakhir dia mengubah sikapnya hingga masuk ke kelas tiga.


Sekolahan tidak bisa mengeluarkan Aliya, karena dia siswa kelas tiga dan mengikuti ujian.


"Tidak ada hal baik yang Al lakukan, dia merokok, berkelahi, bahkan melawan guru." Roby ikut sedih saat mengetahui orang tua Aliya juga kejam kepadanya.


"Menurut kak Roby, apa Al gadis nakal?" Anggun berharap sekali ada satu orang yang bisa melihat sosok baik Aliya.


Kepala Roby menggeleng, ada saatnya Aliya anak yang sangat baik terutama kepada anak-anak yang bermasalah.


Meskipun sikap Al tidak bisa dibenarkan, dia memiliki sisi baik yang tersembunyi. Roby yakin Al memiliki kehidupan yang menyakitkan sehingga memilih untuk merusak diri sendiri, tanpa Al sadari dia membuat orang terdekatnya semakin benci


"Kak Roby salah, Aliya melindungi anak-anak sehingga dia membuat kekacauan agar fokus kepada dirinya." Anggun menunjukkan beberapa foto siswa yang lulus di atas Aliya.


Wajah Roby sedikit kaget melihat isi tablet Anggun, ada foto beberapa siswa yang Roby kenal.


Mereka semua korban pelecehan yang Al selamatkan, bahkan melindungi mereka dari kejahatan guru yang ingin melecehkan, juga menjual muridnya.


Kasus yang sudah selesai masih Anggun selidiki, dia ingin menghukum orang-orang yang bersalah, orang yang berhasil lolos dari kejaran Aliya.


Guru jahat yang menjual siswa-siswi yang kurang mampu hanya demi uang sudah mendapatkan hukumannya, tapi tidak bisa menghilangkan trauma yang sudah diberikan.


"Kata maaf tidak akan bisa membuat lupa apa yang salah." Anggun melangkah masuk ke apartemennya.


Di dalam mobil Roby tersenyum membayangkan wajah Aliya yang selalu mengatainya, bahkan menghinanya.


"Sekarang aku paham kenapa kamu selalu membicarakan untuk tidur bersama, karena kamu ingin menyingkirkan bajingan yang bersembunyi di balik status." Roby memegang dadanya.


Roby memejamkan matanya, secara tidak langsung dirinya juga seorang bajingan yang tidur dengan istri orang sampai hamil.


Mobilnya melaju pergi ke jalanan sambil melaju pelan masih memikirkan soal keinginan Citra untuk menikah, juga merebut hak asuh anak.


"Aku sudah menghacurkan pernikahan Altha, dan sekarang aku juga harus memisahkan seorang ayah yang meyakini jika bayi kecil anaknya. Seberapa banyak lagi kejahatan yang harus aku lakukan?" tangan Roby memukul setir mobil kuat dan mengerem melihat Aliya duduk di atas jembatan.

__ADS_1


Roby langsung keluar, berteriak meminta Aliya turun. Dia bisa jatuh ke bawah.


"Al, saya tahu kamu memiliki banyak masalah, tapi mati bukan solusinya." Roby mengulurkan tangannya.


Aliya tertawa merasa lucu melihat wajah Roby yang panik, dia tidak berniat bunuh diri hanya sedang menikmati angin.


"Ayo turun Al."


"Santai saja pak Roby, Aliya belum berniat mati." Al tersenyum melihat langit biru.


Roby mendekat, memegang kaki Aliya agar tidak jatuh ke belakang jika tidak dia bisa jatuh dan dibawa arus air yang sedang deras.


"Tempat ini indah, jarang dilewati orang dan menjadi tempat langganan bunuh diri." Senyuman Al terlihat, mengagumi awan yang terbentuk di langit.


"Apakah bapak ingin bermalam bersama saya? kenapa kamu tidak pernah mempertanyakannya lagi?"


"Pak Roby lucu, kita tidak ada dilingkungan sekolah lagi. Anda hanya pria dewasa yang tidak memiliki pekerjaan, hidup pak Roby tidak ada bedanya dengan Aliya. Keluarga kita sama-sama hancur, ditinggal dan dicampakkan." Al turun dan menepuk pundak Roby lalu melangkah pergi.


Langkah Al terhenti, melihat Roby yang menundukkan kepalanya berjalan mengikuti Aliya.


"Stop." Al menahan.


Al langsung mendekat dan memeluk Roby lembut, mengusap punggungnya sambil tersenyum.


"Sudah Aliya katakan apa yang terjadi tidak bisa dihentikan, kembali ke posisi awal. Jadilah diri sendiri dengan kebaikan, Aliya percaya pak Roby bisa melewati hari sulit." Senyuman Al terlihat melangkah mundur.


"Kamu salah Aliya, saya lelaki jahat. Bahkan aku tidak tahu kenapa bisa tidur dengan istri orang? dia ingin kami menikah dan merebut hak asuh, di sisi lain aku memikirkan perasaan mantan suaminya. Dia lelaki yang paling tidak beruntung di dunia ini." Air mata Roby menetes, langsung berlutut mengusap wajahnya.


"Wanita baik dia yang bisa menjaga kehormatannya, juga kehormatan lelakinya." Al melangkah pergi, dia tidak tahu jika Roby juga memahami perasaan Altha.


Seandainya Citra bisa berpikir seperti Roby mungkin Altha tidak akan terluka lebih dalam lagi, Mora juga bisa mendapatkan titik terang statusnya.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN TAMBAH FAVORIT JUGA

__ADS_1


FOLLOW IG VHIAAZAIRA


__ADS_2