
Tubuh Tika digoyang sangat kuat, Shin memukul kepalanya meminta Tika untuk bangun.
"Ada apa Shin?"
"Bangun, ayo keluar." Pintu mobil terbuka, Shin dan Tika keluar berdiri di belakang Genta.
Pria tua mempersilahkan Genta masuk bersama Shin dan Tika, rumah mewah dirawat dengan sangat baik terlihat sangat mewah.
"Bapak mengenal saya?"
"Tentu saya mengenal tuan muda, selama ini Tuan tinggal bersama keluarga Leondra. Rumah ini kosong dan sudah terlalu lama menunggu kembalinya Tuan muda." Kepala pria tua tertunduk, mengagumi Genta yang akhirnya datang berkunjung.
"Pak, dua wanita adik saya, Shin dan Tika." Tangan Genta menarik Shin memperkenalkan kepada penjaga rumah.
"Nona Muda, selamat datang. Maafkan saya tidak mengenali Nona."
"Panggil saja Shin,"
"Apa dia istrinya Tuan muda?"
"Bukan Pak, saya tidak mungkin menikahi tuan muda, tapi sudah tua." Teriakan Tika terdengar menatap sinis Genta yang geleng-geleng kepala.
Sebuah mobil mewah masuk ke dalam rumah, pintu mobil terbuka menatap Genta yang berdiri tenang menatap dingin.
Penjaga rumah menarik tangan seorang pria untuk memberikan salam kepada Genta, dan kedua Adiknya.
"Dia Tuan muda Genta, Nona muda Shin dan ...."
"Atika, astaga Tik kita bertemu lagi." Senyuman lebar terlihat.
Senyuman Tika terlihat, mengumpat di dalam hatinya melihat seorang pemuda yang memiliki banyak penggemar dan terkenal memiliki kekayaan, tapi kenyataannya kemewahan yang dimiliki bukan miliknya kecuali hak Genta dan Shin.
"Tuan muda, dia cucu saya. Dia orang yang ditugaskan untuk mendampingi Tuan."
"Panggil saja saya Genta Pak, dan saya tidak membutuhkan pendamping." Tatapan Genta terlihat sangat dingin tidak menyukai pria yang keluar dari mobil mewah.
"Tuan muda ternyata tampan sekali, sesuai rumor yang beredar, jika Tuan muda memiliki ketampanan yang luar biasa." Pundak Genta dirangkul, tapi langsung ditepis.
Genta melangkah masuk sambil merangkul Shin, Tika berjalan di belakang bersama pemuda yang selalu tertawa bersama Tika. Telinga Genta risih mendengarnya.
__ADS_1
"Siapa nama kamu? Kenapa terlihat tidak asing?"
"Tuan tidak kenal saya, perkenalkan Andrea Dovizioso. Saya cukup terkenal di kalangan anak muda." Andre berjabatan tangan dengan Genta.
"Bersikaplah lebih sopan kepada tuan muda,"
"Tik, kamu ingin melihat sesuatu. Akan aku tunjukkan beberapa tempat yang bagus di rumah ini." Andre merangkul Tika melangkah pergi berdua.
Senyuman Shin terlihat menatap wajah Kakaknya yang sinis melihat Andre dan Tika yang terlihat akur.
Melihat seisi rumah yang masih terjaga dan dirawat dengan baik membuat hati Shin tenang. Rumah yang pernah ditinggali oleh kedua orangtuanya. Foto-foto orang tuanya masih terpajang rapi.
Tatapan Genta melihat ke arah beberapa foto dirinya saat kecil bersama kedua orangtuanya, terlihat sekali tawa bahagia yang penuh keharmonisan.
"Sudah dua puluh tahun rumah ini kosong tuan, dan hanya rumah ini yang tidak bisa diambil oleh keluarga lain. Rumah ini atas nama tuan muda, dan ada beberapa aset yang sudah atas nama tuan." Penjaga rumah membuka ruangan keluarga.
"Sudah berapa lama Kakek ada di rumah ini?"
"Sekitar tiga puluh tahun, sejak Tuan masih muda, menikah, memiliki Putra dan calon anak kedua. Kakek sudah ada di sini, dan kebetulan melihat kebahagiaan keluarga ini."
"Kakek pasti mengenal baik Mama dan Papa, rumah ini terasa hangat dan nyaman." Shin menyentuh foto pernikahan kedua orangtuanya.
"Papa kamu memiliki sikap yang lembut, penuh kasih sayang, dan dia pria yang sangat tenang. Kebahagiaan terbesarnya bisa menikahi wanita yang dicintainya." Kakek tersenyum melihat foto pria muda yang hampir mirip dengan Genta.
Tawa Kakek terdengar, Mama Shin wanita yang sangat heboh, berisik, tidak bisa diam, setiap hari ada saja yang dia bicarakan, meskipun dia memiliki sikap yang pecicilan, Cahya wanita yang memiliki sikap pemimpin, tegas, dan sangat adil.
"Wajah kamu sangat mirip dengan Nona Cahya, kalian memiliki wajah yang cantik, juga tegas." Kakek menunjukkan foto Mama Shin saat muda yang memang menjadi jelmaan Shin.
Genta dan Shin masuk ke dalam ruangan, duduk santai melihat indahnya taman yang masih terawat. Kakek menyerahkan beberapa surat-menyurat yang memang sejak awal milik Genta.
Wajah Shin langsung tercengang, melihat Kakek yang sangat amanah mengembalikan apa yang sudah menjadi milik Kakaknya.
"Berapa banyak kekayaan keluarga ini?"
"Selain keluarga Leondra, keluarga ini masuk daftar kedua sebagai keluarga terkaya."
"Wow ... Shin yang memiliki banyak bisnis, tapi Kak Genta yang lebih kaya. Shin juga mau Kak." Bibir Shin monyong meminta harta warisan.
"Nona sangat lucu, mirip dengan Nona Cahya."
__ADS_1
"Shin tidak bercanda, aku mau."
"Kek, keluarga ini. Apa dulunya berebut kekayaan?"
Kepala Kakek mengangguk, membernarkan ucapan Genta. Kekayaan keluarga Genta sudah terbagi-bagi dan diambil oleh keluarga lain. Apa yang tersisa hanyalah bagian kecil yang memang sudah atas nama Genta.
"Aku tidak menginginkan aset ini, jika Genta boleh meminta bantuan. Tolong jaga rumah ini, sama seperti saat ada Mama dan Papa." Genta menyerahkan surat-menyurat kekayaannya.
Sebagian dari harta Genta serahkan kepada Kakek sebagai kesetiaan untuk Kakek yang masih menjaga milik kedua orangtuanya, dan setengah dari sisanya Genta sumbangan untuk beberapa tempat pengobatan, ibadah, museum, dan orang-orang yang berkebutuhan khusus.
"Kenapa Tuan tidak mengambil sedikitpun?"
"Aku sudah memiliki sedikit harta, dan biarkan aku menjalani proses hidup dari bawah. Warisan yang Kakek Ken berikan juga tidak habis sampai ke anak cucu." Senyuman Genta terlihat, menggenggam tangan Shin.
"Lalu Shin dapat apa?"
"Rumah ini, ganti nama milik Shin. Seluruh isi, mobil, dan aset lainnya. Pindahkan atas nama Shin." Genta memberikan perintah kepada Kakek untuk pertama kalinya.
"Kak, Shin hanya bercanda." Pelukan Shin sangat erat, mengagumi Kakaknya.
Tangan Genta mengusap kepala Adiknya, sudah Genta katakan berkali-kali jika harta dalam hidup Genta hanyalah Shin. Dirinya tidak membutuhkan kemewahan apapun, cukup bisa hidup bersama adiknya.
Kakek mengusap punggung Genta, mencium tangan Genta yang seakan-akan melihat pria yang dua puluh tahun lalu pergi untuk selamanya.
"Kamu memiliki hati yang sama seperti Papa kamu, keluarga adalah harta."
Senyuman Genta terlihat, kekayaan yang diperebutkan hanya akan membuat berantakan. Genta tidak ingin apa yang terjadi di masa lalu terulang kembali, seperti pesan Kakek Ken untuk melepaskan segalanya.
Sejak kecil Genta hidup berkecukupan, nikmat apa yang belum dirinya rasakan. Jika memang ditakdirkan dirinya memiliki kekayaan duniawi, maka Genta akan mendapatkan dengan keringatan sendiri sehingga tidak menjadi rebutan di masa depan.
"Keputusan Tuan muda benar, saya bangga dengan Tuan yang memiliki pemikiran yang luas."
Shin juga bangga kepada kakaknya, harta tidak bisa membeli harga dirinya yang dijunjung tinggi penuh kehormatan.
***
follow Ig Vhiaazaira
***
__ADS_1
banyak request hadirnya pengemar Tika, author kabulkan.
Banyak request Shin Juna, sabar ... kalian pasti kecewa jika kisah mereka dimulai 🤣