
Selesai makan Aku dan Papah langsung masuk kamar, Papah duduk di sofa sedang Aku masuk kamar mandi untuk mengganti bajuku dengan baju tidur.
"Mas,,, udah dong jangan kerjaan aja yang di urusin.Mas tuh belum bersih bersih badan loh, "kataku.
"Iya Sayang,,, bentar lagi ini, "jawab Suamiku.
Aku langsung merebahkan badanku di kasur, sedang Suamiku masih saja dengan laptopnya, Aku tunggu sampai 10 menit ngga bangun bangun, dan Aku langsung mengancamnya.
"Mas,,, kalau Mas ngga mau bersih bersih sekarang juga,Dinda ngga mau tidur bareng Mas.Mas tidur di sofa aja,! "acamku.
"Iya Sayang,,, ini Mas bereskan, galak amat sih,,, "kata Suamiku sambil membereskan laptopnya.
"Lagian kalau ngga di galakin Mas masih tetep aja plototin laptopnya, "kataku. Dan Suamiku langsung masuk kamar mandi.
Setelah keluar dari kamar mandi, Suamiku mematikan lampu kamar, lalu berjalan menuju ke kasur.
Suamiku langsung menarik badanku agar kita saling berpelukan.
"Ayah kok belum pulang ya Mas,, "kataku.
"Biarin aja sih Dek, mungkin Ayah masih pengin berduaan dengan Ibu, "jawab Suamiku sambil menciumi rambutku.Dan Aku hanya mengangguk.
"Besok Mas sudah menyuruh jasa angkut barang untuk membantu kita pindahan, "
"Kok besok, katanya besok lusa,, ?"kataku sambil mendongakan wajahku.
"Biar Adek awal kuliah ngga terlalu cape besoknya, "
"Oh gitu,, "dan Suamiku menjawab, "Iya"
Saat kita sedang mengobrol, ada suara Ayah yang sedang mengetok pintu sambil memanggil Suamiku.
Tokkk.. Tokkk..
"Ji,,, dah tidur belummm... "kata Ayah. Sambil mengetuk pintu.
"Iya.Tungguuu.... bentar, "jawab Suamiku
"Dek Mas mau nyamperin Ayah dulu yah, Adak tidur aja dulu, "kata Suamiku sambil bangun dari kasur. Dan Aku hanya menjawab "Iya"
.
.
.
__ADS_1
Di Dapur POV Agung Pamuji
"Ada apa sih Yah,, malam malam ganggu orang lagi kelonan aja, "kata ku sambil ku tutup kembali pintu kamar.
"Ya elah kamu tuh Ji,, penginya kelon mulu,
temenin aku dulu lah, besok aku pulang kampung ini, kamu bisa bebas besok, "kata Ayah mertuaku. aku hanya tersenyum mendengarkan jawabanya.
"Besok ke setasiun jam Berapa Yah,? "tanyaku.
"Jam 6 pagi dari sini, kamu harus jangan telat bangun, kalau sampai telat bangun,Aku dobrak pintu kamarmu nanti, "kata Ayah sambil berjalan menuju sofa mendekat ke padaku.
"Tenang,, hari ini Aku libur dulu kok Yah, jadi bisa bangun pagi,"jawabku.
"Bagus lah,,, jadi anaku juga biar istirahat, "Aku hanya tersenyum mendengarkan jawaban Ayah.
"Rencana untuk ijabnya kapan Yah,? "tanyaku.
"Kita lagi nunggu cutinya Farida turun, "
"Oh,, gitu. Trus nanti Ayah yang akan pindah ke kota, "
"Iyaa. Susah Ji kalau kita ngga ada yang mau mengalah, jadi Aku putuskan untuk yang pindah ke sini, "jawab Ayah.
"Mau Aku bantu cariin kerjaan ngga yah,? apa mau nunggu pengajuan Ayah untuk pindah tugas di trima,? Kalau nunggu pengajuan perpindahan tugas pasti lama, mendingan sinih siapin lamaran ,Aku masukan di setaf kantor rumah sakit, siapa tau ada lowongan, tapi terserah Ayah sih ,tapi kalau nunggu pindah tugas Ayah pasti akan tinggal berjauhan dengan Ibu lumayan lama dong, "sambil Aku tersenyum meledek.
"Iya,,, Ayah pikirkan aja dulu, "jawaku.
Ahirnya Aku dan Ayah pun mengobrol sampai jam 11, sampai kita pun memutuskan untuk tidur setelah melihat jam.
Aku masuk ke kamar dan langsung menuju kasur, Aku langsung naik dan menarik tubuh Istriku agar mendekat, sepertinya Istriku tidur sangat nyenyak sampai Aku geser badanya dia tidak terbangun.
Aku terbangun setelah mendengar bunyi hp dengan kencangnya, saat Aku ambil hpku ternyata panggilan masuk dari Ayah.Ya ampun ni mertua bangunin pake telfon segala. Aku lalu mengangkatnya dan bilang, "Ya nih Yah dah bangun, "dan langsung Aku matikan.
"Siapa Mas yang telfon pagi pagi gini, ?"tanya Istriku.
"Ayah yang menelfon. Adek mau ikut ngantar Ayah ke setasiun ngga,?"sambil ku rapikan anak rambut yang menutupi wajah Istriku.
"Iya,, Dinda mau ikut.Soalnya Dinda lagi pengin bubur ayam jadi pulang antar Ayah kita mampir beli bubur ayam ya Mas, "
"Ya udah sekarang kita bangun dan bersiap, "jawabku." Tapi sebelumnya Mas mau ini dulu ya Dek, "kataku sambil menujuk dua daging kenyal Istriku yang menyembul di balik baju tidurnya yang tipis.
"Tapi Mas,,, nanti ke buru siang, takut Ayah marah,"jawab Istriku yang akan bangun dari tidurnya.
"Bentar aja kok Dek,, yah.. "Sampil ku tarik badan Istriku agar tiduran lagi. "Janji bentar aja, "kataku lagi sambil ku acungkan dua jariku seperti tanda V.
__ADS_1
"Bentar apaan kalau udah begini ya pasti Mas mah minta lanjut,, uuhh pelan Masss sakitt.. "kata Istriku karena Aku menyedotnya dengan kencang, karena sangat gemas dan bikin nap*su kalau sudah bermain dengan dua daging kenyal Istriku ini.
"Hhemmmmm,,,, "suaraku yang sedang menyedotnya dengan kencang, sedang Istriku makin klojotan.
Tokkk...Tokkk....
"Jiii,,,,,, bangun, "teriak Ayah sambil mengetok pintu.
"Dinda,,, bangunn udah siang ini,, "
"Udah ya Mas,,, itu Ayah sudah memanggil kita, "kata Istriku sambil mendorong kepalaku agar terlepas dari dua daging kenyalnya.
Aku pun langsung melepaskan mulutku dari daging kenyal Istriku dan langsung bangun membuak pintu.
"Iya Yah,,, kita sudah bangun, tadi kita tuh lagi isi tenaga dulu biar badan kita segar"jawabuku setelah pintu ku buka.
"Udah buruan kalian siap siap,Aku tunggu yah, jangan lama lama, "jawab Ayah yang langsung pergi. Sedang Aku langsung masuk ke dalam kamar.
Sepertinya Istriku sudah masuk kamar mandi, karena di kasur sudah tidak ada lagi. Aku pun langsung menuju kamar mandi, saat ku tekan gagang pintu kamar mandi, rupanya tidak di kunci oleh Istriku dan Aku pun langsung masuk.
"Mas mandi gih,, Dinda udah han nih mandinya,Mas jangan lama lama yah takut Ayah nunggunya kelamaan, "kata Istriku yang berjalan ke luar dari kamar mandi.
"Iya,,, Mas akan cepat mandinya, "jawabku. Apes deh niatnya pengin mandi bareng malah Istriku udah selesai.
Setelah semua sudah siap kita pun berangkat menuju setasiun G, dan karena masih pagi dan juga hari libur membuat perjalanan tidak macet. Setelah Ayah masuk ke setasiun kita langsung pergi dan kita akan mencari bubur ayam keinginan Istriku.
Setelah melihat penjual bubur ayam Aku langsung memarkirkan mobilku. Dan kiat keluar dari mobil menuju tukang bubur ayam.
Istriku memesan dua mangkuk, setelah pesan kita mencari tempat duduk,karena lumayan rame membuat kita lumayan agak lama menunggu. Sekitar 10 ahirnya datang juga dua mangkuk bubur ayam ke hadapan kita.
Aku melihat Istriku meracik bubur ayamnya dengan menambahkan daun bawang, kecap manis juga sambal, sepertinya punya Istriku lebih enak.
"Dek,, Mas mau punya Adek dong, kita tukeran yah, "sambil Aku ambil mangkuk Istriku dan Aku memberikan mangkuk buburku pada Istriku.
"Kenapa sih Mas,, sama aja kok, tinggal di tambahin ini sama ini kok, "kata Istriku sambil menujuk sambel dan potongan daun bawang.
"Tapi Mas maunya punya Adek, ngga papa yah Sayang, "kataku sambil Aku tersenyum.
Ahirnya kita pun menghabiskan bubur ayam kita, dan sekarang kita langsung pulang ke apartemen,kita akan membereskan barang barang yang akan kita bawa ke rumah baru kita.
**Terima kasih buat kaka kaka semua yang telah memberi ku saran dan juga terima kasih atas komentarnya juga, aku sangat senang kalau ada masukan dari kaka kaka semua, aku juga ingin ceritaku menjadi lebih baik dan lebih enak di bacanya, jangan sungkan sungkan untuk mengkritik dan komentar untuk ceritaku ya kak, trimakasih...
Untuk Dinda yang tanda tanda sudah hamil,sebenarnya aku bikin cerita ngalir aja gitu ,tapi kok memang seperti tanda tanda orang hamil yah, soalnya nanti aku mau kasih sedikit konflik buat Dinda dan Agung, jadi mereka tidak menyadari tentang kehamilan Dinda. walou Agung itu dokter tapi dari Dindanya tidak menujukan ke anehan jadi Agung juga tidak punya fikiran Dinda sedang hamil. pokoknya tungguin dan ikutin terus ceritaku ya kak.
Dan jangan lupa like, komen dan votenya yah kak, sekarang jadi menurun nih,,maaf ngga maksa kok kak, cuman biar aku semangat nulis,heheee...
__ADS_1
Salam sayang darikuπππππ**