
Agung dan Dinda sangat bangga pada anak kembarnya,karena lulus dengan nilai yang sangat memuaskan.
Nilai Tiya lebih tinggi dari Iza tapi cuman beda angka dua saja.
"Kalian jadinya pengin kuliah di mana,?ngga boleh keluar Jakarta,harus di Jakarta,Papah dan Mamah ngga mau jauh dari kalian,"kata Dinda.
"Iya Mah,kita belum putuskan,kita masih mencari kampus yang paling bagus dulu,"jawab Tiya.
Mereka sedang ada di ruang keluarga selesai makan malam,ke empatnya lanjut ngobrol.
"Mah,,Pah,,Kita boleh liburan ngga,Adek sama Kaka di ajakin Zee sama kakanya untuk liburan ke Bali,?"kata Iza,padahal Zee ngga bilang kalau kakanya mau ikut,Iza bilang seperti itu karena biar di izinkan,Tiya langsung membuka matanya saat mendengar Iza bohong,tapi Iza ikut membuka matanya bertanda kalau biarin bohong juga.
"Ke Bali,,berapa hari,,?"
"Ya kalau boleh sih seminggu,"
"Seminggu,,ngga itu kelamaan,kalau kalian mau ke Bali Mamah kasih izin 3 hari aja,"
"Mah,,,tiga hari mah bentar banget dong,gimana kita mau nyegerin fikiran,seminggu ya Mah,,"
"Makanya Zee itu Beni kan,?"Iza mengangguk.
"Emang dia ngga kerja,?"Iza sedikit bingung menjawabnya,lalu melihat Tiya untuk minta bantuan.
"Kak Beni ambil cuti Pah,soalnya kak Beni ngga kasih izin kalau Zee pergi sendiri,makanya kita pengin ikut ke Bali karena kakanya Zee ikut,jadi ada yang jagain kita,"
"Kalau gitu coba papah mau tanya dulu ke Beni,dia mau ngga jagain kalian juga,telfon beni sekarang gih Papah mau bicara,"Iza dan Tiya langsung kaget dan bingung.
"Eemmm gini Pah,bukanya kita ngga mau telfon kak Beni,tapi kita ngga ada yang punya no nya,terus Zee dan kak beni juga belum tau kalau kita mau ikut,tadi Zee bilang ke kita kalau mau liburan ke Bali sama kakanya gitu doang Pah,lalu Adek sama Kaka kepikiran buat ikut,kita izin ke papah dan mamah dulu,kalau boleh kita baru bicara sama Zee dan kakanya,jadi Papah bicara ke kak Beninya besok aja yah,nunggu kita bilang dulu sama mereka,ya Pahh,,ya Mah,,"
Agung dan Dinda saling tatap dan merasa ada yang aneh dari perkataan mereka,tapi Agung dan Dinda akhirnya menjawab iya,dengan satu sarat Beni harus datang ke rumah.
Setelah mengobrol cukup lama Iza dan Tiya naik ke kamarnya karena sudah malam juga,keduanya langsung bingung,dan masuk ke kamar Tiya untuk membahas tentang Beni.
"Gimana ini Kak,?"
"Ya jalan satu satunya kamu yang ngomong sama Kak Beni,"
"Mati Adek Kak,,Adek kan selalu jutekin dia ,"
"Ya mau gimana lagi,coba kamu telfon Zee dan bilang padanya buat bilang ke kakanya,"
"Oh iya ya kak,coba Adek telfon Zee,"
Iza telfon Zee,dan Menceritakan yang tadi habis di bahas dengan kedua orang tuanya,Zee lalu bilang akan membantu bilang sama kakanya.
Iza sedikit lega,karena Zee mau membantunya,selesai telfon Zee balik ke kamarnya untuk tidur.
Pagi harinya,Iza bangun dan mengambil hpnya yang ternyata ada pesan masuk dari Zee.
"Za,,kata Kaka ku kamu yang suruh bilang padanya sendiri,kalau kamu mau bicara sama Kaka ku dia akan bantu,tapi kalau kamu ngga mau bicara sendiri Kaka ku ngga mau bantu,"
Iza selesai baca langsung mengacak acak rambutnya sendiri,dan kesal sendiri.
"Zee bilang sama Kaka mu ,nanti siang Aku akan ke rumahmu,hari ini kakamu ngga kerja kan,?"
__ADS_1
Iza lalu ke kamar mandi sambil sedikit kesal."Pasti dia nanti balas dendam nih cuekin Aku balik,"
Selesai dari kamar mandi,Iza lalu ke kamar Tiya.
"Kak,,Kaka dah bangun,,"sambil mengetuk pintu.
"Sudah,,tunggu,,"teriak Tiya dari dalam kamarnya,Lalu Tiya membuka pintunya.
"Kak,,Zee bilang kalau Kaka nya minta Iza yang bilang sendiri padanya,sebel banget deh ih,,"sambil menjatuhkan badanya di kasur.
"Ya udah sih Dek ngga papa kamu bilang ke kakanya Zee juga,dia itu kan suka sama kamu jadi apa pun keinginan kamu pasti di turuti,"
"Iihh,,tapikan Adek ngga suka kak,,jadi tuh gimana gitu,"
"Ya di coba aja ,biar kita bisa liburan ke Bali,iya kan,,"
"Tapi nanti Kaka jemani yah,"
"Iya,,nanti Kaka temani,"
Keduanya lalu di panggil untuk sarapan ,saat sarapan Iza dan Tiya sekalian izin mau kerumah Zee.
"Pulangnya jangan sore sore yah,"
"Iya Mah,,"jawab keduanya.
Jam berlalu,Dinda dan Agung sudah pergi ke klinik karena ada urusan,Sedang Kembar lagi bersiap untuk pergi kerumah Zee.
"Kak,,ayo berangkat,,"sambil membuka pintu kamar Tiya.
Keduanya pun berangkat ke rumah Zee di antar pak supir.
Di rumah Zee,Beni sudah bilang ke Zee kalau nanti Iza sedang bilang padanya,Zee dan Tiya di suruh pergi,Beni ingin mengobrol berdua saja,soalnya ini baru pertama kalinya Iza mau bicara dengan Beni.
Jam 11 kembar sampai di rumah Zee,pak supir di suruh pulang,karena kasihan kalau menunggu lama di rumah Zee.
"Ayo masuk,,"kata Zee saat membuka pintu.
Ketiganya masuk ke dalam,dan duduk di sofa langsung.
"Kakamu ngga pergi kan Zee,"
"Ngga,, tenang aja sih Za,udah kangen yah,"Zee meledek.
"Apa sih,,di mana dia sekarang,,"
"Ada di belakang ,"Sambil menujuk kolam renang.
"Dia lagi renang,?"Zee mengangguk.
"Udah Sanah samperin,bilang padanya untuk mau bantu kamu bilang ke orang tuamu,biar kita bisa liburan bareng,"
"Ayo dong temenin,,aku ngga mau kalau sendiri,"
"Ya udah yuk kita temenin,"
__ADS_1
Ketiganya lalu menuju kolam renang,Beni sudah selesai renang,Beni sedang tiduran sambil berjemur,Beni memakai celana pendek tapi tidak pake baju memakai kacamata hitamnya,sambil bermain hpnya.
"Zee,,bilang kakamu suruh pakai baju dong,ngga enak di lihatnya,"kata Iza saat melihat Be!i ngga pakai baju.
"Iya nanti Aku bilang,,"
"Kak,,Iza datang nih,"Beni menengok dan melihat Ada Iza dan Tiya,Beni lalu mengambil baju handuk,dan di pakainya.
"Duduk lah,,"kata Beni.
Ketiganya duduk dan Iza mulai bicara,Zee lalu memberi kode pada Tiya untuk pergi ,Tiya pun mengangguk.
"Aku mau ambil minuman yah,sama cemilan,"Zee bangun dari duduknya.
"Tiya,,bantuin Aku yuk,"
"Iih,,nanti aja ambil minumnya,kan Aku belum selesai bicara,"
"Kita bentar kok,kamu ngomong dulu aja sama kakaku"
"Iya Dek,kita bentar kok,"
Zee dan Tiya punpergi,sekarang hanya ada Iza dan Beni.
"Kamu mau minta bantuan apa Za,,?"tanya Beni sambil melihat ke arah Iza,sedang Iza menunduk karena Beni terus menatapnya.
"Iza mau minta bantuan Kaka,Iza dan Tiya mau ikut Zee jalan jalan ke Bali,dan kata mamah dan papah kalau ngga ada yang jagain kita,kita ngga boleh ikut,Iza bilang ke papah kalau kak Beni ikut buat jagain kita,"Beni tersenyum.
"Kamu pengin Kaka ikut yah Za,,?"
"Ngga,,Iza kan hanya alasan,dan itu juga asal keluar aja dari mulut Iza,"
"Terus Kaka bisa bantu apa,?"
"Papah mau ketemu Kak Beni,dan kak Beni suruh ke rumah,"Beni mengangguk.
"Kenapa Kaka di suruh kesana,?"
"Papah katanya mau minta jagain kita nanti di sana,karena Papah dan Mamah itu kuatir kalau ,"
"Baik,,Kaka akan datang ke rumah kamu,dan akan bilang kalau Kaka akan ikut ke Bali,dan akan jagain kalian di sana, tapi Kaka juga minta syarat dari kamu,,"sambil tersenyum.
"Kenapa pake syarat sih Kak,,"
"Harus dong,kamu aja selalu cuekin Kaka,sekarang selagi kamu butuh bantuan Kaka,ya Kaka akan memanfaatkanya,"
"Ih nyebelin banget sih,,"
"Gimana,,mau ngga,,?"Iza sedikit memanyunkan bibirnya,dan juga berfikir.
"Apa syaratnya sih ,,?"
"Kamu mau jadi pacar Kaka,kakak udah bilang suka sama kamu tuh dah berapa kali loh Za,tapi kamu selalu aja mengabaikanya,Kaka tuh beneran suka sama kamu,yang buat kamu ngga suka sama Kaka tuh Apa sih,?"Iza langsung kaget dengan syarat yang di minta Beni.
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...
__ADS_1