
Rizki benar benar nekat, Rizki keluar dari kamarnya dan langsung menuju kamar Zara, Rizki terus saja mengetuk pintu kamar Zara ,Zara yang mendengarnya langsung membuka pintu.
"Abang mau ngapain,,?"
"Mau jemput kamu,, ayo ke kamar Abang, "Zara menggeleng.
"Kalau ngga mau, Abang yang akan tidur di sini, "Rizki sambil masuk ke kamar Zara.
"Iihh,, jangan masuk,nanti Mba Mimin bangun,, "sambil menarik tangan Rizki.
"Ya makanya ayo ke kamar Abang,, "sambil berhenti berjalan.
"Tapi,,, "
"Ngga usah tapi tapian,,, ayo, "Rizki menarik tangan Zara menuju kamarnya.
Sampai di kamar Rizki, Zara diam berdiri dan tidak mau naik ke kasur.
"Kenapa diam,, ayo sini naik, ini udah malam, kita harus tidur, besok mau lihat lihat kampus kan,"
Zara dengan pelan memdekat ke kasur, saat sudah dekat Rizki langsung menarik tangan Zara. dan Zara jatuh di kasur.
"Ayo tidur,, "Rizki lalu menarik slimut untuk menutupi badan mereka.
Lalu Rizki memeluk Zara di bawah selimut tebal. Zara tadinya kaku tidak mau membalas pelukan Rizki, tapi lama lama Zara pun membalas pelukan Rizki, dan memendamkan wajahnya di dada Rizki. Rizki mencium kening Zara dan setelah itu mereka pun memejamkan matanya. tapi sebelum itu Rizki mematikan lampu kamarnya.
Zara terbangun karena merasa ingin pipis, Zara melepaskan pelukan Rizki lalu turun dari kasur dan menuju kamar mandi.
"Dari mana,,? "tanya Rizki yang sudah turun dari kasur, dan lampu juga sudah menyala.
"Dari kamar mandi, Zara habis pipis,, "setelah menutup pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Abang nyariin tau ngga, kirain kamu ninggalin Abang,, "
"Ngga lah Bang,, ya udah ayo tidur lagi, ini masih jam 2,"kata Zara sambil berjalan menuju kasur.
Rizki lalu mematikan lampunya lagi dan naik ke kasur, lalu memeluk Zara lagi. kali ini Zara tidur membelakangi Rizki, dan Rizki memeluk dari belakang. karena hawa dingin dan gulingnya hidup membuat milik Ruzki berdiri.
Zara sebenarnya merasakan benda keras ada di belakang boko*ngnya,tapi pura pura tidak merasakanya. tapi Zara merasakan makin ke sini seperti kedut kedut.
"Bang,, ininya mundur dikit coba,, "sambil mendorong pinggul Rizki.
"Kenapa emangnya hemm,, "
"Ada yang gerak gitu,, "Rizki tersenyum mendengar perkataan Zara.
"Kamu ngga pengin tau apa yang gerak ini, ?"
"Ngga,, udah ah tidur,, "
"Bodo ah,, Zara mau tidur besok kan kita harus pergi pagi,, "
"Iya,, tapi Abang beneran nih ngga bisa tidur, ginana dong,, "
"Pejamin matanya coba Bang, pasti tidur lama lama juga,,apa Zara balik ke kamar Zara aja,, "
"Jangan,, tetap di sini aja,, "
"Ya makanya jangan macam macam,, "
"Iya sayang,, tapi tidurnya hadap sini napa,, "sambil menarik Zara agar menghadap padanya.
Lalu setelah Zara menghadap ke Rizki, Rizki pun tersenyum senang, dan Zara tetap memejamkan matanya untuk tidur. Rizki yang tidak bisa tidur lalu iseng pada Zara, di usapnya pipi Zara dengan jari tanganya.
__ADS_1
"Bang,, jangan iseng napa sih,, "
"Rasanya Abang ingin cepat cepat nikahin kamu Za,, Abang kalau di dekatmu seperti kesetrum gitu,, ininya Mas bangun terus,, "Zara sebenarnya dengar, tapi ngga mau menjawabnya.
"Nanti setelah kuliah kita nikah aja yah, nanti Abang bilang ke Papahmu,, "Zara langsung membuka matanya.
"Ngga usah bicara macam macam deh Bang,,lebih baik sekarang kita tidur, "
"Abang ngga bisa tidur,,, "
"Ya sudah sinih Zara usap usap,, "Zara menarik kepala Rizki untuk di letakan di dadanya, lalu Zara mengusap usap punggungnya.
Tapi rupanya Zara salah besar, justru Rizki merasa senang karena di depan wajahnya ada buah dada yang sangat menggoda.
Zara lalu mengusap usap punggung Rizki,dan Rizki pura pura tidur, setelah Zara sudah tidak mengusap usap punggung Rizki dan sudah terlihat tidur, Rizki lalu dengan pelan menggeser kepalanya ,Rizki dengan pelan melepaskan kancing baju Zara satu persatu, setelah terlepas 3 kancing bajunya, Rizki lalu melihat buah dada yang masih terbungkus dengan indahnya. lalu Rizki menarik pembungkusnya ke bawah, dan sekarang terlihatlah dada Zara yang besarnya sedang, dan ada daging coklatnya yang masih terlihat kecil.
Lalu Rizki mendekatkan wajahnya dan menciumi dada Zara, setelah menciumi Rizki lalu menj*ilati dan memainkan ujung daging kecilnya dengan lidahnya. Zara bergerak sepertinya merasa kegelian. Rizki yang sudah tidak tahan justru langsung menyedotnya, dan Zara pun terbangun.
"Abang,, Abang ngapain sih, ihh,, jangan,, "sambil mendorong kepala Rizki. lalu merapikan bajunya.
"Maaf,, Abang soalnya ngga bisa tidur, jadi,, "Zara langsung memotong perkataan Rizki.
"Udah ah Zara mau balik ke kamar Zara aja,, "sambil bangun dan turun dari kasur.
"Za,, jangan tidur sini aja,, maaf deh Abang salah,, "sambil memegangi tangan Zara.
"Kalau Zara tidur di sini justru Abang ngga bakalan tidur,jadi Zara balik ke kamar aja,, "sambil menarik tanganya dari tangan Rizki. dan Zara pun keluar dari kamar Rizki.
Rizki di kamarnya langsung menjambak rambutnya, dan merasa kesal dengan dirinya sendiri.
Jangan lupa, like komen dan votenya, trimakasih...
__ADS_1