MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Menghabiskan Malam Berdua


__ADS_3

Sampai di apartemen Rizki dan Zara merapikan barang belanjaan, dan di letakan di tempat yang pas.


"Sayang,, kamu bisa masak kan,,? "


"Bisa,, masak mei instan mah,, "


"Selain itu,, "Zara menggeleng.


"Goreng telor juga ngga bisa,, "


"Ngga,,, "


"Rebus air,, "


"Itu mah bisa, kan buat masak mie harus rebus air,, "Rizki hanya mengelengkan kepalanya.


"Emang Abang bisa masak,, "


"Bisa,, "


"Bo'ong ,masak apa,? masak air juga sama ama Zara,,? "


"Ngga lah,, Abang bisa masak, seperti bikin sup, tumis sayur, masak daging, Abang mah pintar,, "


"Hemmm,, iya deh,, yang pintar mah,, "


"Ini apa Bang,, "


"Itu daging ayam filet,,Abang mau masak nanti,, "


"Masak apa,,? "


"Nanti lihat aja, pasti suka,, "mereka berdua mengobrol sambil merapikan barang.


Rizki lalu memisahkan bahan yang mau di masaknya.


"Sayang,, Abang beli baso sama sosis, ini kamu bisa pake saat kamu bikin mie yah,, "


"Iya,, trus gimana caranya,, "


"Ya Tuhan kamu ngga tau caranya, "Zara menggeleng.


"Kalau air yang buat rebus sudah mendidih masukin sosis sama basonya, tp di iris iris dulu yah kecil kecil, trus setelah di rebus sekitar 5 menit, masukan mienya,, ngerti,, "Zara mengangguk.

__ADS_1


"Kalau pake telor gimana,? "


"Ya itu tadi barengin sosis sama baso aja, kalau mau pakai telor,, "Zara mengangguk tanda mengerti.


Lalu Rizki mengajari Zara masak nasi menggunakan mejikom.Zara yang melakukanya dan Rizki yang mengarahkanya.


Sekitar jam 4 sore Rizki mulai menyiapkan bahan masakan, Zara pun membantunya. Rizki memasak ayam teriyaki dan salad sayur.


Satu jam kemudian masakan pun sudah matang, dan mereka langsung makan bersama.


"Enak,,,? "tanya Rizki.


"Enak banget,,, "Jawab Zara dengan lahapnya.


Zara makan sangat banyak, sampai kekenyangan. untungnya Rizki bikin cukup banyak jadi bisa buat tar malam kalau lapar.


Karena Rizki berencana pulang besok pagi, dan ingin menghabiskan malam terahir mereka dengan berdua saja.


Zara yang kekenyangan langsung naik ke kasur, karena Zara juga merasa ngantuk.


Sedang Rizki merapikan dapur dan mencuci piring yang kotor. Setelah bersih semuanya Rizki lalu mandi.


Selesai Mandi Rizki hanya mengunakan celana pendek, tanpa memakai baju Rizki pun ikut tidur, karena Rizki pun merasa mengantuk. dan Rizki menarik Zara untuk di peluknya.


Zara mau bangun karena mau menyalakan lampu,dan mengangkat tangan Rizki yang sedang memeluknya. tapi Rizki lalu menahanya.


"Mau ke mana hemmm,,, "


"Mau nyalain lampu dulu kak,, "


"Ngga usah,, enak gelap begini,, ngga silau, "


"Tapi Zara ngap kak,, "


"Ya udah nyalakan yang di dapur aja, dan pintunya di buka, lalu kordenya juga di buka biar ada cahaya dari luar,, "


"Iya,, "Zara menurut, lalu bangun dan menyalakan lampu.


Setelah korden di buka, terlihat kota singapur yang sangat indah, Zara bukanya kembali naik ke kasur, malah berdiri di balkon, menikmati angin dan pemandangan indah di depanya, juga lampu lampu menyala dengan sangat indah.


"Kenapa ngga masuk, di sini dingin,, "sambil memeluk Zara dari belakang, dan Rizki sudah memakai kaos.


"Zara lagi menikmati indahnya kota singapur dari sini Bang,, ternyata indah banget yah,, "

__ADS_1


"Tapi bagi Abang hal paling indah itu saat berdua denganmu di atas kasur dan kita saling peluk,, "


"Abang apaan sih,, "sambil mencubit tangan Rizki yang memeluk badanya. sedang Rizki bukanya kesakitan malah tersenyum.


Rizki masih memeluk Zara dari belakang dan Rizki sambil menciumi pipi dan leher Zara.


"Abang,, geli,, "kata Zara dengan suara yang di tahan.


"Di sini dingin, kita masuk yuk,, "Zara berkata apa Rizki menjawab Apa.


Saat Zara berbalik untuk menghadap Rizki, belum sempat Zara bicara, Rizki sudah menyambar bibirnya Zara duluan.


Rizki langsung me****** bibir Zara dengan sangat rakus, Zara yang belum siap sampai terdorong kebelakang. Rizki lalu memeluk pinggang Zara dengan satu tanganya, dan satu tanganya lagi menahan kepala Zara dari belakang.


Karena posisi yang kurang nyaman, Rizki lalu menggendong Zara untuk masuk ke dalam. dan meletakan Zara di kasur.


"Malam ini adalah malam terahir buat kita, dan kita ngga tau kapan bertemu lagi, jadi malam ini Abang ingin bersamamu dan menghabiskan malam ini berdua,, "Rizki posisi ada di atas badan Zara.


"Tapi Bang,, "


"Ngga usah takut,, Abang ngga akan melewati batas,, "Zara pun mengangguk.


Rizki lalu kembali menciumi Zara, dan Zara pun menyambutnya, tangan Zara di kalungkan di leher Rizki. dan mereka saling melu*mat bibir.


Ciuman Rizki pindah ke leher, dan di leher Rizki menji*lati leher Zara yang putih dan mulus, Rizki tidak meminggalkan jejak di leher Zara karena Rizki pun tau kalau itu tidak baik.


Lalu tangan Rizki ngga tinggal diam, tangan Rizki mengarah ke dada Zara. tapi masih di luar baju.


Karena di luar baju susah ,Rizki lalu melepaskan baju Zara, Zara hanya menurut.


Rizki tanpa menunggu lama langsung melahap dada Zara, dada yang masih kencang dan ukuranya cukup besar.


"Banggg,,, pelann,, sakitt,, "karena Rizki meremas dan menyed*otnya ngga pake pelan, membuat Zara kesakitan.


"Iya sayang,, maaf,, Abang akan pelan, "


Lalu Rizki pun melakukanya dengan sangat pelan, dan di dada Rizki baru memberikan tanda merahnya. Zara menikmatinya, rasanya geli tapi nikmat.


Hp Rizki punberbunyi lagi tanda panggilan, dan itu membuat Rizki sedikit kesal karena tidak tepat waktu.


"Bang,, angkat dulu, siapa tau penting,, "kata Zara. Rizki pun lalu bangun dari atas badan Zara dan mengambil hpnya dan ternyata Hendra yang menelfon.


"Sayang Papahmu yang telfon,, "kata Rizki sambil menarik slimut untuk menutupi badan Zara, karena bagian atas tidak pakai baju.

__ADS_1


Jangan lupa, like komen dan votenya, trimakasih...


__ADS_2