MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Yeeee,,,,, Menikahhh,,,,


__ADS_3

Bumi dan Rizki lalu masuk ke kamar masing masing karena sudah malam, Bumi masuk kamar dengan lemas karena hatinya seperti teriris iris. wanita yang masih menjadi ratu di hatinya besok akan menikah dengan kaka kandungnya,rasanya hati Bumi sangat sakit.


Bumi mengambil hpnya, dan melihat ke galeri untuk melihat foto Zara di hpnya.


"Aku sakit,, sungguh rasanya sangat sakit,, "Air mata pun keluar dari mata Bumi.


Bumi lalu memeluk hpnya dengan masih terlihat foto Zara,lalu Bumi pun tidur.


Saat Pagi datang, Mamah membangunkan Bumi supaya bersiap karena akan ke rumah Zara, saat Mamah membangunkan Bumi, hp Bumi terjatuh ke lantai dan Mamah mengambilnya.


Saat Mamah mengambilnya ternyata hp Bumi menyala dan memperlihatkan foto Zara dan Bumi yang sedang duduk berdua dengan tersenyum menggunakan baju SMA. rupanya Bumi mengambil foto itu dari galeri media sosialnya yang dulu. dan Bumi menyimpanya di galeri hpnya yang sejarang.


"Adek,, kenapa Adek punya foto Zara,, "Kata Mamah pelan.


"Apa hubunganya Mereka yah,mungkin mereka teman karena satu sekolah, "Fikir Mamah.


Lalu Mamah lanjut membangunkan Bumi, dan Bumi pun bangun.


"Buruan mandinya, kita harus bersiap untuk berangkat mengantar Abang ke pernikahanya,,"


"Iya Mahhh,,, "sambil ngulet.


Sedang Rizki di kamarnya sangat sibuk bersiap, dari mulai memakai bajunya, setelah itu baju, Rizki juga menata rambutnya dengan rapi, lalu tidak lupa menyemprot minyak wangi pada badan dan bajunya.


"Ya Tuhan Abang, kamu pake minyak wangi berapa banyak sih, wangi banget ini,, "Abang hanya tersenyum saat Mamah menegurnya.


"Adek sudah siap belum Mah, kalau sudah siap kita berangkat sekarang ,?"


"Sudah,, Ayo kita berangkat, eh tunggu,, sinih Mamah rapikan dulu bajunya,, "Mamah lalu merapikan baju Abang agar lebih terlihat rapi.


Setelah terlihat rapi, Abang dan Mamah keluar dari kamar dan memangil Bumi untuk berangkat.


Sedang di rumah Hendra, di kamar Zara sangat rame, ada Bunda Dea, ada Mamah Dian dan ada Kak Dinda.


Mereka bertiga melihat Zara yang sedang di dandani oleh ahlinya.

__ADS_1


"Dek,, itu pundak dan tanganya masih sakit ngga,,? "tanya Dinda.


"Udah ngga sakit banget sih Kak, cuman kalau ke senggol apa di tekan masih sakit,, "Zara sudah selesai di dandanin saat mereka mengobrol.


"Oh,, berarti nanti malam mainya pelan pelan aja yah,, "Kata Dinda lagi.


"Dinda,, kamu tuh bikin Zara malu aja, tuh mukanya sudah memerah,, "Zara menunduk saat Dinda meledeknya, sedang Dea yang menjawab.


"Hahahaaa,, "Dinda malah tertawa melihat Zara yang malu.


"Dek,, kamu mau langsung punya anak apa mau nunda dulu,, ?"


"Eemmm,, maunya nunda Kak,, "menjawabnya sangat lirih karena malu.


"Kalau mau nunda Rizki harus pakai pengaman,jangan sampai engga yah sayang, "Mamah Dian yang berkata.


"Iya,, Bun,, masalahnya kalau Zara KB takunya nanti kandunganya kering, jadi lebih baik Rizki yang pakai pengaman,, "Dinda ikut menjawab lagi.


"Sudah jangan bahas itu, Zaranya kasihan sudah menahan malu sampai pipinya memerah tuh,, "Bunda Dea ahirnya menyetop pembicaraan yang mengarah ke malam pertama.


Zara lalu di suruh berdiri dan di rapikan lagi baju dan riasan wajahnya takutnya ada yang masih kurang. setelah di lihat sudah lengkap Zara lalu di gandeng oleh Mamah Dian dan Bunda Dea, sedang Dinda mengikuti dari belakang.


Semua tamu undangan dan orang yang ada di ruangan tempat acara ijab langsung melihat ke Zara semuanya saat Zara berjalan menuju bangku depan pak penghulu. Rizki sampai tak berkedip saat melihat Zara yang terlihat sangat cantik, dan mata Zara juga melihat ke arah Rizki, keduanya saling melempar senyum.


Sedang di sudut meja cukup jauh dari tempat di adakanya ijab, Bumi menatap Zara dengan rasa sedih.


"Ya Tuhan,, kenapa kamu terlihat sangat cantik sekali,ahirnya cintaku benar benar berahir,kamu akan menjadi kaka iparku, istri dari kakaku sendiri,, "Dengan tatapan yang terlihat sendu.


Lalu acara ijab pun di mulai, Rizki dan Hendra saling bersalaman, dan Hendra yang langsung menjadi wali Zara menyerahkan zara pada Rizki, Rizki langsung mengucap ijab dengan lantang, dan dengan satu kali tarikan saja para saksi langsung berteriak SAH.


Semuanya langsung mengucap sukur saat pak penghulu menyatakan iya,lalu Rizki dan Zara menandatangani buku nikah, setelah itu Zara dan Rizki sungkem kepada kakek,Mamah Rizki, Papah, Bunda, Mamah Dian, Ayah Doni, Dinda dan Agung, setelah itu baru kepada para tamu lainya, Zara dan Rikzi menyalami semuanya dan Rizki juga minta doa agar rumah tangganya selalu bahagia kepada para tamu undangan.


Setelah itu acara lanjut dengan makan bersama, dan keluarga inti jadi satu meja. Semuanya terlihat bahaga, di ujung meja makan, Bumi menatap ke arah Zara yang sedang makan, sampai tiba tiba pandangan mata mereka pun bertemu.


Zara lalu tersenyum kearah Bumi, tapi Bumi tidak mau membalas senyuman Zara, Bumi tetap diam dan tetap menatapnya terus.

__ADS_1


Zara lalu menunduk dan lanjut makan, sedang Bumi nasi di piringnya dari tadi hanya di aduk aduk saja tanpa ada yang di makan.


Selesai acara makan, para tamu undangan satu persatu pulang.


"Maaf semuanya, saya juga mau pamit dulu, semoga pernikahan anak anak kita selalu diberi kebahagiaan, "Mamah Rizki berpamitan kepada keluarga Zara, semuanya mengucap Amin.


Mamah cipika cipiki dulu kepada keluarga perempuan Zara, setelah itu bersalaman kepada para laki laki, sedang Bumi sudah ada di luar, menunggu di mobil.


Tidak lupa Mamah juga memeluk Zara dan Rizki, setelah itu Mamah pun pulang.


Sedang Ayah Doni dan Mamah Dian, ikut pulang bersama Agung dan Dinda, mereka berencana menginap di rumah Dinda, sedangkan kakek tetap di rumah Hendra.


Rumah pun sudah sepi, Kakek masuk kamar untuk istirahat, juga Zara dan Rizki akan ke kamar karena sudah tidak nyaman dengan bajunya.


"Zara masuk kamar dulu, Papah mau bicara sama Rizki, "Zara mengangguk lalu pergi ke kamar .


Dea masuk ke kamar anak anaknya, karena mau lihat sedang apa mereka.


"Zara sudah menjadi istrimu, tapi Aku juga masih tetap orang tuanya, sampai saya lihat Zara nangis dan tersakiti, saya akan langsung ambil Zara dari kamu, ingat itu,,,, "posisi mereka duduk di sofa.


"Saya janji Pak akan menjaga Zara dan membahagiakanya,,saya juga tidak akan membiarkan Zara tersakiti apa lagi menangis"


"Saya pegang janjimu,, "Kata Hendra, lalu Hendra melemparkan sesuatu pada Rizki.


"Itu buatmu,, dan ingat Zara masih terlalu kecil dan polos, dia juga masih sakit, jadi jangan memaksanya,, "setelah Itu Hendra pun pergi.


Saat Rizki melihat benda apa yang di lempar Hendra, Rizki hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...


Hendra kasih Apa yah ke Rizki...


Siapa yang kondangan dan bawa kado apa silakan isi buku tamu yah, dengan berkomentar hehe...


terimakasih...... 😘😘😘****

__ADS_1


__ADS_2