
Hari berlalu ,Torik dan Iza sekarang sering mengobrol di kantin,tapi Iza ngobrol sama Torik kalau Tiya ngga ikut ke kantin,kalau Tiya ikut ke kantin Iza tidak berani berkutik dan tidak berani macam macam,karena Tiya selalu mengancamnya kalau ngga mau di bilangin akan di adukan ke Mamah dan Papahnya,jadi Iza pun takut.
Iza dan Zee sekarang sedang menikmati baso bersama Iwan dan Torik,Zee pun sudah tau tentang Iza dan Tiya yang bagaimananya mereka berdua.
"Tumben kalian mau gabung kesini,? emang si jutek kemana,?"tanya Iwan.Iwan mengatai Tiya cewe jutek.
"Kaka ku lagi ada rapat OSIS,,"jawab Iza.
"Kok kamu ngga ikut,kata Zee kamu juga anggota OSIS,?"
"Aku bilang ke kaka kalau Aku sakit perut karena lapar,jadi Kaka izinin Aku ke kantin,"
"Kakak mu kenapa jutek banget gitu sih,apa lagi ke cowo,di tanya aja ngga mau jawab gitu,apa Kaka mu punya terima apa ngga suka sama Cowok,?"
"Kaka ku jutek gitu ke cowok bukanya ngga suka sama Cowok,tapi Kaka ku ingin fokus sekolah,Kaka pengin jadi Dokter jadi ngga mau di ganggu dengan urusan cowok atau lainya,"
Torik hanya mendengarkan nya saja,"Itu kaka mu datang,,"Torik berkata karena melihat Tiya yang datang mendekat.Iza dan Zee lalu menengok.
"Kalian makan apa nongkrong ,ini sudah mau masuk ayo buruan masuk kelas,"Tiya langsung bicara,Sedang Torik dari tadi menatapnya.
"Tunggu bentar Tiya,,makanan kita tinggal dikit,sinih duduk dulu,"Zee menarik bangku untuk Tiya.
"Iya Kak duduk dulu,masih 10 menit lagi kok jam masuknya,ini makanannya sayang kalau ngga di makan,"Iza berkata sambil menarik tangan Tiya agar duduk.
Tiya ahirnya duduk,Torik tersenyum tipis melihat Tiya duduk di depannya.
Torik mengarahkan hpnya ke arah Tiya,tanpa yang lainya tau Torik memfoto Tiya.Tiya yang merasa menatap ke Torik,Torik justru tersenyum ke arahnya.
Tiya sama sekali tidak membalas senyuman Torik,hanya diam dan menatapnya saja.
"Tiya tadi rapatin apa di OSIS ,?"tanya Zee.
"Sekolah mau mengadakan jalan jalan ke Puncak,"Jawab Tiya.
"Wah sepertinya asik tuh,nginep ngga,,?"Iwan yang langsung antusias.
"Itu masih belum di putuskan,soalnya ada guru yang pro dan kontra,"
__ADS_1
"Kak kita ikut kan,,?"
"Kaka ngga ikut,,"
"Kenapa ngga ikut kak,"
"Kita kan udah sering ke puncak,bosen tau adanya gitu gitu aja kan,"
"Tapi sekarang kan beda perginya,sekarang perginya sama teman teman bukan sama keluarga,pasti suasananya beda,dan bisa buat cerita nanti kalau kita semua sudah ngga sekolah,jangan selalu fokus belajar,kumpul dengan teman sesekali ngga papa kan,kapan lagi bisa pergi ke puncak bareng temen temen,belum tentu tahun depan bisa ikut,umur kita ngga tau kan,"Torik bicara sambil menatap hpnya,tapi semua mendengarnya.
Bel masuk pun berbunyi,lalu ketiga cewe itu langsung bangun dan menuju kelas,Torik melihat ke arah mereka yang berjalan menjauh.
"Wan,,Aku penasaran dengannya,dia susah di tebak,,"kata Torik.
"Iya beda banget dengan Adiknya,untung gebetanku ngga sejutek dia,"
"Ya udah yuk kita ke kelas,"Torik dan Iwan pun pergi juga dari kantin.
Pulang sekolah si kembar rapat OSIS lagi untuk membicarakan rapat tadi,dan rapat memutuskan kalau jalan jalan ke puncak akan menginap.
"Pak kenapa sama ban mobilnya,?"tanya Tiya.
"Bocor non,untung ada Adin ini yang mau bantu,kalau ngga pasti bakalan lama,soalnya bapa ngga ada tenaga buat lepasin rodanya,"kata si bapa.
Si kembar melihat ke Torik,Torik juga habis main basket,karena terlihat dari baju yang masih di pakenya.
Tiya duduk di tempat duduk yang ada di parkiran,sedang Iza justru menemani Torik dan pak supir sambil mengambil payung karena panas.
"Non,,non duduk aja sama Kaka Sanah,jangan di sini,panas,"
"Ngga panas kok Pak,kan Iza pake payung,"
"Tapi Non,"
"Udah pak ngga papa,kan Iza yang mau,"
"Kak ini minum dulu,pasti cape yah,maaf yah kak jadi merepotkan,"kata Iza sambil memberikan botol minum untuk Torik setelah selesai pasang ban nya.
__ADS_1
"Ngga merepotkan kok,makasih yah,"Torik mengambil botol minum dari tangan Iza dan meminumnya,Torik melirik ke Tiya yang juga sedang menatapnya,Torik tersenyum tipis lalu Tiya yang ketahuan sedang menatapnya langsung buang muka.
Iza mengambil tisu dari tasnya,lalu memberikan tisu pada Torik.
"Kak ini buat lap keringat,wajah Kaka ada kotoranya,"
"Oh iya makasih,"Torik lalu mengelap wajahnya.
"Kak di pipi masih hitam tuh dikit,"Torik lalu mengelapnya,tapi ngga hilang juga.
"Iza bantu ya kak,"Iza mengelap pipi Torik dengan tisu,dan Tiya yang melihatnya langsung mendekati Iza.
"Adek,,ngapain sih kamu,udah ayo masuk mobil,,"Tiya menarik tangan Iza yang sedang mengusap wajah Torik untuk masuk ke mobil.
"Kaka ngapain sih,Adek lagi bantu kak Torik bentar,"
"Adek masuk,itu ngga pantas tau ngga,kamu tuh ngga boleh seperti itu,kaya cewe murahan aja ,"Iza lalu masuk ke mobil dengan kesal,dan Tiya pun juga masuk mobil.Torik hanya bisa melihatnya karena bingung mau bicara apa.
Di mobil keduanya saling diam,Iza kesal sama kakanya karena melarangnya membantu Torik,sedang menurut Tiya Iza seperti itu tidak pantas.
Sampai Rumah Iza langsung masuk,di dalam bertemu Agung yang sudah pulang dari klinik.
"Adek kenapa kok cemberut gitu,?"
"Adek lagi kesel sama Kaka,"
"Kesal kenapa sih,kok tumben kalian berantem gini,biasa selalu kompak,"
"Tadi kan ban mobil bocor,lalu ada Kaka kelas yang bantu pak supir ganti ban,setelah selesai Adek bantu Kaka kelas mengelap pipinya yang kotor,tapi Kaka ngga ngebolehin dan langsung menarik tangan Adek untuk masuk mobil,kan Adek jadi ngga enak sama malu karena Kaka gituin Adek,"
"Pah,,soalnya itu di parkiran,kang ngga pantes di lihatnya,Adek kaya cewe murahan aja kan,"Agung lalu mengajak kedua anak gadisnya untuk duduk dan akan mendamaikannya.
***Apa Agung bisa membuat kedua putrinya baikan?kita lanjut besok yah..
Buat yang nanyain lanjutan Akbar dan Vivi tunggu aja yah,Aku soalnya LG nyari judul dan ceritanya mau gimana,setelah jadi nanti Aku kabarin kok.
Jangan lupa like,komen dan votenya, terimakasih***...
__ADS_1