
POV Agung Pamuji
Sudah 12 hari dia di kampung untuk merawat ayahnya, aku selalu menelfon atau mengirim pesan padanya, untuk mengobati rasa kangenku kadang aku juga memintanya untuk panggilan vidio.
Aku sudah meminta ibuku untuk meluangkan waktu untuk datang ke sini, aku ingin mengajak ibuku untuk bertemu Doni ayahnya dia, aku juga sudah menelfon Doni mengatakan akan mengajak ibuku untuk ke rumahnya,untung saja Doni membokehkanya, dan hari ini ibuku berangkat ke sini.
Sekarang aku masih ada jam mengajar 2 jam ke depan, untungnya ibuku orangnya masih sangat cekatan, jadi ngga perlu di jemputpun ibu bisa ke apartemenku sendiri, aku juga sudah memberi tau pada ibu kalau aku ngga bisa jemput dan menyuruh ibu untuk langsung ke apartemen saja.
Ahirnya jam mengajarku telah selesai, aku langsung merapikan meja dan akan langsung pulang, ibu juga sudah mengabariku kalau ibu sudah di apartemen. Sebelum sampai apartemen aku mampir ke tempat makan, lalu aku membeli makanan untuk ibu karena pasti di apartemenku ngga ada makanan.
Setelah membeli yang aku mau, aku langsung lanjut ke apartemen. Sesampainya di apartemen aku langsung mengetok kamar ibu untuk menyuruhnya makan dulu.
Tokkk tokkk..
"Ibu,,,, ni Agung, "kataku.
"Iya gung tunggu bentar, "
Ibu pun keluar dari kamar dan aku mengajak ibu untuk ke meja makan, agar kita bisa makan bersama. Aku menyiapkan piring juga sendok untuk ibu, aku menyuruh ibu agar duduk aja biar aku yang meladeninya.
Setelah makananya dah siap,aku dan ibu makan bersama.
"Kita niatnya mau silaturahim apa mau sekalian melamar sih Gung,? "tanya ibu.
"Penginya sih dua duanya bu, tapi waktunya untuk menyiapkan keperluan lamaran yang ngga ada, "jawabku.
"Ya kalau kamu maunya langsung lamaran, ya lamaran aja, biar ibu juga tidak bolak balik,? "
"Tapi buu,,, Agung belum punya cincin untuk melamarnya, dan juga yang lainya, "
"Bagai mana kalau sehabis makan kita ke mol, beli cincinya dan kita juga bisa beli yang lainya di mol, ?"
__ADS_1
"Emang ibu ngga cape, kita besok pagi loh bu berangkatnya,? "kataku.
"Ibu Ngga cape kok,, tadi ibu kan sudah istirahat.Udah jangan banyak mikir sekarang kita habiskan makanya dulu, abis itu kamu mandi dan siap2.Ok...."aku hanya tersenyum melihat ibu yang sangat bersemangat.
.
.
.
Setelah jam 7 malam aku dan ibu berangkat menuju mol, sampai di mol ibu langsung mengajaku untuk masuk ke toko perhiasan.
Ibu langsung memilih cincin yang menurut ibu bagus, dan aku mengikuti selera ibu, karena ibu memilih cincinya juga sangat simpel tapi terlihat elegan.
Setelah mendapat cicin, aku dan ibu langsung menuju tempat oleh oleh buat buah tangan. Sekitar jam 10 malam ahirnya aku dan ibu selesai belanja dan sekarang sedang menuju apartemen.
Aku langsung menyuruh ibu untuk tidur karena sudah malam, sedang aku menata barang barang yang akan aku bawa ke rumah Doni, aku juga mengirim pesan kepada Doni bahwa besok pagi aku akan ke rumahnya bersama ibuku untuk melamar Dinda, aku juga bilang pada Doni supaya jangan bilang pada Dinda tentang kedatanganku, karena aku ingin membuat kejutan untuknya.
Pukul setengah 7 aku dan ibu sudah berangkat, karena aku membawa ibu,jadi membawa mobilnya pun aku pelan pelan saja.
.
.
.
POV Dinda
Aku bangun dari tidurku dan rupanya hari sudah pagi,lalu aku keluar dari kamar akan menuju kamar mandi, saat aku keluar dari kamar aku melihat ayah yang sedang mengobrol dengan pak RT juga paman,lalu aku masuk ke dapur karena kamar mandi adanya di samping dapur.
Saat di dapur aku melihat bibi yang sedang memasak dengan banyaknya bahan masakan di dapur, karena penasaran ahirnya aku tanya ke pada bibi.
__ADS_1
"Bi,,, kenapa banyak sekali bahan masakan,apa akan ada acara,? "kataku.
"Tanya aja pada ayahmu, bibi hanya di suruh belanja dan memasaknya selebihnya bibi tidak tau, "jawab bibi sambil menumis bumbu.
"Ada yang perlu Dinda bantu tidak bi,? "
"Iya dong,,, Dinda harus bantuin bibi, karena masih banyak yang belum bibi masak, "
"Ok Dinda siap bantu. Tapi Dinda ke kamar mandi dulu ya bi, baru nanti Dinda bantuin, Dinda mau cuci muka dulu,"kataku sambil masuk ke kamar mandi.
Selesai dari kamar mandi aku langsung membantu bibi memasak, ada banyak masakan yang kita masak, ada ayam goreng,gulai ikan,sambal, sop, lalapan dan juga kerupuk udang, aku telah menyusun semuanya di atas meja, hari pun sidah siang dan semuanya sudah rapi dan matang.
"Dinda,,, mandi lalu berdandan yang cantik, soalnya temen ayah mau datang dari kota, "kata ayah, yang tiba tiba datang dari arah luar.
"Kenapa Dinda harus dandan sih yah,,, kan cuman temen ayah aja takutnya nanti temen ayah malah ilfil lagi liat Dinda yang dandan, "kataku sambil aku membereskan prabotan yang sudah di cuci bekas memasak.
"Sudah,,, turutin kata ayah kamu, ayah kamu mungkin pengin pamer ke temenya kalau anaknya cantik, "
"Apa sih bi,, "
Ahirnya aku menuruti ke inginan ayah, aku memakai baju lengan panjang dan bawahan rok panjang, rambut panjangku aku sisir dengan rapi, cukup aku gerai ajah.
Kalau soal wajah, aku hanya memakai bedak tipis juga liftik yang tidak terlalu mencolok.
Saat aku keluar dari kamarku, aku melihat ruang tamu sudah banyak orang, bibi dan paman juga sudah berpakaian rapi, kalau ayah jangan di tanya dia orang yang dari tadi sudah sangat rapi, jadi penasaran siapa sih temen ayah ini sampai sampai ayah sangat antusias untuk menyambutnya.
Aku di suruh duduk oleh bibi, sedang ayah dan paman juga pak RT keluar saat melihat mobil berhenti di depan rumahku,karena aku tidak boleh bangun dari duduku jadi aku tidak bisa melihat temen ayah, hanya bisa menunggunya di dalam rumah.
"Ayo,,, silakan masuk bu, maaf rumahnya kecil dan berantakan, "kata ayah saat aku mendengar mempersilakan seorang ibu untuk masuk ke dalam.
Lalu aku pun mendongakan kepalaku untuk melihat tamu yang datang, "Iiibuu,, "
__ADS_1