MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Mas Hendra Kecelakaan


__ADS_3

Aku berusaha melepaskan pelukan Mas Hendra dari badanku, tapi pelukan itu sangat kencang membuatku sulit untuk melepaskanya.


"Kalau Dea hanya ingin memanfaatkan Mas,, buat apa Dea memberi jawaban tentang lamaran Mas cukup lama, pasti Dea akan langsung jawab iya dan segera melangsungkan pernikahan yang sangat mewah dan memamerkan pada mantan suami Dea,, tapi Dea sama sekali tidak punya fikiran sedikitpun untuk membalasnya, karena memang Dea menginginkan pernikahan ini, bukan untuk ajang balas dendam karena Dea merasa sakit hati, tapi karena Dea juga mencintai Mas dan ingin hidup bersama dengan Mas untuk membangun rumah tangga yang bahagia, seperti yang Mas inginkan juga, "sambil terisak dan sedikit emosi Aku berkata.


"Iya,, sayang,, maaf.Sudah jangan menangis,, "sambil membalikan badanku, lalu mengusap air mataku.


"Sudah jangan marah lagi, Saya benar benar minta maaf,, tapi Saya sudah merasa lega,karena sudah mendengarkan isi hati kamu kalau kamu juga mencintai Saya,, "sambil tersenyum dan menempelkan keningnya di keningku.


Lalu Mas Hendra pun memeluku dengan sayangnya, sungguh Aku sangat bahagia bisa di cintai oleh Mas Hendra, Aku juga tidak mau sampai berpisah denganya.


"Udah malam,, pulang sana Mas,, "kataku setelah Mas Hendra melepaskan pelukanya.


"Iya tunggu bentar lagi, Saya masih pengin di sini dulu,, masih kangen,, "jawabnya sambil duduk di kasur, sedang Aku mengambil baju di lemari.


"Kangen gimana sih Mas,, orang dari pagi aja kita selalu bareng,, kamu tuh aneh,, "Sambil Aku menatapnya.


"Saya aja ngga tau,, rasanya kangen dan pengin sama kamu terus,, "


"Ya sabar aja,, nanti setelah kita menikah kan kita bersama terus,"


"Ya udah Mas sanah pulang,, Dea mau ganti baju soalnya,, "karena Aku akan bersih bersih ke kamar mandi .


Lalu Mas Hendra pun berjalan ke arah pintu, memeluku dan menciumku sebelum keluar, "Hati hati kalau ngga ada Saya, jangan lupa makan,, "Aku pun mengangguk, kok Mas Hendra aneh sih ngomongnya tumben, fikirku.


Setelah Mas Hendra keluar, Aku langsung masuk kamar mandi untuk ganti baju dan bersih bersih,, setelah selesai Aku pun naik kasur dan langsung tidur.


Rasanya Aku baru memejamkan mataku, tapi bunyi telfon menggangguku, saat ku lihat ternyata Mas Hendra menelfonku dan saat kulihat jamnya baru jam setengah 12,berarti Aku baru tidur setengah jam tadi.


"Hallo Mas,, ada apa,,? "kataku langsung bertanya karena ngga biasanya Mas Hendra kalau sudah pulang nelfon.


"Iya Hallo ini apa benar calon istrinya yang punya Hp,, "Aku pun diam sesaat dan langsung bilang Iya.


"Ini yang punya hp mobilnya kecelakaan di jalan xx, dan kita akan bawa ke rumah sakit Harapan kita karena itu yang terdekat.karena korban mengalami luka cukup parah di kakinya,, "air mataku langsung mengalir.


"Iya Pak saya calon Istrinya, Saya akan segera ke rumah sakit, dan tolong ya pak temani Mas Hendra sampai saya datang,, "kataku. dan setelah hp mati Aku langsung ganti baju setelah itu Aku lari turun ke bawah. Mungkin si penelfon tau Aku ini calon istri Mas Hendra karena nama kontaku di beri nama calon Istri oleh Mas Hendra.

__ADS_1


"Pak bisa tolong antar saya ke rumah sakit harapan kita,, ?"kataku pada pak sapam yang menjaga kos kosan karena sudah malam dan pasti susah cari taxsi.


"Ada apa Mba Dea malam malam ke rumah sakit,,? "tanya pak sapam.


"Itu pak calon suami Dea kecelakaan, tolong ya Pak,, "kataku, dan pak sapam langsung mengambil motornya.


Setelah Aku naik ke motor, kita langsung menuju rumah sakit. hanya kurang dari setengah jam kita sudah sampai di rumah sakit, setelah Aku memberi uang pada pak sapam Aku langsung masuk, tidak lupa juga Aku berterimakasih.


Sampai di dalam Aku menuju suster penjaga, menanyakan nama Mas Hendra yang baru saja mengalami kecelakanan, setelah di beri tau Aku langsung menuju ke ruangan itu.


Saat sampai di depan ruangan itu Aku melihat bapa bapa yang sudah cukup tua sekitar 50 th.


"Maaf Pak, apa bapa tadi yang menelfon Saya,,? "


"Oh iya Mba,, ini maaf tadi bapa buka hpnya,, dan ini barang barang Masnya,, "sambil menyodorkan dompet sama hp.


"Iya Pak terimakasih,, "Aku pun menerimanya.


"Kalau gitu Bapa permisi dulu ya Mba,, "


"Oh iya,, ini buat bapa naik ojek, dan terimakasih banyak ya pak,, "sambil Aku beri 5 lembar uang berwarna merah.


"Ngga papa Pak, ini tanda terimakasih Saya,, "lau Bapa itu pun ahirnya mau dan langsung pergi.


Aku pun langsung duduk sambil menunggu Dokter keluar. Sekitar setengah jam ahirnya Dokter pun keluar.


"Apa anda keluarga pasien,? "tanya Dokter.


"Iya Dok, gimana keadaan Mas Hendra,,? "


"Pasien kehilangan banyak darah, karena luka di kakinya cukup dalam dan sobeknya cukup lebar, dan luka luka di kepala dan wajahnya hanya luka ringan ,dan untungnya setok darah yang golonganya sama di rumah sakit ini ada, jadi sekarang kita tinggal tunggu pasien sadar, karena pasien sudah lewat dari kritisnya,, "Aku dengan rasa bersukur sampai menangis karena Mas Hendra sudah melewati masa kritisnya.


Dan setelah itu Dokter pun pergi, tadi Dokter juga bilang kalau nanti Pasien akan di pindahkan ke kamar rawat, tapi sebelumnya Aku di suruh mendaftar dulu.


Aku lalu mendaftarkan, agar Mas Hendra bisa di pindahkan ke kamar rawat. setelah Mas Hendra di pindah kan ke kamar rawat, Aku pun baru bisa melihatnya.

__ADS_1


Dengan kaki yang di balut kain putih dan wajah juga kepala yang penuh luka, Aku pun melihat Mas Hendra sambil menangis.


Sekitar jam 2 malam Aku menelfon Ibu, dan memberi taunya, karena dialebih berhak tau, dan beberapa kali Aku telfon ngga aktif juga, ahirnya Aku mengirim pesan pada Ibu, mengatakan kalau Mas Hendra kecelakaan dan memberi alamat rumah sakit juga nama kamarnya juga, biar besok saat Ibu lihat hp langsung membacanya dengan jelas.


Aku duduk di bangku yang di dekat dengan Mas Hendra, Aku genggam tanganya dan ku letakan di pipiku. Air mataku pun menetes tanpa bisa terhenti, kenapa di saat kita akan meikah cobaan malah datang.


Tak terasa Aku pun sampai tertidur, Aku terbangun saat Aku merasakan sentuhan di pipiku. Aku pun yang kaget langsung membuka mataku lalu menegagan duduku.


"Mass,,,, "kataku sambil menangis senang karena Mas Hendra sudah sadar. Aku langsung memeluknya.


"Aww,, "kata Mas Hendra kesakitan.


"Maaf,, Dea ngga sengaja, mana yang sakit,, "kataku sambil mengusap Dada Mas Hendra. Mas Hendra menggelengkan kepalanya dengan pelan.


"Haus,,, "katanya, Aku pun mengambil botol air mineral lalu membantunya untuk minum.


"Mamah,,,? "


"Ibu semalam Dea sudah telfon tapi ngga aktif,tapi Dea sudah kirim pesan kok, mungkin bentar lagi datang,, "sambil Aku mengusap tanganya.


Lalu telfonku berbunyi, saat ku lihat ternyata Ibu yang telfon. Aku pun mengangkatnya dan menjelaskan tentang kecelakaan Mas Hendra. Ibu bilang langsung akan kesini.


Ibu datang saat Aku sedang menyuapi Mas Hendra makan.


"Hendraaa,,,, "kata Ibu sambil menangis dan memeluknya. Mas Hendra kelihatan menahan sakit. sedang Aku sedikit mundur agar Ibu lebih leluasa.


"Ibu,, udah jangan menangis ini Mas Hendra kesakitan Bu,, "kataku dengan pelan. Lalu Ibu pun melepaskan pelukanya.


"Kenapa bisa gini sih Hen,, kamu tuh mau menikah,, kenapa malah kecelakaan gini,, "Mas Hendra hanya tersenyum sedikit.


"Udah Bu,, Ibu yang tenang yah, Mas Hendra juga ngga mau pastinya kaya gini,, "kataku menenangkan Ibu.


"Trus kalau kaya gini pasti Hendra sembuhnya lama,, berarti kalian harus mengundur pernikahan,,? "Mas Hendra menggeleng lemah tanda ngga mau dan terlihat sangat sedih.


"Bu,, apa boleh kalau Dea dan Mas Hendra menikahnya di percepat, dan asal ijab aja di sini, biar Dea bisa merawat Mas Hendra lebih nyaman karena kita sudah halal,,"

__ADS_1


Besok lagi,, maaf kalau ada typo..


Jangan lupa like, komen dan votenya,, trimakash...


__ADS_2