MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Pancingan Zara Berhasil


__ADS_3

Zara yang bingung dengan pertanyaan Rizki lalu Diam.Zara bingung mau jawab apa.


"Bang tapi jangan sama suster dong,,? "


"Trus sama siapa, Abang kan ngga bisa jalan,, ini Abang udah pengin pipis loh,, buruan panggilin Zaa,,, "


"I,,iya,,tunggu Zara panggil,, "


Lalu Zara keluar dari ruang rawat Rizki, baru saja buka pintu ada perawat laki laki yang akan masuk ke dalam.


"Mas,, bisa bantu Abang ke kamar mandi ngga,,? "tanya Zara.


"Oh iya Mba,, emang sudah tugas saya itu, dan tadi bel buat panggil saja juga berbunyi,, "Zara lalu menatap Rizki dengan tatapan tajamnya.


"Mas,, tolong saya,saya udah pengin ke kamar mandi nih,, "kata Rizki.karena takut melihat tatapan Zara.


Lalu Mas perawat membantu Rizki untuk ke kamar mandi, Rizki di dudukan ke kursi roda lalu di dorong menuju kamar mandi, Zara yang merasa di kerjai oleh Rizki merasa kesal.


Setelah Rizki selesai dari kamar mandi Mas perawat membantu Rizki lagi untuk naik ke atas kasur.


Setelah itu Mas perawat keluar dari ruang rawat, sekarang tinggal Rizki dan Zara lagi.


"Matanya jangan kaya gitu, Abang takut lihatnya, "


"Bodo,,, "sambil cemberut.


"Maaf,,, iya Abang salah ,,maaf yah,, senyum dong,, "Zara hanya senyum pelit.


Makan siang untuk Rizki datang, dan Zara membantu Rizki duduk agar nyaman.


"Za,, makananya ngga enak,, "saat Rizki mengunyah makananya.


"Ya namanya juga makanan rumah sakit, makanya Abang cepat sembuh biar bisa makan enak,, "


"Abang juga maunya sehat Za,, tapi mau gimana lagi orang di kasih Tuhan cobaan begini,, "


"Iya yah,,, Abang sabar yah, mungkin Tuhan memberi kenikmatan buat Abang seperti ini,agar Abang istirahat, ngga ngoyo kerja,, "


"Hemmm,, mungkin juga kali Za, "


"Kamu bisa masak ngga Za,,? "Zara menggeleng.

__ADS_1


"Belajar dong,, Abang pengin makan masakan kamu,, dan biar nanti saat kita dah nikah jadi bisa masakin buat Abang,, "


"Ngga ah,, Zara ngga mau,, kan ada Mba yang bisa kita suruh masak,, "


"Tapi kan kalau kamu bisa masak Abang jadi makin cinta,, dan masakain Suami juga ibadah loh,, "


"Trus sekarang ngga cinta gitu,, nih makan sendiri aja,, "sambil meletakan tempat makan dan sendoknya ke pada Rizki.


"Loh kok ngambek,, jangan ngambek dong,, Abang kan cuman ngomong doang, kalau Kamu ngga mau ya ngga papa,, iya nanti kalau kita udah nikah kita cari mba yang pintar masak biar nanti dia yang masakin buat kita,, "Rizki bicara di dalam hatinya ya beginilah kalau suka sama anak kecil fan masih manja, harus sabar dan banyakin jawab iya.


"Udah jangan ngambek ah,, suapin Abang lagi yah,, "sambil tangan Rizki mengambil tangan Zara untuk di genggamnya.


Saat tangan Zara dan Rizki saling pegangan, Oma tiba tiba masuk. Zara dan Rizki langsung menarik tangan mereka masing masing.


"Za,, kita pulang yuk,, "kata Oma saat masuk.


"Iya Oma,, "langsung bangun dari duduknya dan berdiri sambil sedikit grogi, karena Zara takut Oma tadi melihatnya.


"Ki,, Ibu pulang dulu yah,, kamu semoga cepat sembuh,"


"Iya Bu,, makasih udah jengukin Rizki,, "


Zara dan Oma pun pulang, saat di dalam mobil Zara mengobrol dengan Oma masalah Rizki nanti kalau pulang.


"Oma,, Bang Rizki di rumah tinggal sendiri yah,, "


"Bukanya Rizki sama adeknya yah,, "


"Kata Bang Rizki adeknya udah pindah sekolah ke luar negri bareng Mamahnya,, "


"Masa sih,, "Zara mengangguk.


"Kalau nanti Abang pulang di rumah berarti sendirian dong Oma,, "


"Iya yah,, kasian dong Rizki nanti kalau sendirian gitu,, "Zara mengangguk.


"Biar nanti Oma bilang pada Papahmu,, mau gimana nanti masalah Rizki,,"


"Iya Oma,, "Zara dalam hatinya langsung senang, karena pancinganya sedikit berhasil.


Sampai di rumah Zara langsung masuk ke kamar, dan Oma juga masuk ke kamar untuk

__ADS_1


istirahat.


Malam harinya saat makan malam, Oma bicara pada Hendra tentang Rizki yang nantinya akan bagai mana saat keluar dari rumah sakit.


Hendra juga baru tau kalau Rizki tinggal sendiri, dan Hendra lalu berfikir.


"Mas,, suruh tinggal di sini aja selama penyembuhan, kasihan Rizki Mas,, "


"Iya Hen,, dia itu bawahanmu yang setia loh, kamu mau apa, butuh apa di jam berapa aja dia mau ngelakuinya, dan Rizki celaka juga gara gara gantiin kamu yang jemput Zara kan, coba kalau kamu yang itu jemput, pasti kamu sekarang yang ada di rumah sakit,, "kata Oma.


"Apa sih Mah, kok ngomongnya gitu,, "


"Iya ini kan kalau seumpama kamu yang jemput Zara kemaren,, "


"Iya,, ya udah Rizki suruh tinggal di sini, tapi sampai sembuh aja, dan nati Hendra juga akan carikan perawat laki laki untuk merawatnya,, "Zara tersenyum tipis, karena merasa senang dan berhasil.


"Yang,, kamu nanti ngga boleh yah dekat dekat Rizki apa lagi membantunya,, "


"Mas,,, kamu tuh ngomong apa sih,, ya Tuhann,,, "


"Kamu cemburu sama Rizki Hen,,? "tanya Oma.


"Ngga lah,,, ini mah cuman ngingetin Dea aja,,"


"Emangnga Dea itu wanita ganjen apa,, "Dea langsung ngambek dan pergi dari meja makan.


"Yangg,,, ngga gitu maksud Mas,, "


"Lagian kamu Hen,, ada ada aja,, buruan di kejar sanah istrimu,keburu ngambek, "


"Iya Mahh,,,, "Hendra langsung bangun dari duduknya dan mengejar Dea ke kamar.


Zara dan Oma lanjut makan, selesai makan Zara lalu masuk kamar.


"Oma Zara mau ke kamar yah, mau siapin buku buat besok sekolah,, "


"Iya Sayang,, "


Zara masuk ke kamarnya, tapi langsung pegang hpnya, Zara akan menelfon Rizki untuk memberi kabar tentang Papahnya yang menyuruhnya tonggal di rumah sampai pulih.


Jangan lupa like, komen dan votenya trimakasih...

__ADS_1


__ADS_2