
Sekitar 2 jam Dokter keluar dari ruang UGD dan mengatakan pada Dinda kalau Agung sudah lolos dari masa kritisnya.
Dinda langsung mengucap sukur dan menangis bahagia saat Dokter mengatakanya.
"Bu tolong Ibu siapkan kamar rawat untuk pasien, karena nanti pasien akan kita pindahkan,,"kata suster.
Dinda lalu langsung mengiyakan, Doni pun datang ,lalu Doni lah yang memilih kamar untuk Agung, karena Doni membawa makanan untuk Dinda makan. Dinda sebenarnya malas untuk makan tapi karena takut dia akan sakit jadi Dinda memaksanya untuk makan.
Setelah Doni mendapat kamar ,Agung pun di pindahkan.
"Yah,,, Mas Agung kok belum sadar juga ,"sambil duduk di sebelah Agung.setelah Agung sudah di ruangan rawatnya.
"Sabar,, yang penting Agung sudah melewati dari masa kritis,, "
Lalu perempuan tadi yang mendonorkan darah untuk Agung ,Masuk ke dalam ruang rawat Agung.
"Din gimana Agung, sudah ada perkembangan,,? "sambil mendekati Dinda.
"Mas Agung sudah lewat dari kritisnya sih Kak,, "
"Sukur deh,,kamu yang sabar, dan jangan lupa makan biar ngga sakit,, "
"Iya kak,, "
"Kamu sudah makan Mas,,? "tanya ke Doni dan duduk di sofa bersama Doni.
"Sudah,, kamu ngga tugas,, "
"Aku sudah selesai,, "
Saat Doni dan Dokter Hani mengobrol, hp Doni berbunyi tanda panggilan. dan ternyata dari Dian.
"Hallo Yang,, "kata Doni dengan pelan.
"Hallo Mas,, gimana suami Dinda, sudah lebih baik,,? "tanya Dian.
"Sudah lebih baik, Agung sudah melewati masa kritis,, dan sekarang tinggal menunggu sadar"
"Sukur deh Mas,, Mas jaga kesehatan yah, jangan sampai sakit kasihan Dinda ngga ada yang temani,, "
"Iya,, Aditiya rewel ngga,, kamu ngga mual terus kan,,? "
__ADS_1
"Anakmu pinter kok Mas, ngga rewel, cuman yang masih di perut, dia kayanya kangen kamu deh Mas, "
"Masa,, kok tau,, "
"Iya,, soalnya Dian kangen sama bau badan Mas, jadi kalau ngga cium bau badan Mas rasanya mual, untung baju Mas yang kemaren Mas pake Dian ngga cuci,jadi Dian bisa cium cium,, "
"Iihh,, itu jorok Yang,, itu baju kotor,, "
"Ngga jorok, bajumu bau sedep kok,, "
"Ya udah terserah kamu aja Yang, kamu juga harus jaga kesehatan yah,, "
"Iya Mas,, ya udah dulu ya Mas,, "
"Iya,, "telfon pun mati.
Di depan Doni, Hani sedang menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya.Doni yang menyadarinya hanya diam saja. karena Doni sudah tau apa yang ada di pikiran Hani.
"Din Kaka pergi dulu yah,, "bangun dari duduknya, dan mendekati Dinda.
"Iya Kak,, makasih ya Kak,, "Hani mengangguk sambil mengusap punggung Dinda.
Agung sampai sore belum juga sadar, Dinda tidak mau bergeser sedikitpun dari Agung yang masih berbaring.
"Sayang Ayah mau keluar sebentar yah, mau beli makanan dulu, kamu dari tadi ngga mau makan soalnya,, "
"Iya Yah,, maaf ya Yah jadi ngerepotin ,"
"Ngga sayang,, ya udah Ayah pergi dulu, "Doni lalu keluar dari ruang rawat Agung dan langsung menuju kantin Rumah Sakit.
Sampai di kantin Doni langsung memesan makanan, dan setelah itu duduk di bangku.
"Maaf permisi,, apa saya boleh duduk di sini, soalnya meja semuanya sudah penuh,, "seorang laki laki mendekati meja Doni dan meminta izin untuk duduk di mejanya.
"Oh silakan,, "jawab Doni, lalu laki laki itu duduk di depan Doni.
Doni lanjut makan, sedang laki laki di depanya yang sepertinya seumuran dengan Doni hanya meminum kopi saja.
"Apa anda Dokter,,? "tanya Doni pada laki laki di depanya.
"Bukan,, saya sedang menunggu istri saya yang seorang Dokter, dan Istri saya tugas di sini,, "Doni mengangguk.
__ADS_1
"Kalau Anda ,,?"
"Saya sedang menunggu menantu saya yang lagi sakit,, "
"Sepertinya anda menikah muda yah, karena kita sepertinya seumuran tapi Anda sudah punya menantu,, "
"Iya,, saya memang menikah muda, dan saya sudah menjadi kakek dari 3 cucu,, "
"Wah pasti senang yah bisa bermain dengan cucu, kalau saya sudah 3 tahun menikah tapi belum di beri kepercayaan untuk mempunyai anak,, "
"Oh,, bersabar dan tetap berusaha, mungkin Tuhan punya rencana indah buat Anda nanti, "
"Ya semoga,, mungkin karena saya dan istri tadinya menunda dulu untuk mendapat momongan, jadi Tuhan belum yakin ke kita mungkin,, "
"Kenapa menunda, umur anda kan sudah pantas memiliki anak, apa istri anda yang masih muda,,? "laki laki itu nggelengkan kepala.
"Kita menikah di jodohkan,dan kita tidak saling cinta, tapi karena kita bertemu setiap hari ahirnya rasa cinta pun datang setelah satu tahun pernikahan,tapi sepertinya saya yang mencintainya duluan.sedang istri saya ,saya belum tau apa dia sudah mencintai saya atau belum, karena sepertinya istri saya masih mencintai orang lain,, "
"Orang lain, maksudnya,,? "
"Ya,, sebelum kita nikah istri saya mungkin masih punya kekasih, dan itu mungkin membuatnya belum bisa melupakanya,, maaf saya jadi curhat sama anda,, "
"Oh ngga papa, saya justru senang, sepertinya saya di kota ini akan punya teman,"sambil tersenyum Doni berkata.
"Kenalkan,, saya Doni saya dari kota,, "sambil mengacungkan tanganya.
"Saya Frans,, senang berkenalan dengan anda, "lalu mereka berjabat tangan.
Tidak lama hp Doni bunyi panggilan, dan itu dari Dinda. Dinda mengatakan Agung sudah sadar.
"Maaf Frans,saya harus pergi, menantu saya sudah sadar,, "
"Oh iya silakan, sampai jumpa lain waktu, "
Doni mengangguk dan pergi dari sana untuk menuju ruang rawat Agung.
"Mas,,, maaf nunggu lama, ayo kita pulang, "
"Iya ngga papa, ayo,, "lalu Frans bangun dari duduknya dan pergi bersama istrinya.
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih..
__ADS_1