
Dinda tersenyum saat teringat tadi Akbar meminta obat sakit perut untuk Sila.
"Abang kamu sepertinya sedang jatuh cinta,tapi kamu belum sadar dengan perasaanmu,,"kata Dinda sambil berjalan menuju kamarnya.karena kembar sudah tidur.
"Abang minta obat apa Mah,,?"tanya Agung saat Dinda masuk kamar.
"Minta obat sakit perut buat Sila,katanya obat sakit perutnya Sila habis,tadi Abang telfon Beni adik Sila dan kata Beni Sila sedang kesakitan ,jadi Abang yang panik,,"sambil tersenyum Dinda Berkata.
"Apa menurut Mamah Abang sedang jatuh cinta,,"Dinda mengangguk.
"Sepertinya Iya,tapi Abang belum sadar,jadi biarkan dia tau sendiri dengan apa yang dia rasakan Pah,,"
"Apa Mamah tidak mempermasalahkan tentang umur mereka,,?"
"Mereka masih muda Pah,dan masalah umur ngga masalah ,mereka hanya beda 3 tahun,biarkan Abang merasakan jatuh cinta dan punya pacar,"sambil Dinda naik ke kasur.
"Jodoh kita mana tau kan,apa lagi Abang itu ngga pernah dekat sama cewe,Abang itu kaya kamu pah,ke wanita cuek jadi kalau Abang jatuh cinta Mamah malah seneng,,"Dinda berkata lagi.
"Abang memang seperti Papah ,orangnya cuek.tapi kalau sudah menemukan yang cocok dan cinta,dia akan sangat setia ,,"
" Dan posesif,,"Dinda yang meneruskan.
"Harus itu,karena Papah ngga suka milik Papah di lirik orang,"Dinda menggelengkan kepala.
Lalu keduanya bersiap tidur.sedang Akbar sudah sampai di rumah Sila dan langsung turun dari mobil.
"Ben ini obatnya kasih ke kaka kamu,,"
"Iya Bar,,makasih yah,,kamu mau pulang apa.mau mampir dulu,?"
"Aku mau langsung pulang aja,ini sudah malam,,"
"Ya udah,,makasih yah,,"Akbar mengangguk dan langsung masuk ke mobilnya.
Beni masuk dan menuju kamar Sila langsung.
"Kak ini obatnya,minum gih,,"
"Kamu beneran pergi beli,,?"sambil Sila bangun dan duduk.
"Ngga,,ini Akbar yang beliin,"
"Akbar,,"Sila kaget.Beni mengangguk.
"Dia datang ke sini,,?"
"Iya tadi nganterin obat,sekarang sih udah pulang,,"
"Kamu yang nyuruh yah,,"
"Ngga,,tadi pas Beni kesini lihat kaka,Beni lagi telfonan sama Akbar,dan Akbar denger obat Sakit perut kaka habis,jadi dia yang beliin dan nganterin ke sini,,"
"Udah buruan di minum obatnya,biar ngga sakit lagi,,"
__ADS_1
"Hemmm,,,"Sila lalu meminum obatnya dan setelah itu Beni keluar dari kamar sila.
"Bisa manis juga itu cowo kaku,,"Kata Sila sambil tiduran bicara sendiri sambil senyum senyum.
Perut Sila sudah ngga sakit lagi,ahirnya Sila pun tertidur.
Pagi hari Keluarga Dinda sarapan bersama,kembar sudah sehat,tapi belum boleh masuk sekolah.
Akbar berangkat ke kampus,karena ada jam pagi,setelah berpamitan pada Papah dan Mamahnya ,Akbar langsung berangkat.
Sampai di kampus Akbar langsung masuk ,karena takut Dosen masuk duluan,karena tadi jalanan sedikit padat.
Sampai kelas untungnya Dosen belum datang,Akbar langsung duduk.Akbar celingak celinguk mencari Beni,karena belum terlihat.
"To,,Beni belum datang,,?"tanya Akbar pada temanya.
"Belum,,"Akbar mengangguk.
Lalu Dosen masuk,dan di belakang Dosen ada Beni yang ikut masuk.
"Tumben telat,,?"tanya Akbar pada Beni dengan pelan.
"Iya,,tadi ngater kakaku dulu ke tempat kerjaanya,,"Akbar mengangguk.
"Masih sakit,,"
"Sudah lebih baik,,"
Lalu Dosen pun mulai memberi materi,dan sampai lah pada jam pulang kuliah sekitar jam 1 siang,Akbar langsung menuju parkiran dan membawa mobilnya menuju klinik.
Akbar membawa mobilnya dengan cepat menuju klinik,sampai di klinik Akbar turun dari mobilnya.
"Siang Mah,,"Akbar langsung masuk ke ruangan Dinda.
"Sayang,,kok tumben kesini,ada apa,,?"
"Ngga ada apa apa,,Abang pengin aja kesini,"Dinda tersenyum,saat melihat Mata Abang sedang mencari sesuatu.
"Sila sedang ke kantin,Mamah suruh dia istirahat dan makan siang,biar dia bisa minum obat,,"
"Apa sih Mah,,Abang ngga mencarinya kok,"
"Oh ,ya udah kalau ngga mencarinya,,Mamah cuman ngomong aja,"Akbar dan Dinda tersenyum tipis.
Akbar lalu merasa gelisah,Dinda juga tau tapi pura pura tidak melihatnya.
"Mah,,Abang mau beli minum dulu yah,Abang haus,,"
"Iya sanah belilah,,"Akbar lalu keluar dari ruang Dinda,dan langsung menuju kantin klinik.
Sampai di kantin Akbar melihat lihat ,Akbar rupanya mencari keberadaan Sila.lalu Akbar melihat Sila yang sedang duduk sendiri sambil merebahkan kepalanya di meja.
"Kalau masih sakit lebih baik pulang saja,"Kata Akbar sambil duduk di dekat Sila,dan Sila langsung mengangkat kepalanya.
__ADS_1
"Nanti juga sembuh ,"sambil tersenyum tipis.
"Wajahmu pucat,sudah makan belum,,?"Sila mengeleng.
"Kenapa ngga makan,,?"
"Ngga enak makan,,"
"Makan lah dikit,biar ada tenaga ,Aku belikan yah,,"
"Ngga usah,,Aku malas makan,,"Kata Sila,tapi Abang tidak mau dengar dan langsung memesan makanan.
Abang memesan nasi soto ayam kuah bening,Akbar lalu membawa ke meja Sila setelah jadi.
"Ayo makan,biar ngga lemes,,"Sila melihatnya.
Sila dengan malas memakanya,Akbar pun terus melihat Sila agar mau makan.
"Ayo lagi di makan,,"
"Ngga ah,,udah kenyang ,"
"Ini masih banyak loh,"
"Tapi perutku ngfa enak,,"
Dari pada mubazir Abang lalu memakanya,"Akbar itu bekasku,,jangan di makan,,"
"Ngga papa,dari pada di buang,mubazir,"Sila hanya diam melihat kelakuan Akbar.
"Kamu ngga minum obat,,?"
"Nanti aja,obatnya ada di tas,,"
"Ya udah ayo sekarang masuk ke dalam,biar kamu minum obatnya,,"Akbar langsung berdiri.
"Aku males ah,entar dulu masih 5 menit lagi jam istirahatku,,"
"Tapi ini udah siang,kamu harus minum obat ,biar ngga sakit lagi perutnya,,"
"Ini udah ngga sakit,cuman tinggal lemas aja,,"
"Tapi kamu harus tetap minum obat,ayo,,"Akbar menarik tangan Sila.
Ahirnya Sila pun mau jalan,saat sedang jalan menuju ruangan Dinda(Sila kerjanya satu ruangan dengan Dinda)Akbar berpapasan dengan Agung.
"Abang,,kok ada di sini,"Akbar yang sedang memegang tangan Sila langsung melepaskanya.
"i,iya Pah,,"jawab Akbar sedikit terbata.Agung hanya geleng geleng kepala melihat Akbar dan Sila,apa lagi Akbar tadi memegang tangan Sila.
"Abang,,masuk keruangan Papah sekarang,,Sila biarkan dia keruang kerjanya,sekarang,,"Kata Agung dan langsung pergi ke ruanganya.
Untuk cerita Zara dan Rizki sudah ada yah,klik profoilku aja,judulnya Suamiku Asisten Papah.
__ADS_1
Jangan lupa,like komen dan votenya,trimakasih...