
Hari ini Aku menemani ibu untuk pulang ke rumah, setelah 10 hari di rawat.Aku juga sudah bilang suster Jeni kalau Aku akan telat datang ke rumah sakit.
"Yah,, biar Dinda yang dorong,Ayah bawa tas ranselnya aja,"kataku saat kita Akan keluar dari ruang rawat Ibu, dan Ibu sudah duduk di kursi roda.
"Iya,,,"jawab Ayah sambil menganggkat tas ransel.
Suamiku pun akan ikut ke rumah Ibu, karena Suamiku hari ini sudah libur, karena besok kita akan pergi menjenguk Ibu mertuaku. sedang Aku hari ini terahir kerjanya.
Sampai di rumah, Ibu di gendong menuju kasur. Oh iya sekarang karena Ibu sudah ngga kerja jadi sudah tidak membutuhkan supir lagi, jadi Pak pujo pun terpaksa di berhentikan. Sedang Pak Udin di tarik suamiku untuk bekerja di rumah, ya Alasan Suamiku karena kasihan Pak Udin adalah orang yang dari awal ikut kerja Suamiku, semenjak tinggal di rumah ini bersama Ibu. Di rumah Ibu tinggal Mba Iis aja yang kerja, sebenarnya Aku dan Suamiku mengatakan untuk gajih yang kerja di rumah Ibu biar Aku dan Suamiku yang gajih,tapi Ayah dan Ibu menolaknya.
Untuk biyaya rumah sakit pun, Aku dan Suamiku yang membayarnya, tanpa sepengetahuan Ayah, Ibu. Dan tadi saat Ayah Akan membayarnya ,Ayah baru tau kalau sudah di bayar oleh ku dan Suamiku. Ayah mau mengembalikan uangku tapi Aku menolaknya.
Setelah cukup lama Aku di rumah Ibu, Aku dan Suamiku pun berpamitan, dan bilang juga kalau besok Aku dan Suami juga Akbar mau menjenguk Ibu Mas Agung.
Aku juga tidak lupa mengingatkan pada Ibu untuk selalu meminum obat, dan jangan banyak fikiran, dan juga makananya harus di jaga, Agar lebih cepat pulih dan bisa cepat pula oprasinya.
Setelah selesai berpamitan Aku di antar Suamiku ke tempat kerjaku.
"Mas Nanti sore jemput Dinda,jangan sampai telat yah, "sambil Aku membuka pintu mobil.
"Iya, eeettt,,,Adek main keluar aja yah, ongkos nya belum loh dek, "kaya Suamiku yang menarik tanganku. sedang Aku langsung bingung dengan kata ongkos. Tapi suamiku langsung menunjuk pipinya. Aku pun tersenyum.
Cup,, cup,, cup,,
Untuk pipi kiri dan kanan dan juga bibir nya sekilas aja, heheee...
Setelah Itu suamiku memeluku dan mencium keningku. Setelah itu Aku keluar dari mobil. Rupanya saat Aku keluar dari mobil ada yang melihatnya. Mata kita sempat bertemu sekilas, tapi Aku abaikan.Aku langsung masuk dan menuju ruanganku.
__ADS_1
"Pagi suster Jeni,, "sapaku saat sampai di ruanganku.
"Pagi Dokter,,, "jawabnya, dan Aku pun langsung masuk.
Karena Aku datang ke rumah sakit cukup siang, baru duduk setengah jam sudah tiba waktu jam makan siang. Untungnya ada Dokter Ani yang selalu membantuku, ya walau pun Dokter Ani kadang nyebelin tapi dia tetap cer pada teman.
"Dok,, mau makan siang di kantin apa mau di ruangan aja,? "tanya suster Jeni, setelah masuk keruanganku yang sebelumnya mengetuk pintunya dulu.
"Di sini aja ya Sus,, Tolong belikan Saya gado gado yang pedes, sama rujak serut yang di depan rumah sakit dong Sus, mau ngga,? "
"Tumben Dokter pengin rujak serut, ?"
"Iya nih Sus, Saya lagi pengin yang seger seger, "Lalu Aku membiri suster uang 50 rbuan. Dan Suster Jeni pun keluar dari ruanganku.
Setelah menunggu 30 menit suster Jeni baru datang.
"Rujaknya yang sangat mengantri Dok, Oh iya Dok tadi Saya bertemu sama Dokter Budi dan dia menanyakan Doktr loh, "
"Tanya apa dia Sus,,? "
"Eeemmm,,,, tanya soal Dokter Dida sudah menikah apa belum, aneh ya Dok pertanyaanya,? "
"Lalu Suster jawab apa, "sambil menyuapkan rujak ke mulutku.
"Ya Saya jawab belum lah, kan memang Dokter belum nikah kan, "Aku langsung berhenti memakan rujak.
"Dari mana Suster bisa menilai kalau Saya belum nikah, "
__ADS_1
"Karena selama Saya menjadi asisten Dokter ,belum pernah melihat Dokter pakai cincin nikah, dan ngga pernah lihat laki laki kesini dengan setatus Suami Dokter, "jawabnya, Aku pun hanya tersenyum.
"Suster Saya mau kasih lihat foto, tapi setelah melihat foto ini suster jangan kaget yah, "kataku. Lalu Aku membuka hpku dan langsung ke galeri.
"Suster Jeni duduk dan ini lihat foto foto Saya, "kataku sambil memberikan hpku pada suster Jeni.
Aku memakan gado gadoku sambil melihat wajah Suster Jeni yang menunjukan kekagetanya. Aku memberikan foto foto waktu Aku menikah sampai mempunyai Anak.
"Dokter bedah yang ganteng itu Suami Dokter Dinda,? "tanya Suaster Jeni.
"Emang Harus di jawab lagi yah,, "jawabku.
"Ya Tuhannnn,,,, "Aku hanya tersenyum melihat ekspresi wajahnya.
Setelah Itu Suster Jeni pun keluar dari ruanganku, dan Aku kembali makan. waktupun berlalu sangat cepat dan selesai Aku memeriksa pasien, Aku bersiap untuk pulang. Aku juga mengingatkan Suster Jeni untuk besok membantu Dokter Budi kalau kerepotan karena menggantikan Aku yang mengambil cuti.
Suamiku menelfonku, dia mengatakan menungguku di parkiran mobil. Aku langsung berjalan menuju parkiran di mana Suamiku sedang menungguku.
Saat sampai pariran Aku melihat Suamiku yang sedang mengobrol dengan seseorang, Aku pun makin mendekat, Suamiku rupanya sudah melihatku,dan Suamiku melambaikan tanganya.
"Sayang,,, "lalu Aku pun mendekat.
"Sayang kenalkan ini teman Mas,,,,, "
**Jangan lupa like, komen dan votenya ya kak, trimakasih...
Mampir juga ke critaku yang AKU BUKAN PEBINOR. ya kak, di sana sedang ada adegan yang lagi menegangkan,,tapi menegangkanya di atas kasur hehee...
__ADS_1
pasti ngga nyesel deh,,, liah ke profilku dulu lalu ke karya di sana ada critaku yang baru, yang setiap hari UP dan ceritanya ngga kalah hot. jangan lupa tinggalkan jejak**....