MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Pantai


__ADS_3

Malam ini aku tidur merasa gelisah, karena aku sedang berfikir gimana caranya untuk besok aku bisa pergi bersama papah.


Tidak terasa waktu terus berjalan, sampai pagi datang pun aku belum dapat ide untuk bisa pergi bersama papah.


Aku berangkat kuliah seperti biasa di anter pak Pujo, saat di jalan pak Pujo bilang kalau nanti siang mau izin untuk pulang ke kontarakanya lebih awal, karena istrinya dari kampung datang.


"Jadi pak Pujo ngga bisa jemput Dinda dong, "kataku pura pura sedikit merajuk.


"Maaf ya non, untuk hari ini aja kok, boleh ya non, "


"Ok,tapi Dinda juga minta tolong ke pak pujo untuk bilang ke mba Iis kalau dinda nanti pulangnya agak sore.karena mau kerja kelompok dengan teman2. Dinda mau ngerjain tugas, "kataku.


"Ya ok lah,,, tar bapa sampai rumah langsung bilang sama mba Iis,tapi non ngga mau pergi dengan pak Agung kan, soalnya kalau non pergi nemuin pak Agung kalau ibu tau Bapa bisa kena omelin non, "aku langsung menggeleng.


"Ngga,,, tenang aja Dinda beneran mau ngerjain tugas kok, jadi entar Dinda pulang sore tolong bilang ke mba Iis, ok"kataku,ahirnya aku bisa pergi nih dengan papah.


Aku langsung mengirim pesan ke papah untuk memberi taunya kalau aku mau ke apartemen papah. karena hari ini aku mau bolos, sekali sekali mumpung ibu lagi ke luar kota.


Sampai di kampus aku turun dari mobil, untuk tidak membuat pak Pujo curiga aku pura2 masuk ke gedung, tapi saat melihat mobil pak Pujo sudah pergi aku langsung ke luar dan mencari taxsi untuk segera ke tempat papah.


Sampainya di apartemen papah aku langsung masuk, dan saat di dalam ternyata papah belum kelihatan di ruang tv, lalu aku ketok pintu kamar papah, tapi ngga ada yang menyaut, saat ku buka pintu kamar papah sepertinya papah sedang mandi karena terdengar suara air.


Melihat kasur yang berantakan akupun membereskanya, ku tata slimut serta bantal agar menjadi rapi, saat sedang menaro batal di ujung kasur, pintu kamar mandi terbuka, aku langsung kaget saat melihat papah hanya memakai anduk yang menutupi pinggang ke bawah, sedangkan diatasnya papah belum memakai baju.aku langsung membuang mukaku karena malu melihat badan papah yang belum memakai baju.


Bukanya memakai baju papah malah mendekatiku, dan memeluku dari belakang, rasanya jantungku mau lepas karena berdetak sangat cepat.


"Ayy,,, lepas ih,, sanah pake baju dulu, "kataku sambil melepaskan tangan papah yang memeluk pinggangku.

__ADS_1


"Tunggu bentar, aku pengin peluk adek,"katanya sambil memeluku lebih erat lagi.lalu di baliknya badanku agar menghadapnya,saat kita berhadapan papah langsung mengangkat daguku dan langsung mendaratkan ciuman di bibirku, aku pun langsung mengalungkan tanganku di leher papah, tanpa melepaskan cium kita papah mengangkatku dan papah langsung duduk di kasur, jadilah aku di pangkunya, kita saling me****** dan bertukar salvina.


"Eemmm,,, "ketika papah menciumku dengan semangatnya, "Uuhhhh,,, "aku mengeluarkan suara lagi ketika tangan papah aktif didepan tubuhku aku merasakan seperti tersengat listrik(padahal belum pernah sih tersengat listrik, hehee) tangan yang satu memeluk pinggangku dan yang satu aktif bergerak di depan.


Duh nih kenapa sih adik kecil papah selalu mengganggu, sangat terasa di bawah karena aku merasa menduduki benda kerasπŸ˜€,


Aku sebenarnya sangat menikmati ciuman papah, karena kita mau pergi ahirnya aku menarik wajahku dan sedikit ku dorong badan papah.


Badan papah yang habis mandi menjadikanya tambah harum, bau sabunya membuatku sangat nyaman dan ingin rasanya aku mencium badan papah yang wangi juga mengusap badanya yang masih sangat seksi.


"Ayy,,, kalau kaya gini terus kapan kita akan perginya, ini adalah kencan kita yang pertama loh, jadi jangan bikin brantakan karena ngga jadi berangkat, "kataku, karena papah membuatku ingin berlama lama di peluk dan di cium.


"Iya,,, nih aku lepas, "sambil melepaskan pelukanya papah berkata.dan aku pun langsung turun dari pangkuan papah. lalu aku juga merapikan baju depanku yang sedikit brantakan.


Aku hanya tersenyum melihat tingkah papah yang merajuk dan menahan sesuatu yang tak bisa tersalurkan, karena aku menyuruh melepas pelukanya dan menyuruhnya untuk cepat pakai baju.


Saat papah memakai baju aku langsung keluar dan menunggu di dapur sambil membuatkan sarapan.


Menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam ahirnya kita sampai di tempat yang papah rencanakan, Ternyata papah mengajaku ke pantai dan aku sangat senang sekali karena aku suka bermain air.


Kita turun dari mobil ,dengan bergandengan tangan kita berdua menyusuri pinggir pantai,udara yang cukup panas tapi tidak membuatku untuk tidak bermain air.


Setelah puas bermain air kita memutuskan untuk istirahat dan makan siang, kita pun mencari tempat makan yang menyediakan olahan laut.setelah menemukan tempat makan yang kita cari, kita langsung masuk dan memesan makananya.


"Setelah dari sini adek pengin ke mana lagi hemm... "tanya papah, setelah kita memesan makanan.


"Terserah Ayy saja, Dinda ngikut aja, "jawabku.

__ADS_1


Ahirnya makanan yang kita pesan sudah datang, kita langsung memakanya. Saat kita sedang makan, tiba2 ada yang memanggil papah.


"Mas agung,,,,,"aku dan papah langsung melihat ke sumber suara.


"Hani,,,,,,, kak Hani, "kita bersamaan menyebut namanya, karena kaget kenapa ada dia sih.


"Wah,,, kebetulan sekali kita bertemu di sini, "kata kak Hani sambil langsung duduk di dekat papah.


"Sedang apa kamu di sini Han, ?"tanya papah.


"Sedang nemenin ponakan yang pengin main air di pantai,kalau kamu sama adekmu sedang apa di sini, ? "jawabnya.


"Pengin liburan lah kak ngilangin setres karena kerja terus, bosen kalau di rumah terus , "ahirnya aku yang jawab karena aku melihat papah yang sepertinya salah tingkah.


Aku dan papah melanjutkan makan, aku mau lihat apa kak Hani peka atas sikapku terhadap papah tidak.


"Kak,,, suapin dong, adek mau cobain makanan kaka, "kataku yang sedikit manja.


"Aaaaaa,,,, "kata papah.aku pun langsung membuka mulutku. setelah aku mengunyah sekarang aku gantian yang menyuapi udang kesukaan papah.


"Kak,,, nih daging udang kesukaan kaka, aaa,,,, biar adek suapi, "papah pun membuka mulutnya, sengaja aku senggolin ke bibir papah agar kotor.


"Ihhh,,, kenapa belepotan sih,sinih adek lap, "aku mengambil tisu dan mengelap bibir papah. sedang aku lihat kak Hani melihat tingkahku yang aneh mungkin, tapi kalau dia peka pasti bisa menebak kalau kita sepasang kekasih.


"Kak habis ini kita cari hotel aja ya kak, kita nginep di sini, kita habiskan waktu berdua, "kataku. dan kak Hani sepertinya tambah penasaran tentang ku.


"Terserah adek aja, aku ngikut, "aku pun tersenyum dan mengucapkan terimakasih, sambil ku usap pipi papah dengan tanganku.

__ADS_1


"Kenapa aku melihat dari tingkah kalian itu seperti sepasang kekasih,apa benar,? "aku hanya tersenyum dan memandang ke papah.


Terimakasih buat yang sudah ngasih like juga vote, dan juga terimakasih atas komen dan koreksinya, 😘😘😘


__ADS_2