MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Mendiamkan


__ADS_3

Aku di tatap semua orang yang ada di sini,karena mereka menunggu jawaban dariku.


"Maaf Mas,, bukanya Dea menolak lamaran Mas,, Dea senang melihat kesungguhan Mas Melamar Dea pada kaka,, tapi Dea belum berani memutuskan mau atau tidaknya sekarang, karena masih ada Mamah Mas yang harus tau tentang hubungan kita,, kalau Dea bilang Ya Dea mau menikah sama Mas, tapi Mamah Mas ngga merestui hubungan kita, pasti itu sangat menyakitkan buat Dea Mas,, jadi sebelum Mamah Mas tau tentang hubungan Kita Dea belum mau menerima lamaran Mas,, karena Dea takut kecewa dan takut kalau Mamah Mas tidak merestui hubungan kita,, "kataku sambil menatap ke Mas Hendra.


"Dea hanya seorang janda yang mandul, sedang Mas pria mapan dan pasti banyak perempuan yang mau sama Mas, pasti Mamah Mas menginginkan anaknya untuk mencari istri yang sempurna, dan juga belum pernah menikah,, maaf kan Dea Mas,,, "kataku lagi.


"Benar yang Dea katakan Dra,, kamu lebih baik bilang sama Mamah kamu dulu tentang hubungan kalian,, semua orang tua pasti menginginkan anaknya mendapatkan yang lebih baik,, jadi Mamah kamu harus tau setatus Dea dan segala kekuranganya, agar nanti rumah tangga kalian akan bahagia,,"kata kak Doni.


"Iya Kak,, Saya akan bilang ke Mamah Saya,, "jawab Hendra.


Setelah pembicaraan selesai Mas Hendra pamit pulang dan membawa Zara ke rumahnya,sedang Aku menginap di rumah Dinda. Perasaanku tidak enak karena melihat raut wajah Mas Hendra, dia jadi kelihatan diam saja saat tadi akan pulang.


"Apa kamu mencintai Hendra juga Dek,,? "tanya kaka setelah Mas Hendra pulang.


"Dea aja ngga tau tentang perasaan Dea kak, yang Dea rasakan kalau di dekat Mas Hendra rasanya nyaman dan tenang, merasa ada yang melindungi gitu,, apa itu bisa di bilang Dea sudah mencintai Mas Hendra kak,,? "


"Menurut kak Dian,itu sudah bisa di bilang kalau Dea sudah mulai mencintai Papahnya Zara,kalau Dea tidak mau kehilangan laki laki seperti Papah Zara yang sudah sangat mencintai Dea dan menerima segala kekurangan Dea,, berarti Dea harus berusaha meyakinkan omanya Zara kalau Dea itu pantas untuk jadi menantunya,, kasihan Papahnya Zara,, sepertinya dia sudah ingin sekali menikahi Dea,, "kata Kak Dian.


"Tapi Dea takut Kak, takut kalau Mamahnya Mas Hendra tidak suka sama Dea, dan ngga merestui hubungan kita,, "jawabku.


"Bibi ngga usah takut, Bibi harus berusaha meyakinkan Mamahnya Hendra kalau Bibi itu juga pantas untuk Hendra.lagian Hendra itu sepertinya benar benar sayang dan cinta sama Bibi, jadi kalian berjuanglah bersama,, "kata Suami Dinda.

__ADS_1


Setelah selesai mengobrol Aku pun menuju kamar yang biasa Aku tiduri saat masih di rumah Dinda.


Sampai di kamar Aku langsung naik ke kasur untuk merebahkan badanku, Aku pun memikirkan setiap perkataan dari kak Doni, kak Dian dan suami Dinda,, mungkin benar Aku harus berjuang untuk mendapatkan restu dari Mamahnya Mas Hendra.


Aku pun langsung memejamkan mataku untuk tidur, karena Aku sudah mengantuk.


Pagi pun datang, Aku sudah mandi dan rapi untuk berangkat kerja, Zara katanya pagi ini akan di antar ke rumah Dinda, karena nanti sore mau langsung ikut pulang ke kampung, Zara tidak bisa lama di rumah Mas Hendra karena akan ujian sekolah.


Saat Zara datang dan di antar oleh Mas Hendra Aku pun ikut sekalian untuk berangkat ke kantor. saat ini Aku sudah duduk di mobil bersama Mas Hendra, tapi suasana di mobil sangat sunyi dan Aku merasa Mas Hendra sangat aneh.


"Mas,, kamu kenapa? tumben diem aja lagi sariawan apa,,? "tanyaku. Tapi Mas Hendra masih tetap diam, untungnya ngga ada pak supir jadi Aku ngga malu.


"Kalau Dea ada salah Dea minta maaf, rapi rasanya Dea ngga bikin kesalahan deh,, "kataku lagi sambil menghadap Mas Hendra.


Dan benar saja mobil pun berhenti, Aku sedikit kaget ternyata Mas Hendra benar benar berhenti, tadinya Aku hanya ingin mengancam tapi ternyata Mas Hendra benar benar melakukanya.


Aku pun langsung turun, dan menutup pintunya dengan kencang, lalu setelah Aku turun mobil Mas Hendra pun pergi dengan kencangnya.


Lalu Aku berjalan menuju halte yang ada tidak jauh dari tempatku tadi turun dari mobil Mas Hendra. Aku pun duduk sambil menunggu mobil angkutan yang lewat kantor, dan sambil berfikir kesalahan apa yang ku buat sehingga Mas Anton sangat marah padaku.


Apa mungkin karena Aku menolak lamaranya,, tidak tidak,, Aku bukan menolaknya tapi Aku hanya ingin Mas Hendra untuk bilang dulu pada Mamahnya kalau Aku adalah kekasihnya, Aku ingin tau tanggepan dari Mamahnya merestui ku atau tidak, hanya itu tapi kenapa Mas Hendra sepertinya sangat marah padaku.

__ADS_1


Aku pun hanya diam dan melamun, sampai tidak menyetop angkutan yang lewat kantor.


Dan Aku tersadar saat ada suara klakson yang sangat kencang dari mobil yang berhenti di depanku.


Saat Aku melihat ke arah mobil, ternyata itu adalah mobilnya Mas Hendra. Aku hanya diam karena tidak tau maksud dari dia membunyikan klakson.


Karena Aku lama tak bangun dari duduku, ahirnya Mas Hendra pun datang mendekat, dan menariku untuk masuk mobil, Aku sedikit berontak tidak mau masuk mobil, tapi Mas Hendra memaksaku.


"Kenapa sih jadi orang egois banget,, "kata ku berbicara pelan tapi sepertinya Mas Hendra pun mendengar.


Aku hanya diam di dalam mobil, sampai ahirnya Aku sadar mobil ini berjalan tidak ke arah ke kantor.


"Mas,, kita tuh mau kemana,,? ini bukan jalan ke kantor,,!"kataku ahirnya berucap karena merasa bingung.


"Masss,,, kalau kamu diem terus begini, mendingan Dea keluar dari mobil ini saja,,Dea akan loncat ini ya Mass,,,,,,! sambil sedikit teriak karena merasa kesal. Tapi Mas Hendra masih tetap diam.


"Mas jangan kaya anak kecil begini,, kalau Dea bikin Mas kecewa karena belum memberi jawaban tentang lamaran Mas, Mas juga harus ngertiin perasaan Dea, Dea itu karena sadar diri,Dea takut kalau Mamah Mas tuh ngga restuin hubungan kita, Dea takut terluka lagi Mas,, kalau Mas sudah bilang pada Mamah Mas tentang hubungan kita dan kalau Mamah Mas merestui Dea,Dea juga ngga akan nolak lamaran Mas, Dea takut Mas karena kekurangan dan keadaan Dea,,, "sambil mataku terpejam dan air mataku sambil mengalir.


"Dea benar benar takut terluka untuk kedua kalinya, luka yang baru sembuh ini takut terluka lagi karena berum benar benar kering,, "Kataku lagi yang makin terisak. dan mataku masih terpejam sambil ku tutup dengan tanganku.


Lalu tiba tiba Aku merasa mobil berhenti,dan sedetik kemudian ada pelukan hangat yang memeluk tubuhku.

__ADS_1


**Jangan lupa like komen dan votenya ya kak,,,


Untuk yang minta Dea dan Hendra cepat di halalin sabar yah,, kita lihat kemesraan mereka berdua dulu dalam berpacaran,,, biar ada manis manisnya gitu... hehe**..


__ADS_2