
Mas Hendra menciumiku dengan sangat rakus dan tidak sabaran.
"Mas,, pelan pelan sihh,, Dea juga ngga akan pergi kok,, "kataku sambil mengusap kepalanya.
Sedang Mas Hendra masih sibuk dengan kegiatanya bermain di dadaku.
"Sayangg,, sepertinya punyamu makin besar aja ininya,, Mas jadi makun suka,, "
"Mungkin,, karena Mas kalau memainkanya kan selalu lama,, "
"Uuuhhhh,, Masss,,, "kataku saat Mas Hendra menarik dengan mulutnya daging keci l yang ada di dadaku.
Lalu Mas Hendra melepaskan bajuku semua, hanya menyisakan kain tipis yang berbentuk segitiga saja.
Mas Hendra menciumiku dari pioi dan terus ke bawah tanpa ada yang terlewat, Aku hanya menikmatinya dengan merasakan kenikmatan.
Saat Mas Hendra sedang menciumiku di paha,, Aku tiba tiba merasakan ada cairan yang keluar dari inti tubuhku, padahal Aku belum merasakan pelepasan.
"Mas,, Dea kok ngerasa ada yang keluar,, tunggu dulu ya Mas, Dea mau lihat,, "
"Dari mananya,, "Aku pun menujuk inti tubuhku.
"Biar Mas yang priksa saja,, "
"Ngga usah Mas,, Dea aja,, "
"Udah,, Mas Aja,, "sambil Mas Hendra tanganya menarik kain tipis segitigaku.
Saat Mas Hendra melihatnya, Mas Hendra langsung lemas duduk di kasur.
"Ada apa Mas,, "tanyaku dan Aku langsung duduk dan melihatnya.
Aku yang melihat ada darah di celana dalamku pun langsung bangun dan Aku menuju kamar mandi untuk memersihkanya.
__ADS_1
Karena ini sudah malam, dan kita juga cape karena habis perjalanan, Aku pun tidak membeli pembalut tapi Aku hanya memakai handuk kecil untuk sementara. karena biasanya kalau Aku baru dapat itu belum terlalu banyak darah yang keluar.
Aku keluar dari kamar mandi dan sudah memakai bajuku, Aku melihat Mas Hendra yang duduk di kasur sambil bersandar pada sandaran kasur sambil memainkan HPnya.
"Maafin Dea ya Mas,,Dea mengecewaiin Mas,, Dea belum bisa ngasih turunan sama Mas, "kataku sambil mendekati Mas Hendra sambil menundukan wajahku.
"Kamu tuh ngomong apa sih Yang,, kan Mas dah pernah bilang, masalah momongan Mas itu tidak terlalu di pikirkan,, kita serahkan semua pada yang di atas,, "
"Tapi Mas Hendra terlihat sangat kecewa saat melihat Dea datang bulan,, "kataku.
"Sayanggg,,, Mas ngga kecewa soal itu,, Mas hanya kecewa ininya Mas yang udah tegang jadi ngga bisa tersalurkan ,,kepala Mas rasanya pusing Yang,, karena udah dari sore ini Mas dah pengin,, "sambil mengusap kepunyaanya yang memang di balik celanyanya masih tegang.
Aku hanya tersenyum dan merasa lega, karena Aku mengira Mas Hendra kecewa saat melihat Aku datang bulan dan belum bisa hamil,ternyata karena kecewa senjatanya yang gagal untuk pelepasan.
"Mau Dea bantuin ngga Mas,, biar merasa lega dan enakan,, "Mas Hendra langsung tersenyum.
"Mauu,,,,"dan Mas Hendra langsung menarik badanku untuk di peluknya.
Mas Hendra membuka celananya, dan langsung si senjata laras panjang pun terlihat dengan gagahnya, Aku pun tersenyum melihatnya,, karena benda keras ini lah yang selalu membuat ku merasakan kenikmatan.
Posisiku duduk di kasur sedang Mas Hendra berdiri, dan tangan Mas Hendra mengusapi kepalaku terus.
"Sayang,, coba pake mulut,, "
"Dea ngga bisa Mas,, Dea ngga pernah,, "kataku, memang benar Aku belum pernah karena dulu Aku waktu masih bersama Mas Dedi hanya main tangan saja, karena Mas Dedi dengan tangan aja cepat keluar, sedang Mas Hendra ini sudah 10 menit, dan tanganku sudah cape belum juga menujukan tanda tanda akan keluar.
"Mas ajari yah,, sekarang buka mulut Yang,, "Aku pun menurut.
Aku membuka mulutku, dan Mas Hendra mendekatkan senjatanya ke mulutku.
"Coba Sayang praktekan seperti Sayang makan es krim,, "Aku pun menurut walau tidak paham tapi Aku mengikuti arahanya.
Aku jilati dengan lidahku, kepala gundulnya Mas Hendra, trus sampai bawah juga,, dan Aku tak melewatkanya sedikitpun.
__ADS_1
Lalu Mas Hendra menyuruhku memasukan ke dalam mulutnya, seperti makan permen lolipop. Aku pun menurutinya.
Di dalam Aku pun memaiknan lidahku,dan Tanganku di suruhnya sambil bergerak.
Mas Hendra sudah merasakan ke enakan, dan Mas Hendra pun ikut menggerakan pinggulnya.
"Sayang,, enak bangett,,, terus Yangg,,, "Aku pun sudah merasakan Mas Hendra akan melakukan penembakan langsung melepaskan dari mulutku.
Aku hanya menggunakan tanganku untuk membantunya. karena Aku ngga mau kalau sampai keluar pas di dalam mulutku.
Tidak begitu lama, ahirnya keluar juga di tanganku, dengan begitu banyaknya sampai mengenai bjuku karena sedikit muncrat.
"Makasih Sayang,,, Mas rasanya lega banget,, "sambil menjatihkan badanya di kasur karena lemas.
Aku hanya menjawab iya, lalu Aku masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tanganku.
Setelah selesai Aku pun mengelap senjata Mas Hendra dengan tisu basah dan setelah itu Aku lap dengan kain kering.
"Makasih ya Sayang, "sambil mencium bibirku sekilas.
"Iya,,, "jawabku, lalu kita pun bersiap akan tidur.
"Mas,, Dea lapar loh,, katanya mau pesan makanan,, "
"Ya Tuhan Mas lupa,, Mas Akan pesan sekarang,, "lalu Mas Hendea pun menelfon dan memesan makanan, kita pun menunggu sambil mengobrol.
"Sayang,, biasanya berapa hari kamu kalau datang bulan,,? "
"Biasa sih sampai satu minggu, tapi kadang juga bisa lebih,, "
"Aduh,,, kenapa lama banget sih Yang,,"
"Yang sabar ya Mas,, "sambil Aku tersenyum.
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votenya,, trimakasih,,,