MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Kembar Siuman


__ADS_3

"Mas ngga di apa apain kok Yang,, cuman Fitri baru melepas kancing baju Mas saja,, "


"Masa sih,,? "


"Serius,, untung aja sayang dan polisi cepat datang, kalau sampai terlambat pasti Mas sudah di perk**osa oleh perempuan gila itu,, "


"Ya sukur lah kalau Mas ngga sampai di apa apakan,, "


Lalu Dinda merapikan alat alat bekas tadi mengobati luka Agung, telfon di meja Agung berbunyi dan Agung langsung mengangkatnya.


"Sayang,, anak anak kita sudah sadar, ayo kita lihat,, "setelah telfon mati Agung dengan rasa senang langsung bicara pada Dinda.


"Serius Mas,, Ayo Mas kita lihat anak anak kita,, "sambil Dinda membuka pintu.


"Ya Tuhan,, trimakasih atas kesembuhan anak anaku,, "Dinda tidak berhenti mengucap sukur dan terimakasih kepada Tuhan sambil brrjalan ke UGD.


Sambil bergandengan tangan mereka berjalan menuju UGD.Sampai di UGD Dinda dan Agung mendekati Anak anaknya.


Faiza dan Fatiya menangis kencang saat melihat Dinda dan Agung, dan sambil mengacungkan tanganya minta di gendong.


"Iya sayang,, cup cuppp,, Mamah ada di sini sama Papah,, jangan nangis yah,, "sambil mengusap kepala anak anaknya.


"Nanti yah sayang gendong Papahnya,sekarang Kaka sama Dede di obatin dulu biar sebuh,, "Agung menciumi kening Fatiya sama Faiza.


Tapi mereka berdua seperti ketakutan, karena tetap menangis dengan kencang dan meminta di gendong.


Ahirnya Dinda dan Agung menggendongnya karena tidak tega melihat si kembar yang terus menangis.Setelah di gendong dan di peluk, si kembar pun berhenti menangis.


Jam sudah menujukan pukul 12 malam, Dinda dan Agung sudah merasa lelah dan mengantuk, tapi karena si kembar inginya selalu di gendong oleh Dinda dan Agung jadi mereka berdua masih tetap terjaga.


Dinda dengan pelan meletakan si ade di kasur dengan pelan, lalu selanjutnya Agung yang meletakan si kaka di dasur setelah kembar tertidur di gendongan.


Setelah dua duanya tertidur di kasur ,Agung dan Dinda bisa beristirahat.


"Kalau Sayang mau istirahat, istirahat di ruangan Mas sanah, biar Mas yang jaga si kembar di sini,, "saat mereka duduk di sofa.

__ADS_1


"Ngga papa Mas, Dinda di sini aja, "Agung merangkul pundak Dinda agar bersender ke dadanya.


"Ya sudah kalau mau di sini aja,, tapi tetap harus istirahat ,,"Dinda pun mengangguk.


Lalu mereka tidur di sofa dengan posisi duduk dan saling peluk.


Sekitar pukul 5 pagi, kaka menangis, dan Dinda langsung bangun. Saat Dinda mendekatinya ternyata popoknya penuh.


"Sayangnya Mamah bangun yah,, popoknya penuh sayang,, uuhhh,,, sinih Mamah ganti yah,,"


Lalu Dinda mengganti popoknya Kaka yang penuh, dan Agung datang mendekat.


"Yang,, Mas pulang dulu yah, mau ambil baju ganti sama lihat Abang,, kasiahan Abang di rumah,, "


"Iya Mas,, "


"Ngga papa kan di tinggal sendiri,, "


"Ngga papa lah Mas,, kan ada suster di sini,, "


Agung pun pulang ke rumah, sampai di rumah Akbar langsung menangis melihat Papahnya yang datang.


"Loh,, kok jagoan Papah nangis, kenapa,,? "sambil memeluk Akbar.


"Abang takut Pah,, Papah sama Adek ngga papa kan,, "


"Ngga usah tauk yah, Papah sama adik adik Abang baik baik saja,, "


"Trus Bunda sama adik adik mana Pah,,? "


"Bunda sama Adik adik di rumah sakit, Adik harus di rawat dulu, tapi Abang trnang yah, adik ngga papa kok,,"Akbar langsung memeluk Agung dengan kencang lalu Agung menggendongnya menuju kamar.


"Mba tolong siapkan baju kembar dalam tas yah, sama peralatan yang buat su*su,"kata Agung sebelum masuk kamar.


"Iya Pak,, tapi kembar ngga kenapa kenapa kan pak,,? "

__ADS_1


"Ngga papa,, kembar hanya butuh istirahat dan pemulihan,, "


"Sukur kalau gitu Bak, Den Akbar semalaman susah tidur, selalu menanyakan Bapa, Ibu dan kembar,, saya juga jadi ikut kuatir pak,, "


"Iya Mba kita semua juga bersukur karena tidak terjadi yang fatal,, "


"Ya udah ya mba, saya juga mau menyiapkan baju buat Ibu,, "


"Iya Pak silakan,, "Agung dan Akbar lalu. masuk ke kamar.


"Abang duduk dulu yah, Papah mau ambil baju buat Mamah,, "Akbar pun menurut.


"Pah,, Abang ikut kerumah sakit yah, Abang pengin lihat adek,, "


"Boleh,, tapi ngga boleh lama lama yah, nanti sebentar aja di rumah sakitnya dan Abang nanti pulang sama mba,, "Abang pun menurut.


Agung lalu mandi setelah menyiapkan baju Dinda dalam tas ransel, Abang bermain game di hpnya Agung sambil menunggu Agung mandi.


Setelah semuanya siap Agung, Akbar dan Mba Iis menuju rumah sakit, mba Iis juga membawa makanan banyak, karena buat Dinda juga mba siti yang sedang menjaga pak Udin.


"Mamahh,, "kata Akbar saat masuk ke ruang rawat kembar.


Kembar sudah di pindahkan ke ruang rawat, dan sudah tidak di UGD lagi.


"Sayang,, "sambil mereka berpelukan.


"Abang pengin lihat adek Mah,, "


"Iya sayang,, ayo.. "Dinda lalu menggendong Akbar.


Sedang Agung menyuruh Mba Iis untuk ke ruanganya pak Udin, dan membawakan baju juga makanan untuk mba siti.


Mba iis lalu keluar dari ruang rawat si kembar, sedang Agung dan Dinda sedang menemani anak anak mereka bermain. keadaan si kembar memang sudah jauh lebih baik.


Jangan lupa untuk like komen dan votenya trimakasih..

__ADS_1


__ADS_2