MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Buka Puasa


__ADS_3

"Masss,,, nafas Dindaaa,, habiss,, "kataku sambil mengatur nafasku.


"Maaf Dek,, "lalu ciuman Suamiku turun ke leherku, dileher Suamiku menggigit kecil dan sepertinya Suamiku sedang membuat bintang merah di leherku, Aku hanya bisa menikmatinya..


"Eeemmm,,,, "sambil ku remas rambut Suamiku. karena rasanya geli dan nikmat gitu.


Karena Aku memakai baju daster yang tali di pundak, Suamiku pun melepaskan ikatanya dan menurunkan bajuku, karena Aku tidak memakai BH jadi saat baju di tarik ke bawah, dua daging kenyalku langsung menyumbal. karena kalau tiap malam memang Aku jarang pakai Bh karena ukuran daging kenyalku yang cukup besar, membuatku kalau tidur pakai BH terasa ngap.


Ciuman Suamiku sampai di daging kenyalku, di sana Suamiku langsung melahapnya dengan rakusnya, sampai mulutnya mondar mandir gantian memainkan daging kenyalku. Aku makin merasa terangsang saat Suamiku meremas dan memlintir ujung daging coklat.


"Uuuhhhh,,,, "kataku sambil ******* ***** rambut Suamiku.


Setelah puas dengan daging kenyalku, ciuman Suamiku turun ke perut dan turun terus dan sampai lah di tempat sensitifku.


Di bukanya kakiku agar melebar dan tangan Suamiku mengusapnya di tempat sensitifku,dan jarinya nenusuk ke dalam membuat Aku mengglinjang karena tusukan tangan Suamiku. karena tempat sensitifku sudah basah membuat jari Suamiku gampang memasukanya.


"Aahh,, aahhh,, ahhh,, "kataku saat jari Suamiku keluar masuk di tempat sensitifku.


Puas dengan jarinya sekarang Suamiku menciuminya denganmulutnya dan menjilatinya,, uuhh rasanya sungguh nikmat karena sudah sebulan lebih Aku tidak merasakan cumbuan dari Suamiku.


"Dek,, Mas lakukan sekarang yah,, "Aku hanya mengangguk .


Lalu Suamiku melepaskan celananya, kakiku dibukanya agar adik kecil Suamiku bisa mudah masuk, Setelah Suamiku memposisikanya dengan benar dan menekanya, adik lecil Suamikupun masuk dengan sempurna.


Suamiku sampai menggeram keenakan karena mungkin sudah lama tidak merasakanya.


"Ohhh Dek,, hangatnya dan rasanya sungguh nikmat, "sambil menggerakan pinggulnya dengan pelan.


Lalu Suamiku mencium bibirku, kita saling ******* dan Suamiku sambil menggenjot dengan pelan, rasanya bikin merem melek.


Suamiku melepaskan Adek kecilnya, lalu Suamiku mengambil bantal dan di taronya bantal di bawah pinggulku, sekarang pantatku jadi lebih tinggi membuat Suamiku makin bersemangat.


Aku hanya menikmatinya sedang Suamiku yang bekerja, dengan posisi ini membuat Suamiku makin cepat gerakan memompanya. Aku sampai meremas seprei dan merem melek karena pompaan Suamiku makin cepat. Dan tidak begitu lama Suamiku berteriak dan di susul Aku yang berteriak karena telah melakukan pelepasan.


"Aaahhhhh,,,,, nikmatnyaaaa,,,,,, Dekkkk ooohhhh,,,, "

__ADS_1


"Maasss,,,, aaaahhhhh,,,,,,"untung kamar kita kedap suara, jadi teriakan kita tidak mungkin terdengar keluar.


Suamiku ambruk di samping badanku dengan nafas yang memburu. kita berdua terkapar di atas kasur yang brantakan.


Setelah nafas Suamiku sudah normal, dia pun bangun dari tiduranya, dan Suamiku mencium perutku sambil berkata.


"Semoga langsung jadi yah Dek,, biar rumah kita jadi tambah rame, "


"Amin,, semoga ya Mas, "kataku sambil mengusap kepala suamiku, yang masih menciumi perutku.


Setelah Itu Suamiku menggendongku untuk masuk kamar mandi, sampai di dalam kamar mandi kita berdua langsung bersih bersih.


"Mas,,, besok Dinda di antar Mas atau supir,? "tanyaku sambil memakai baju.


"Mas antar aja, soalnya Mas sekalian ke rumah sakit pagi juga, "Suamiku juga sambil memakai celana.


Lalu Aku duduk di kursi meja rias, dan Aku membuka laci untuk mencari sebuah kotak, dan setelah dapat Aku membuka kotak itu, ini adalah kotak tempat Aku menyimpan cincin nikah. Aku ambil dan memakaynya.


"Mas,,, bagus ngga,,? "tanyaku.


"Ya karena sekarang sudah waktunya orang tau kalau Dinda itu adalah seorang ibu dan Istri dari Dokter bedah Agung pamuji, "kataku sambil tersenyum.


Suamiku pun tersenyum, dan menyuruhku untuk cepat naik kasur karena sudah malam dan waktunya tidur.


.


.


.


Ayah Doni


Hari ini Aku mulai mengajar lagi, Aku mengajar di tempatku yang dulu sebelum menikah lagi dengan farida.


Di kampungku dan di rumahku yang dulu ini Aku sangat mereasa nyaman dan tentram, walau kadang terlintas kenanganku bersama Farida masih ada, tapi Aku selalu bisa mengatasi rasa sedih ku di dalam hati ini.

__ADS_1


Walau Aku merasa kesepian tapi Aku sebisa mungkin untuk mencari kesibukan agar kesepian yang ku rasakan terobati, seperti menelfon anak dan cucu, atau sibuk membuat soal dan materi untuk pelajaran anak anak di sekolah.


Saat ini Aku sedang mengajar kelas 7 sekolah menengah pertama, dan hari ini Aku pertama kali mengajar di sekolah ini setelah kemaren mengajar di sekolah kota.


Kepala sekolah dan pemilik sekolah ini sudah sangat kenal denganku, karena memang Aku dulu mengajar di sekolah ini cukup lama, saat Dinda umur 11 tahun sampai kemaren Aku menikah lagi dengan Farida.


"Anak anak,, sekarang waktunya pulang dan jangan pada nongkrong atau pergi ke tempat tempat yang tidak baik, kalian harus pulang dulu sampai rumah agar orang tua kalian tidak kuatir, mengerti anak anak,, "kataku sebelum membubarkan kelas.


"Mengerti pak,, "kata anak anak serempak.


"Bagus,, sekarang kalian berdoa sebelum pulang, Berdoa mulai,,"sambil anak anak berdoa dengan agama mereka masing masing, setelah selesai Anak anak pun berhamburan pada keluar kelas.


Aku sangat senang mengajar karena mengajar anak anak dan bergaul dengan anak anak itu sangat menyenangkan.


Aku merapikan mejaku dan saat Aku akan keluar rupanya ada anak yang masih di kelas.


"Kamu kenapa belum pulang,, siapa nama kamu,? "


"Namaku Zara ,Zara belum di jemput jadi lebih baik tunggu di kelas aja pak,, "


"Oh gitu, Zara apa perlu Bapa temani sampai jemputan kamu datang, apa berani di kelas sendiri,"


"Zara udah biasa sendiri Pak, jadi Bapa tidak perlu temenin Zara, "


"Ya udah,, Bapa ke kantor dulu yah,, "


"Iya pak,,, "Saat Aku akan jalan keluar dari kelas tiba tiba Zara memanggilku.


"Pak,, apa Bapa punya istri apa Bapa seorang duda,? "


"Kenapa pertanyaanya begitu,? "


"Karena kalau Bapa duda, Bapa mau ngga jadi Ayah Zara, karena dari kecil Zara ngga punya Ayah,"Aku hanya tersenyum dan geleng geleng kepala. dan Aku pun keluar dari kelas.


Lebih hot mana coba antara Agung dinda, apa Al Nana, silakan kaka kaka semua yang menilai... di cerita agung dan dinda Aku tak berani terlalu uwu karena takut di hapus lagi kaya yang dulu, jadi maaf kalau kura uwu ya kak....

__ADS_1


Ngga nggantung lagi kan... jadi jangan pelit untuk like, komen dan votenya yah kak,,, trimakasih.


__ADS_2