
Iza di dalam mobil saat pulang dari rumah sakit diam terus,rupanya Iza sedih karena Torik akan pindah keluar negri.
Sampai Rumah Iza dan Tiya langsung masuk ke kamar,saat Iza mau masuk kamar,Tiya memanggilnya.
"Dek tunggu,,ini ada titipan dari kak Torik,katanya hadiah ulang tahun buat kamu,"kata Tiya sambil memberikan kado yang ukuranya kecil.
"Kok tadi kak Torik ngga ngasih ke Adek langsung,kenapa kasihnya malah ke Kaka,"
"Tadi kamu kan ikut mamahnya kak Torik ke minimarket,jadi kak Torik bilang nitip sekalian buat kamu,Kaka juga dapat kok,dan kotaknya sama,"
"Kenapa baru di kasih sekarang,kenapa ngga dikasih tadi di rumah sakit apa di pas masih di mobil,"
"Kaka lupa,lagian kak Torik nyuruh kita bukanya di rumah,dia katanya malu takut kita ngga suka hadiahnya gitu,,"
"Oh gitu,ya udah Adek masuk dulu ya kak,mau lihat apa isinya,,"
"Iya,,"Iza lalu menutup pintu dan Tiya juga masuk ke kamarnya.
Sampai di kamar Iza lalu membuka kotaknya,dan saat di lihat ternyata sepasang jepit rambut yang sangat bagus,memang Iza kalau sekolah suka pakai jepit rambut di sisi kanan dan kiri rambutnya,jadi Torik pikir untuk membelikan Iza sepasang jepit rambut.
Jepit rambutnya sangat bagus dengan model mutiara yang banyak,dan jepit ini banyak di pakai anak muda jaman sekarang, Iza langsung mencoba di pakainya.
Kalau Tiya,dia tidak langsung membukanya,Tia justru mandi dulu dan bersih bersih,karena dari rumah sakit pasti kotor dan bau obat bajunya.
Setelah bersih,Tiya baru membuka kadonya,dan Tiya juga mendapatkan kado yang sama ya itu sepasang jepit rambut dengan hiasan mutiara juga.
Tapi di bawah jepitan rambut ada cincinnya juga,Tiya mengambil cincin itu lalu mencobanya,ternyata pas di jari manisnya.
Tiya tersenyum melihat jari manisnya yang di pasang cincin dari Torik.
"Apa Iza mendapatkannya juga yah,"kata Tiya pelan.
Tiya lalu melepaskanya lagi cincin itu,dan ternyata di bagian dalamnya ada tulisan Toriknya, Tiya lalu menyimpannya karena tidak enak dengan Iza.
Setelah itu Tiya yang merasa lelah dan mengantuk memutuskan untuk tidur dulu.
Sekitar jam 7 malam,kembar turun ke bawah untuk makan malam setelah Mba memanggil mereka.
Saat ini kembar,Agung dan Dinda sedang makan malam bersama.
"Adek kenapa kok mukanya kaya sedih gitu,?"tanya Agung.
"Kak Torik mau pindah keluar negri Pah,"
"Pindah keluar negri,kenapa kok pindah,?"tanya Dinda yang ikut kaget juga mendengarnya.
"Katanya kak Torik mau berobat di sana,dan sekalian pindah,emangnya di sini ngga ada rumah sakit yang bisa nyembuhin kaki Kak Torik ya Mah,Pah,,?"
"Di Sini aja bisa,kaki Torik itu kan cuman retak ,tapi memang buat kesembuhanya lama kalau di sini,sedang di luar negri itu cepat karena alatnya lebih canggih,"(ini cuman karangan aku aja yah,Aku juga ngga tau aslinya bisa ngga di luar negri😊)
__ADS_1
"Adek ngga usah sedih gitu dong,kan Torik mau keluar negri biar sembuh,"
"Tapi kak Torik mau sekalian pindah sekolahnya Mah,dan mau kuliah juga di sana,kata Tante balik kesininya ngga tau kapan,kan Adek sedih soalnya ngga tau kapan kak Torik balik,"
"Apa Adek suka sama Torik,?"Agung bertanya,Dinda langsung melihat kearah Tiya,Dinda ingin melihat reaksi Tiya.
""Iya Pah,,"Sambil tersenyum malu,wajah Tiya terlihat memerah dan menunduk.
Dinda yang melihat perubahan wajah Tiya langsung tau kalau kedua anaknya menyukai satu cowok.
"Sayang,,kita boleh suka sama seseorang,tapi yang menentukan jodoh kita itu Tuhan,jadi jangan terlalu mencintai seseorang yang belum tentu itu jodoh kita dari Tuhan,nikmati masa muda kalian,"
"Benar kata mamah,kalau Torik jodoh Adek itu ngga akan tertukar,tapi kalau Torik nikah dengan orang lain,berarti itu bukan jodoh Adek,Tuhan sudah menggariskan jodoh kalian yang terbaik,jadi jangan terlalu mencintai laki laki yang belum tentu jodoh kita kelak,kalian nikmatin masa muda kalian dulu yah sayang,,kalian boleh pacaran tapi jangan sampai mengganggu sekolah kalian, utamakan belajar,"
"Iya Pah Mah,,"kata Iza.
"Kaka kok diam aja,gimana menurut Kaka,,?"tanya Agung.
"Iya Pah,Kaka ngerti maksud perkataan Papah,"
"Bagus sayang,kalian harus jadi Dokter yang sukses ,agar Mamah dan papah bangga pada kalian ,ok,,"Kembar mengangguk.
Selesai makan,kembar naik ke atas,Iza masuk ke kamar Tiya,Iza ingin melihat kado Tiya dari Torik.
"Mana lihat punya Kaka isi kado dari kak Torik seperti apa,?"
"Sama kok kak,punya Adek juga jepit rambut,cuman beda bentuknya,"
"Ya biar ngga ketukar kali Dek,"
"Tapi punya Kaka gambarnya hati gini,kalau Adek gambar pita,"
"Cuman bentuk doang sih Dek,"
"Boleh di tuker ngga kak,?"
"Jangan lah Dek,ngga enak kalau kak Torik melihatnya,"
"Iya udah deh,,kak Adek ke kamar yah,mau tidur,"
"Iya Sanah tidur,Kaka juga udah mengantuk,"Iza lalu keluar kamar dan Tiya bersiap tidur.
Seminggu berlalu,Torik sudah pulang dari tiga hari yang lalu dari rumah sakit,hari ini orang tua Torik sedang bersiap untuk pindah keluar negri.
Torik hanya bisa duduk diam ,dan melihat orang tuanya yang sedang merapikan baju bajunya,serta barang lainya untuk di bawa ke luar negri.
Karena jam penerbangan malam hari, Torik menelfon Iwan untuk mengajak bertemu di rumahnya,Torik juga menyuruh Iwan untuk mengajak Zee dan kembar,Iwan langsung menjawab Iya.
Iwan menelfon Zee,dan juga menelfon kembar,Zee langsung jawab iya,sedang kembar izin ke mamahnya dulu.
__ADS_1
"Mah,,Mamahh,,"Iza memangil Dinda di kamarnya.
"Iya sayang ada apa,?"
"Mah Adek sama Kaka mau main ke rumah kak Torik yah,nanti malam kak Torik sama orang tuanya mau berangkat ke luar negri soalnya,boleh ya Mah,,"
"Oh gitu,boleh di antar pak supir yah,"
"Ngga usah mah,,kita mau di jemput Kak Iwan sama Zee,,"
"Kalian mau kesana rame rame,?"
"Iya Mah,,"
"Ya sudah Sanah pergi,hati hati yah,,"
"Ok Mah,,"Iza keluar dari kamar Dinda dan.langsung naik ke atas ,lalu Iza ke kamar Tiya dan bilang kalau Mamah mengizinkanya pergi.
Keduanya lalu bersiap,selesai bersiap mereka turun ke bawah menunggu Iwan yang jemput.
Tidak lama suara mobil datang,kembar lalu pamitan sama orang tuanya.
Kembar mendekati mobil,dan Zee membuka kaca mobil.
"Ayo kita berangkat,,"kembar mengangguk,tapi Iza sedikit kaget karena yang menyetir bukan Iwan tapi Kakanya Zee.
"Aku jadinya di antar Kaka ku,soalnya mobil Iwan mogok di jalan ,untung Kaka ku bisa nganterin,"Zee langsung bicara saat kembar masuk ke mobil.
Di mobil Iza yang biasanya banyak bicara,sekarang hanya diam saja,karena dari tadi Beni selalu melirik ke arahnya lewat sepion yang ada di atas kepala Beni.
"Tapi Iwan nanti kesana kan Zee,?"tanya Tiya.
"Iya,dia nanti nyusul ke rumah Torik,"
Sampai di rumah Torik,ketiganya turun,dan Zee bilang makasih pada Kakanya.
"Za,,boleh bicara bentar ngga,"Beni keluar dari mobil langsung memanggil Iza.
Tiya dan Zee yang mendengarnya merasa aneh,tumben kakanya manggil Iza,sedang Iza sebenarnya ngga mau tapi ngga enak karena ngga sopan,soalnya Beni itu teman Abangnya.
"Za kita masuk dulu yah,Sanah temuin kaka ku dulu,"keduanya langsung berjalan masuk,Iza masih berdiri diam.
"Ngapain sih nih kaka nya Zee,ngga tau apa aku ini masih malu gara gara kejadian itu,"batin IZa berkata.
"Ada apa Kak,,?"
"Emm,,boleh ngga aku minta no telfon kamu,?"
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...
__ADS_1