
Dinda
"Mas,, Dinda boleh kerja lagi ngga,,? "saat ini Dinda sedang ada di ruang kerja Mas Agung yang ada di rumah, Mas Agung sedang sibuk memeriksa data pasien yang akan di oprasi besok.
"Kenapa kok tumben bilang pengin kerja lagi, bukanya Mas dah bilang sayang di rumah aja urusin anak anak,,biar masalah cari uang itu tugas Mas ,,"sambil menyuruh Dinda untuk duduk di pangkuanya.
"Dianda hanya ingin kerja aja lagi, bukan masalah kurang uang, Dinda ingin menolong banyak orang dan ilmu yang Dinda punya jadi ngga di anggurin gini,, "sambil mengalungkan tanganya keleher Mas Agung.
"Oh gitu,, gimana kalau Sayang bukak klinik umum aja, jadi Sayang ada kegiatan dan nanti Mas juga akan buatkan tim dokter yang akan membantu klinik Sayang,, "Dinda langsung tersenyum senang.
"Dinda mau Mas,, itu ide bagus banget,, "lalu Dinda menciumi seluruh wajah Mas Agung.
"Eehhh,,, tapi ada bayaranya yah,ngga grati ini, "Dinda langsung mengkerutkan keningnya.
"Apa?,, Dinda ngga punya uang banyak loh ya Mas,, jangan mahal mahal,, "
"Ngga kok ngga mahal, hanya cukup puaskan Mas di ranjang satu malam ini,, "Sambil berbisik di telinga Dinda.
"Iiihhh,, Mas tuh dasar tua otak mesum,,"sambil memonyongkan bibirnya Dinda berkata.
"Mesum sama istri sendiri ini,, mau yah,, "Dian sedikit berfikir.
"Kalau sampai buat Mas puas, besok Mas ajak buat cari tempat untuk klinik sayang,, gimana,, "
"Hemmmm,,, gimana yah,,, tapi Mas ngga bohong kan,,? "
"Mas ngga bakalan bohong,, tapi kalau sampai Mas ngga puas Mas akan pikirkan kembali rencana buka kliniknya,, "
"Iiihhh,,, Mas tuh sama istri sendiri kok perhitungan gitu sih,,, "
__ADS_1
"Hahaaa,,, harus dong,, ini namanya sama sama untung,, "Dinda hanya bisa memanyunkan bibirnya.
"Ya udah iya,, Dinda turuti kemauan Mas,, tapi janji yah besok kita cari tempat untuk bukak klinik,, "
"Iyaa,,, "Jawab Mas Agung, lalu Mas Agung mengajak Dinda ke kamar.
"Kita ke kamar yuk,, "
"Ayuk,, tapi Dinda lihat si kembar dulu ya Mas,, "Mas Agung pun mengangguk.
"Mas juga ke dapur dulu mau ambil minum buat di kamar,, "Dinda pun Mengangguk.
Sekarang si kembar sudah ada kamar sendiri, dan tidurnya bersama mba Fitri(pengasuh)dan kadang juga di temani mba iis atau mba Siti.
Mas Agung berjalan ke arah dapur, sedang Dinda menuju kamar si kembar.
"Kembar ngga rewel kan Mba,,? "tanya Dinda.
"Oh sukur deh,, "lalu sebelum Dinda pergi mencium pipi si kembar dulu.
Saat Dinda pergi ke luar dari kamar kembar, si mba Fitri pun mengikutinya dari belakang, dan saat mba Fitri mau menutup pintu, dia mengintip Dinda yang di tarik oleh Mas Agung agar bisa di rangkulnya, dan mereka berdua pun saling tersenyum.
"Aduhh,, kapan Aku punya suami kaya gitu, udah kaya, ganteng, penyayang lagi,,,, "kata hati Mba Fitri.
Dinda dan Mas Agung pun masuk ke dalam kamarnya, Dinda langsung masuk ke kamar mandi untuk bersih bersih dahulu.
Saat Dinda keluar dari kamar mandi, Dinda hanya memakai handuk saja yang melilit di badanya, Mas Agung yang melihatnya pun tersenyum senang.
"Kenapa harus di tutupi handuk sih,, udah lepas aja. karena Mas tidak akan membiarkan sayang di tutup kain dan untuk istirahat barang sebentar pun,, "
__ADS_1
"Iihhh,,, serem,, "jawab Dinda sambil pura pura takut, lalu mereka berdua pun tersenyum bersama.
Mas Agung memberi kode untuk segera naik ke kasur, dan Dinda yang faham pun langsung mengikutinya.
Setelah Dinda naik ke kasur Mas Agung langsung menarik handuk yang melilit di badan Dinda. saat Handuk terbuka Mas Agung langsung membulatkan matanya.
"Sayang,,, sungguh kamu tuh buat Mas makin tergila gila saja,,"sambil Mas Agung menindihin badan Dinda.
Mas Agung menciumi pipi Dinda dengan sangat rakus dan tidak sabaran.
"Mas,, pelan pelan aja,, "kata Dinda.
Lalu Mas Agung pun mengikuti kemauan Dinda, dengan pelan Mas Hendra menciumi seluruh wajah Dinda, dan ciuman itu pun turun kebawah.
Mas Agung bermain di dada Dinda cukup lama, karena dada Dinda yang masih sangat montok, apa lagi sekarang Dinda sudah tidak memberi ASI pada si kembar, membuat Mas Agung semangat memainkanya.
"Oohh,, Masss,,, "bibir di dada sedang tangan sudah turun ke bawah,, membuat Dinda seperti cacing ke panasan.
"Sayanggg,,, oohhhh,, "Dinda selalu mengeluarkan suara kenikmatan dari bibirnya.
Sedang Agung dengan pintar juga lihainya membuat Dinda semakin merasakan kenikmatan.
"Maassss,,,, aaahhh,, "setiap permainan jari Mas Agung di inti tubuh Dinda, Dinda selalu kualahan.
Mas Agung memainkam bibirnya di dada Dinda sambil di tarik tariknya daging kecil berwarna coklatnya itu. Dan membuat Dinda semakin kencang meremas rambut Mas Agung.
Lalu setelah puas di dada, ciuman pun turun ke bawah, dan sampai lah di perut. lalu turun lagi ke bawah,,
Mas Agung menciumi tubuh Dinda sampai ke kakinya, dan tidak ada yang terlewatkan barang sejengkal pun.
__ADS_1
"Sayang,,, Mas lakukan sekarang yah,, "kata Mas Agung sambil berbisik di telinga Dinda, dan Dinda hanya mengangguk lemah.
Jangan lupa like, komen dan votenya,, makasih,,,