MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Rizki Minta Maaf


__ADS_3

Hari pun berlalu, sudah tiga hari Rizki mendiamkan Zara, Zara jadi kepikiran dan sedikit uring uringan, gimana tidak uring uringan Rizki marah tanpa Zara tau apa sebabnya.


Zara sudah mengirim pesan juga telfon, tapi tetap tidak pernah di bales.


"Bang,, kamu tuh kenapa sih,, kenapa Abang marah sama Zara,, apa salah Zara Bang,, "sambil memukuli bantal yang ada di kasur.


Besok paginya Zara bangun pagi dan langsung bersiap untuk pergi ke sekolah, Saat Zara keluar dari kamar dan akan menuju meja makan untuk sarapan, Zara melihat Rizki yang sedang mengobrol sambil sarapan bersama Papahnya dan yang lain.


"Pagi semuanya,, "kata Zara dengan lemas.


"Pagi sayang,, "kata Oma dan Bunda Dea.


"Kamu kenapa sayang kok lemes gitu, lagi ngga enak badan,,? "Zara menggeleng.


"Lingkaran matamu sampai hitam gitu, kalau lagi sakit ngga usah berangkat sekolah,, "


"Ngga sakit kok Bun, Zara cuman kurang tidur, hari ini ada ulangan, jadi semalam Zara belajar sampai malam,, "


"Oh gitu,, ya udah sarapan gih, biar ngga sakit,, "Zara mengangguk.


Rizki dari tadi tidak melirik sama sekali ke Zara, tapi telinga Rizki mendengar apa yang Zara dan Dea omongin.


"Sayang,, nanti kamu berangkat sekolah di antar Rizki yah,soalnya Pak sopir akan pergi sama papah ,"Hendra bicara pada Zara.


"Kenapa pak sopir ngga anterin Zara dulu sih Pah,, "


"Ngga bisa sayang, nanti papah telat,, ini Papah mau berangkat,, "

__ADS_1


"Udah kamu berangkat di antar Rizki yah, Papah mau berangkat,, "Zara hanya mengangguk.


Hendara langsung bersiap untuk pergi, Lalu Dea mengantar Hendra kedepan. Rizki juga ikut keluar dan menunggu Zara di mobilnya.


Zara rasanya malas berangkat bareng Rizki, karena dari tadi Rizki sama sekali tidak melihat ke arahnya sama sekali.


Zara langsung masuk ke dalam mobil Rizki, dan Rizki pun membawa mobilnya pergi dari rumah Hendra menuju sekolah Zara. Di dalam mobil sama sekali tidak ada yang mau bicara duluan, Zara hanya memejamkan matanya karena memang masih mengantuk.


Mobil berhenti, dan saat Zara membuka matanya sudah sampai di sekolah, Zara lalu bersiap turun, Zara benar benar merasa kesal pada Rizki karena Rizki tidak memberinya penjelasan kenapa dia marah padanya.


Saat Zara membuka pintu mobil dan akan turun, Rizki yang sebenarnya sudah ngga tahan karena sebenarnya Rizki sangat merindukan Zara, tapi rasa kesal dan kecewa bahwa Zara akan meninggalkanya untuk kuliah di luar negri membuat Rizki terus diam, Rizki menarik tangan Zara dan lalu memeluk badan Zara. Zara lalu berontak ngga mau di peluk oleh Rizki.


"Lepasss,,,, "Kata Zara sambil mendorong badan Rizki.


"Aku merindukanmu,, "kata Rizki.


Zara berjalan cepat menuju kelasnya, dengan perasaan kesal.seenaknya ngomong Rindu dari kemarin kemana, di telfon dan di kirim pesan ngga pernah merespon, sekarang bilang Rindu, kata hati Zara dengan perasaan kesal.


Zara hari ini tidak kosentrasi belajar, Zara sedang bingung dengan Rizki. dan jam pulang sekolah pun tiba.


"Za,, kita ke mall yuk,, "kata Zizah.


"Maaf Zah Aku ngga bisa, badanku lagi ngga enak,, "


"Oh gitu ya udah deh,, Aku pergi dulu yah Za, dahhh,, "Zara hanya tersenyum tipis.


Sampai di parkiran sekolah Zara melihat mobilnya udah menjemputnya belum, dan ternyata belum datang, Zara lalu akan duduk tapi sebelum duduk klakson mobil berbunyi, dan saat Zara menengok ternyata mobil Rizki yang ada di belakangnya.

__ADS_1


"Ayo pulang,, "kata Rizki sambil membuka kaca mobilnya, tapi Zara hanya diam tidak menggubrisnya.


Zara lalu duduk di bangku kusus tunggu yang ada di parkiran, dan mengabaikan ajakan Rizki. Lalu Rizki pun keluar dari mobil dan mendekati Zara.


"Ayo pulang, Abang di suruh Papahmu untuk menjemputmu,, "Zara tetap diam.


"Kalau ngga bangun juga Abang akan gendong kamu ke mobil, mau kaya gitu.. ?biar temanmu semua melihatnya dan kamu akan malu,, "ancam Rizki.


Zara dengan rasa kesal lalu berjalan menuju mobil Rizki. dan langsung masuk.


Rizki lalu Membawa mobilnya keluar dari area sekolah, Zara lagi lagi diam dan memejamkan matanya.saat mobil sudah jauh Rizki mengambil tangan Zara tapi Zara tidak mau di pegang oleh Rizki.


Rizki pun tidak berani lagi, dan langsung membawa mobilnya dengan kencang, Zara hanya diam dan tetap memejamkan matanya.


Zara merasa mobil pergi jauh, karena tidak sampai sampai, tapi Zara tetap tidak mau membuka matanya. Ahirnya mobil berhenti, dan saat Zara membuka matanya, Zara sedikit kaget karena di depan mobil Rizki berhenti adalah pantai.


"Maaf,, Maaf karena kemaren Abang mendiamkanmu, karena Abang merasa sangat kecewa saat kamu bilang akan kuliah di luar negri, kamu di sini dan kita satu kota aja jarang ketemu, apa lagi nanti saat kita jauhan,dan Abang juga takut kalau kamu nanti disana dekat dengan laki laki yang lebih muda dan lebih tampan dari Abang, pasti Abang akan di tinggalkan oleh mu Za,, tapi Abang sungguh tidak kuat dan tidak bisa mengabaykanmu, Abang tersiksa, sungguh,, Abang minta maaf yah,, "Rizki bicara panjang lebar tapi tetap Zara hanya diam.


"Tolong bicara Za,, jangan diamkan Abang kaya gini,, Abang benar benar minta maaf, "


"Ngga enak kan di diemin, kalau Abang emang ngga suka dengan keputusan Zara, bilang jangan malah diemin Zara ,Zara sampai ngga bisa tidur dan ngga enak makan karena selama 3 hari Abang mendiamkan Zara,Abang yang baru Zara diamkan saja udah ngga kuat,, sakit kan di sini,, "sambil menujuk ke dada Rizki. Rizki lalu. mengambil tangan Zara dan menciumnya.


"Iya Abang minta maaf, Abang salah.Abang ngga lagi lagi kaya gini,, maafin yah,, "sambil menarik Zara ke dalam pelukanya, Zara ngga lagi berontak, tapi tetap diam.


Rizki mencium kening Zara sangat lama, kata hati Rizki dia benar benar jadi bucin sama anak ingusan.


Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..

__ADS_1


__ADS_2