MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Permintaan Fitri


__ADS_3

"I,, ini perbuatan Mba Fi,, fitri Pak, tadi saat Bapa dan Ibu pergi, ada dua orang laki laki tinggi besar masuk ke rumah, dan sepertinya Mba Fitri sudah merencanakanya, karen para laki laki itu tau letak setiap ruangan yang ada di rumah ini Pak,, "kata Mba Siti.


"Lalu kembar kemana Mbaa,,? "Dinda sambil terus menangis.


"Kembar di bawa Mba Fitri Bu,, tadi saya pas mau merebut kembar dari tanganya,dua orang pria itu malah memukuli saya Bu,, "


"Ya Tuhannn,,, Mas lapor polisi Mas,, telfon polisi sekarang juga ayo Mass,, "Agung langsung menelfon.


Tidak lama Ambulance datang, Pak Udin di bawa kerumah sakit di temani Mba Siti, sedang Mba Iis suruh di rumah aja untuk menjadi saksi dulu saat polisi datang.


Setelah Ambulance pergi, Agung langsung mengecek cctv yang ada di setiap ruangan yang di pasang.


Dinda yang tau anaknya dalam bahaya lemas dengan duduk di sofa sambil matanya terus saja menangis.


Telfon rumah berbunyi,lalu Mba Iis yang mengangkatnya, dan ternyata dari Fitri.


"Pak,, ini telfon dari Mba Fitri,, "Agung yang sedang melihat ke layar laptop langsung bangun dan mengambil telfon di tangan Mba Iis.


Dinda yang mendengar juga langsung bangun dari duduknya.


"Hallo,, kamu mau apa, jangan macam macam sama Saya, kalau sampai anak anak saya sampei lecet ,jangan salahkan saya nanti kalau kamu dalam masalah besar,, "


"Wah Pak Dokter ganteng,, bicaranya seram juga yah kalau lagi marah,, Hahaaa,, "Fitri tertawa dengan meledek.


"Diam kamu,,!Katakan apa maumu,, "


"Aku hanya ingin pak Dokter menemani saya dan melayani saya semalam saja, gimana,, Hahaaa,,, "


"Gila kamu yah,, saya ngga sudi untuk itu,,, katakan dimana anak anak saya,, "


"Ada,, ini mereka sedan tidur dengan nyenyak, karena saya telah membiusnya, anak anak bapa soalnya tadi berisik,, nangis aja,, "


"Wanita gila kamu yah,,, "Agung sangat marah sampai satu tanganya mengepal dengan kencangnya.


"Sinih Mas,, Dinda mau bicara,, "kata Dinda sambil mengambil telfon di tangan Agung.

__ADS_1


"Tolong kebalikan anak anak saya,, saya akan turuti semua kemauanmu asalkan Anak anaku di kembalikan,, "Agung menggelengkan kepalanya.


"Hahaaaaa,,, benar kamu mau turutin ke inginanku,, "


"Jangan Sayang,, jangan turutin,, dia wanita gila,, "kata Agung.


"Apa maumu,,,? "


"Aku ingin suamimu,, "Dinda menggelengkan kepala sambil menangis.


"Kenapa,, kenapa kamu tega dengan keluargaku, apa salahku pada mu,,?"


"Aku tidak suka dengan ke bahagiaan mu,, kenapa hidupmu sangat bahagia,, Aku ingin melihatmu hancur,,, Hahaaa,, "


"Turuti keinginanku, anakmu akan Aku kembalikan dengan selamat,, bagai mana,,? "kata Fitri lagi.


"Pikirkan keinginanku, Aku akan telfon setengah jam lagi,, "Telfon langsung putus.


"Massss,,,,, anak kita Masss,, "Dinda menangis dan Agung lalu memeluknya.


Polisi pun datang, dan polisi mulai mengecek setiap sudut rumah, dan sang komandan polisi melihat ke sstv.


Lalu Pak komandan bertanya kepada Mba Iis tentang kronologinya. dan sudah ada bukti sstv yang memperlihatkan gromolan penjahatnya, cuman karena yang bisa merekam kejadian itu sstvnya adanya di pinggir membuat tidak menampakan dengan jelas wajahnya.


Rupanya semua sstv sudah di rusak, dan hanya ada satu yang tidak di rusaknya, tapi ya itu karena adanya di pinggir rumah membuat kurang jelas gambarnya.


Dinda memberikan foto Fitri pada komandan polisi. lalu juga memasang alat lacak di telfon rumah Agung, jadi saat nanti Fitri telfon langsung bisa melihat titik lokasi Fitri berada.


"Mas,,, apa kita turuti saja permintaan Fitri,,? "kata Dinda.


"Jangan ngomong sembarangan ya Yang,, Mas ngga mau,, "


"Ini demi anak anak kita Mas, mereka masih sangat kecil,, Dinda takut Fitri akan nekat kalau kita ngga menurutinya,, "


"Apa permintaan si Fitri itu Bu,? "tanya pak polisi.

__ADS_1


"Dia menginginkan suami saya Pak,, "Polisi menganggukan kepalanya.


"Apa Fitri itu suka dengan suami Ibu,, "


"Iya Pak dia suka pada suami Saya, dan Fitri menginginkan suami saya untuk di tukar dengan anak anak,, "


"Pak sebaiknya bapa setuju aja,, "


"Ngga,,, saya tidak sudi ,dia wanita gila yang,,"


"Mass,,, Dinda mohon,, "perkataan Agung langsung di potong Dinda, dan Dinda sambil menangis memohon pd Agung.


"Sayang,,, tolong jangan kaya gini, kita bisa cari cara lain,, tenang lahhh,, "


"Bapa dan Ibu,, saya punya rencana, dan semoga rnacana saya bisa berhasil, dan Bapa dan Ibu juga mau mengikutinya,, "


"Apa rencana Bapa,,? 'tanya Agung pada pak polisi.


"Begini Pak, gimana kalau Bapa pura pura untuk mau di tukar dengan anak anak Bapa, dan nanti saat mereka sedang melakukan penukaran, kita grebeg mereka,,? "


"Itu ide pertama, dan ide yang kedua,nanti di badan Bapa kita pasang alat yang bisa menditeksi keberadaan Bapa, jadi kita bisa langsung tau lokasinya,, gimana dengan ide saya pak,, "


"Iya Mas,, itu ide yang bagus,, kita ikuti ide dari pak polisi ya Mas,,,"


"Baik saya setuju dengan ide itu,, tapi saat tadi dia menelof, apa lokasinya tidak bisa di diteksi,, "


"Bisa,, tapi sepertinya mereka langsung pergi lagi dari tempat itu setelah selesai telfon, karena anak buah saya sudah mengeceknya dan mendatangi itu tempatnya langsung,, "


Tidak lama kemudian, telfon rumah berbunyi lagi, dan sekarang Agung yang mengangkat telfon itu.


"Kalau Sampai terjadi sesuatu dengan anak anaku saya tidak akan mengampunimu,,, "


"Hahaaa,,, ayo lah jangan kasar kasar gitu bicaranya,,, gimana tawaranku,, Aku sudah tidak sabar ingin bercinta denganmu,,, keselamatan dua anakmu ini ada di tanganmu, kamu hanya perlu menjawab Iya saja,, "


**Jangan lupa like,komen dan votenya,, trimakasih..

__ADS_1


Dan jangan lupa untuk like cerita ku juga MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH yah,, karena setiap 1000 like, aku akan up lagi,, terimakasihhh**...


__ADS_2