MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Sampai Di Kota J


__ADS_3

Ayah Doni


Aku menyuruh Mamah Zara untuk pulang dulu, soalnya dia dan Zara juga Kakek harus bawa baju buat di kota J, dan Mamah Zara juga katanya akan ke toko kuenya juga, dia akan memberi taukan pada karyawanya kalau dia akan pergi ke kota J.


Pukul 2 siang Mamah Zara datang dengan membawa koper yang sedang, Aku juga bilang pada Mamahnya Zara kalau ke kota J memakai mobilku saja, karena mobilku lebih besar dari pada punya Mamah Zara.


Setelah Mamahnya Zara datang Aku pun berpamitan untuk pulang dulu untuk mengambil baju dan beristirahat dan tidur dulu sebentar.


Sampai di rumah Aku membereskan bajuku hanya beberapa saja, lalu Aku taro di tas kecil, dan setelah itu Aku pun tidur untuk 2 jam, karena nanti malam akan melakukan perjalanan yang cukup lama.


Aku mendengar suara alaram dari hpku, karena tadi Aku sebelum tidur mengatur alaram, biar Aku tidak ketiduran.


Aku bangun dan setelah mengumpulkan nyawaku, Aku menuju kamar mandi.Selesai mandi Aku menelfon menantuku, Aku mengatakan kalau nanti sehabis mahrib Aku akan berangkat menuju kota J. dan kemungkunan nanti sekitar jam 12 malam Aku sampai di rumah Anaku kalau tidak macet.


Setelah bersiap Aku berangkat ke rumah sakit, dan sekitar 30 menit Aku baru sampai karena jalan sedikit macet, setelah mobil Aku parkirkan Aku lalu turun dan masuk ke dalam rumah sakit.


Saat Aku masuk ke kamar rawat Kakek, rupanya Kakek sedang di lepas selang infusnya.setelah selesai susterpun keluar.


"Apa masalah pembayaran sudah di urus,,?"tanyaku ke pada Mamah Zara. saat Aku mendekatinya, dan kakek sedang di gantikan baju olehnya, jujur Aku belum tau nama dari mamahnya Zara, karena Aku malu untuk bertanya. jadi Aku bertanya pun tidak menyebutkan namanya.


"Sudah beres semuanya Pak,, "jawab Mamah Zara, sebenarnya Aku merasa risih di panggil Pak oleh Mamahnya Zara tapi mau gimana lagi kita memang belum terlalu dekat.


Dan jam pun berlalu, Aku mendorong kursi roda dengan Kakek yang duduk, sedang Zara dan Mamahnya berjalan di belakangku. kita Akan berangkat ke kota.


Kita menuju parkiran, Kakek Aku bantu naik ke dalam mobil, dan di temani Zara di bangku belakang, sedang Mamah Zara duduk di depan denganku.


Setelah siap semuanya, Aku langsung menginjak gas mobil keluar dari rumah sakit menuju kota J.


Saat masuk tol, Zara dan Kakek rupanya sudah tertidur.


"Kalau ngantuk tidur aja,, "kataku sambil menengok ke arah Mamah Zara.


"Saya belum mengatuk, lagian Saya mau temani Bapa menyetir, biar kalau Bapa ngantuk Saya bisa gantikan, "Aku pun hanya tersenyum.


"Bisa ngga jangan panggil Saya Pak,, kayanya Saya seperti sudah tua,ya memang sih kenyataanya sudah tua,, "kataku.


"Lalu Saya harus pagil apa ,,?"


"Terserah,, yang penting jangan Pak,, Saya bukan guru kamu,, "dan Mamah Zara pun tersenyum.

__ADS_1


"Hemmm,,, kalau Mas boleh,,? "


"Itu sepertinya lebih bagus dari pada Pak, "Mamah Zara pun mengangguk.


"Kalau kamu siapa namanya,,? "


"Saya Dian Pa,, eh Mas,, "


"Dian,, bagus juga namanya,, "kita pun saling tersenyum.


"Itu ada pom bensin, Saya mau isi dulu yah,, "kataku sambil membelokan mobil.


"Hemmm,,, Ma,, s, Saya mau ke minimarket dulu yah, mau beli minuman dulu, sambil beli cemilan,, "Aku pun mengangguk, saat Dian keluar Aku mengantri untuk isi bensin.


Sebelum mobilku di isi bensin, dan tinggal mengantri satu lagi Dian pun datang dengan membawa kantong keresek.


Ahirnya mobilku pun di isi bahan bakar yang bagus tentunya, dan setelah itu Aku menjalankan lagi mobilku.


"Mas,, Saya beli minuman biar ngga ngantuk, Mas mau minum,,? "


"Boleh,,, "


Sedang Dian ngemil keripik kentang, katanya Dian kalau di mobil dalam perjalanan jauh agar tidak mengantuk dia selalu ngemil.


"Mas mau,,,, enak tau, "sambil menyodorkan bungkus keripik kentang ke arahku, Aku pun mengambilnya dan mengunyahnya.


"Mas,, kita pasti sampai Kota J malam, Saya pesan hotel lewat aplikasi yah,biar kalau sampai kota J kita tidak bingung mencari Hotel, "


"Ngga usah pesan hotel, kita nanti langsung kerumah Anak Saya, "


"Ngga enak lah Mas,takut ngerepotin,,"


"Ngga papa, Anak dan menantu Saya udah Saya kabari tentang kedatangan kita, dan mereka pun tak masalah,,dan Mereka mengizinkan kok"


"Dan untuk Zara, karena dia masih di bawah umur tidak baik kalau di rumah sakit, nanti Zara di rumah Anak Saya aja, ngga usah ikut jagain Kakek,, "kataku lagi.


"Tapi Mas,, itu tambah ngerepotin, Tambah ngga enak ,,"


"Udah jangan sungkan,, Anak dan Menantu Saya orangnya baik, mereka tidak akan menolak membantu orang yang sedang kesusahan,, "

__ADS_1


"Iya Mas,,, "


"Ada minumnya ngga,, Saya haus,, "kataku karena dari tadi mengobrol dan sambil ngemil jadi haus.


"Ada Mas,, tunggu bentar,"lalu Dian lagi lagi membukakan tutup botolnya dan memberikanya padaku.


Kita pun semakin akrab, karena kita mengibrol terus, kita bercerita tentang kegiatan kita sehari hari. dan tak terasa kita sudah sampai di kota J. sekarang Aku tinggal menuju ke rumah anaku.


Mobilku masuk ke perumahan yang memang rumah rumahnya besar besar dan bagus.


"Anak Mas tinggal di perumahan ini,, "Aku hanya mengangguk. dan Dian seperti kaget gitu.


Lalu Aku membunyikan klakson mobilku, dan Pak Udin mengintip mobilku dulu, setelah tau mobilku Pak Udin langsung membukakan pintu gerbangnya, dan mobil pun masuk ke dalam.


"Di,, bangunkan Zara sama Kakek yah, Saya mau turunkan koper dan tas,, "Dian pun mengangguk. Lalu Aku membuka bagasi menurunkan koper juga tas kecilku.


Zara turun dengan masih sedikit bingung, karena nyawanya belum kumpul mungkin. Sedang Aku setelah menurunkan koper Aku membantu kakek turun dari mobil dan membantunya berjalan menuju bangku di teras rumah. setelah Kakek duduk, Aku mengetuk pintu karena tadi saat Aku sudah masuk ke daerah kota mengabari menantuku jadi menantuku pun menungguku.


"Eh Bapa,, silakan masuk, "Aku pun membantu kakek berjalan masuk, sedang Mba Iis membantu membawa koper, Dian menuntun Zara yang masih mengantuk.


"Yah,,, udah sampai"sapa menantuku Pamuji. saat Aku sudah masuk ke dalam.


"Iya,,, ini kamarnya udah di siapin kan,,? "tanyaku.


"Udah,, itu Mba Iis udah tau kok,, "Aku pun mengangguk.


"Kenalin Kek,, ini menantu Saya, namanya Agung Pamuji,"lalu kakek pun bersalaman.


"Maaf ya Nak kita jadi merepotkan,, "


"Ngga papa Kek,, ngga merepotkan kok,, "


"Dan yang ini Anaknya Kakek dan cucunya, "pamuji pun tersenyum dan mengangguk.


"Dinda mana Ji,, "


"Dinda sudah tidur Yah, "


"Oh ya udah, Ayah mau antarkan mereka ke kamarnya dulu yah,, "Pamuji pun mengangguk.

__ADS_1


jangan lupa untuk like, komen dan votenya kak,, trimakasih...


__ADS_2