MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Torik Menyatakan Cinta Pada Tiya


__ADS_3

Hari berlalu,sudah seminggu ini Torik di rumah sakit,dan masih belum bisa jalan sama sekali,apalagi Torik sangat sedih saat mendengar Dokter mengatakan tidak boleh bermain basket lagi nanti kalau sudah sembuh.


Torik sering diam karena merasa akan sangat kehilangan dunia keduanya itu.


"Sayang,,jangan sedih gitu,nanti pasti sembuh,nanti kita berobat keluar negri yah biar kaki kamu sembuh dan kamu bisa main basket lagi,"Mamah Torik selalu menghiburnya,Aldo juga ikut sedih melihat Torik yang seperti itu.


"Papah Akan cari rumah sakit yang hebat di luar negri untuk menyembuhkan kaki kamu sayang,kita akan berangkat secepatnya,"


"Pah,,,"


"Iya Mah,,kita akan pindah ke luar negri untuk kesembuhan anak kita,"Kata Aldo.


Sedang di sekolah, Iwan mengajak Zee,Iza dan Tiya pergi ke rumah sakit.


"Mamah Torik bilang kemarin katanya Torik sekarang selalu diam dan murung,karena Dokter kemarin memberi tau padanya kalau tidak bisa main basket lagi,jadi Torik merasa sedih,"


"Ya Tuhan,kasian banget sih kak Torik,ayo kita jenguk,Kaka kita jenguk kak Torik yuk,"kata Iza,Tiya hanya mengangguk.


"Aku ikut mobil kalian yah,soalnya Aku tidak ada yang jemput,tadinya Aku pulang juga mau naik taxsi onlaine,,"


"Sayang,,kan bisa naik motor bareng Aku,"


"Emang kamu bawa helem dua,"


"Oh iya yah,,Aku ngga bawa,"


"Ya udah Aku naik mobil aja,kita ketemuan di sana nanti,"


"Iya baiklah,,"


Iwan sering ke rumah sakit jenguk Torik,tapi kalau ketiga cewe ini baru sekali doang,Iwan sering datang bersama teman temen cowok nya.


Pulang sekolah pun tiba,ketiga cewe masuk mobil,sedang Iwan mengikutinya di belakang,Tiya sudah menelfon Mamahnya dan minta izin mau jenguk Torik,Dinda pun mengizinkan.


Sampai di rumah sakit,keempatnya langsung masuk menuju ruang rawat Torik.


"Siang Tante,,"kata Iwan dan ketiga Cewe.


"Siang,,kalian datang,,ayo masuk, Torik lagi tidur ,"


"Maaf ya Tan kita jadi ganggu,,"


"Ngga ganggu kok,ayo duduk,pasti Torik senang nih kalau tau kalian datang,"


Ke empatnya duduk di sofa sambil menunggu Torik bangun.

__ADS_1


"Mumpung kalian ada di sini Tante mau keluar bentar yah,Tante mau ke minimarket,mau beli kebutuhan Torik,"


"Tante perlu teman ngga,,? biar Iza temani takutnya repot,?"


"Iza mau ikut,ayo kalau mau ikut,biar Tante ada teman,"lalu keduanya keluar.


Tiya melihat ke arah Torik yang sedang tidur dengan pulas nya.tiba tiba Torik bangun lalu menengok ke arah nya,Tiya yang ketahuan sedang menatapnya langsung menunduk.


"Kalian datang,,"kata Torik pelan.


"Eh Rik udah bangun,,"Iwan langsung mendekatinya.


"Udah lama,,?"tanya Torik.


"Belum,,"


"Mamah ku kemana,?"


"Mamahmu lagi keluar bentar sama Iza,gimana keadaanmu,?"


"Ya masih tetap begini,,"


"Jangan sedih gitu Rik,pasti kamu sembuh kok,"Zee lalu mendekati Iwan dan Torik.


"Iya Kak,,Kaka harus semangat,siapa tau nanti ada keajaiban,,"


Torik memberi kode ke Iwan untuk mengajak Zee keluar,Iwan yang tau langsung mengangguk.


"Sayang temani Aku beli minuman dulu yuk haus nih,"


"Tuh ada minum,,"


"Aku pengin es Boba ayo,,"


"Tumben kamu mau beli minuman gituan,"


"Udah ayo kita pergi,,"Zee pun ikut,dan ngga curiga.


Sekarang tinggal ada Tiya dan Torik aja,Torik terus menatap Tiya yang sedang duduk di sofa.


"Kemarilah Aku mau kasih kado ulang tahun untukmu,"kata Torik menyuruh Tiya mendekatinya.


Tiya lalu berjalan ke arah Torik,Torik menyuruh Tiya duduk di kursi.


"Maaf kemarin Aku ngga bisa datang ke acara ulangtahun mu,ini Aku ada kado untukmu dan Iza,punya Iza nanti kamu kasihkan yah,"Torik mengambil dua kado kecil dari laci meja,lalu memberikanya pada Tiya.

__ADS_1


"Terimakasih,"hanya itu yang keluar dari mulut Tiya,lalu Tiya menunduk lagi.


"Aku Akan pindah sekolah ke luar negri,"Tiya langsung mengangkat wajahnya.


"Aku mau sekalian berobat di sana ,bersama orang tuaku juga,Aku ngga tau mau sampai kapan di sana,"Tiya merasakan ada yang menghantam dadanya dan membuatnya sesak.


"Aku ingin bilang padamu,Aku menyukaimu,"Tiya dan Torik saling tatap.


"Aku menyukaimu dan mencintaimu,kamu ngga perlu menjawab,Aku hanya memberi tau kamu saja,karena Aku tau kamu pasti akan menolak ku,karena kamu ingin fokus belajar agar jadi Dokter yang hebat seperti orang tuamu kan,"Tiya menunduk lagi.


"Raihlah cita citamu,semoga kamu bisa jadi orang yang sukses,suatu hari nanti kita kalau ada umur panjang pasti bertemu,"Tiya mengangguk.


"Mau kah kamu menungguku,,?"Tiya mengangkat wajahnya lagi,karena tidak mengerti apa maksud Torik.


"Tunggu Aku kembali ke sini,kita sama sama raih cita cita dulu untuk menjadi orang sukses,"Tiya merasa bingung,nanti gimana dengan Iza,tapi Tiya juga berfikir ini waktu yang lama,ngga tau nanti akan gimana,saat ini Tiya ingin egois sedikit pada Iza.


Torik mengulurkan tanganya ke arah Tiya,Tiya melihatnya,dengan pelan Tiya meletakan tanganya di atas tangan Torik.


"Tunggu Aku,Aku akan datang setelah sukses,"Tiya hanya mengangguk.


Torik memegang tanganya Tiya dan tidak mau di lepas,karena kesempatan seperti ini sangatlah langka,apa lagi Torik akan pergi.


"Jangan di lepas biar seperti ini sebentar lagi,Aku tidak tau kapan bisa memegang tanganmu lagi,"Tiya tadi ingin melepaskan tangan Torik,tapi Torik melarangnya.


"Ka,,kapan Kaka mau perginya,?"


"Seminggu lagi,,doa kan Aku cepat sembuh yah,"Tiya mengangguk.


"Aku ngga akan menghubungimu ,di antara kita ngga akan ada komunikasi ,jadi kita hanya saling percaya,"Tiya menganggukan kepalanya lagi.


"Semoga kamu suka dengan hadiahnya yah,bukanya nanti kalau Kamu sudah pulang,"


Tiba tiba terdengar suara hendel pintu di buka,keduanya lalu menarik tanganya agar terlepas.


Mamah dan Iza yang datang,lalu Tiya bangun dan kembali ke sofa.


" Sudah bangun sayang,,?"Mamah sambil mendekati Torik.


"Sudah ,,mamah dari mana,,?"


"Dari minimarket,"


Iwan sama Zee juga sudah datang,dan membawa es Boba.


Semuanya lanjut mengobrol,dan Mamah bilang kepada semuanya kalau Torik mau pindah ke luar negri,mau berobat juga mau sekolah di sana.

__ADS_1


Semua yang mendengar langsung sedih,tapi Tiya yang sudah tau tidak begitu kaget.


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...


__ADS_2