MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Akbar Sakit


__ADS_3

Lalu Agung memesan makan untuk makan malam mereka berdua. sambil menunggu makanan datang Dinda dan Agung menikmati indahnya malam dari teras kamar Hotel, melihat indahnya kota dengan lampu lampu yang menyala dengan indahnya.


"Sayang,, makasih yah udah mau nurutin kemauan Mas,, "sambil memeluk Dinda dari belakang.


"Ngga usah trimakasih lah Mas,, orang ini kan memang tugas Dinda sebagai istri harus bisa nyenengin suami juga, kita sama sama sibuk dan jarang ada waktu berdua, apa lagi kalau Dinda sudah pulang ke rumah, pasti Dinda sibuk dengan anak anak aja. Dinda justru senang sekarang bisa berdua gini sama Mas,, tapi jangan sering sering ya Mas,, nanti kasihan anak anak juga,, "


"Iya sayang,, ngga akan sering sering, tapi sebulan sekali lah kita butuh begini,, gimana?"


"Ya boleh lah, nanti bisa kita atur,, "sambil Dinda berbalik dan sekarang saling hadap.


Lalu Agung pun mencium bibir Dinda, dan Dinda pun menyambutnya, tangan Dinda di kalungkata ke leher Agung. Mereka menikmati ciuman masih berada di balkon kamar Hotel.


Saat ciuman mereka masih saling melu**t, suara ketukan pintu mengagetkan mereka, dan cimuan pun terlepas.


"Mas buka pintu dulu yah, "setelah melepas couman dan tangan Agung sambil mengusap bibir Dinda yang basah.


Setelah makanan masuk ke kamar, Agung pun menyuruh Dinda masuk untuk makan malam dulu, lalu mereka pun makan berdua dengan tenang.


Selesai makan Dinda pun memutuskan untuk mandi, biar badanya lebih segar, sedang Agung menunggu Dinda di atas kasur sambil memainkan hpnya.


Sekitar 20 menit Dinda mandi, ahirnya keluar juga, dan Dinda sudah kelihatan segar juga wangi.


"Sinih sayang,, "kata Agung yang melihat Dinda keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk saja, dengan rambutnya juga di gulung dengan handuk.


Dinda pun menurut dan berjalan mendekat ke arah Agung yang ada di atas kasur.


"Hemmm,, wanginya,, "kata Agung saat menciumi pundak Dinda yang mulus.

__ADS_1


"Lepas yah,, Mas lebih suka melihat kamu polos,, "sambil menarik handuk yang Dinda pake.


Handuk pun terlepas, dan langsung terlihatlah badan polos Dinda tanpa sehelai benang pun yang ada di badan.


Agung menatapnya dengan tatapan yang ingin cepat menerkamnya.


"Ettt,, tunggu dulu, Mas juga harus buka baju dan celana Mas agar gga kusut nantinya,, "Agung pun tersenyum mengangguk.


Agung turun dari kasur dan melepaskan baju dan celananya, sedang Dinda duduk setengah tiduran di kasur sambil sedikit menggoda Agung.Agung yang melihatnya hanya tersenyum,karena melihat begitu cantiknya Dinda dengan polos tidak memakai di atas kasur.


Setelah Agung melepaskan semua bajunya, Agung berjalan lagi mendekati Dinda, setelah di atas kasur Agung langsung membuka kaki Dinda agar terbuka, Agung langsung saja menjil**ati inti tubuh Dinda, sedang Dinda yang langsung menerima serangan seperti itu hanya bisa men**desah.


"Aaahhhh,,,Masss,,, "saat lidah Agung memainkanya.


Lalu Agung menusuk nusuka lidahnya ke dalam dan seperti gerakan menggelitik, membuat Dinda makin kelojotan.


Tangan Dinda meremas rambut Agung, dan menikmati setiap cumbuan Agung di Inti tubuh miliknya.


Saat Agung sudah puas bermain di Inti tubuh Dinda, hp Dinda berbunyi tanda panggilan, mereka berdua tadinya mengabaikan, sampai dua kali panggilan berbunyi, karena hp terus berbunyi ahirnya Agung pun menyuruh Dinda mengangkatnya.


Saat Dinda melihat no yang telefon adalah no rumahnya, Dinda langsung mengangkatnya. dan hp Dinda sambil di sepeker.


"Hallo Mba Siti,, ada apa,,? "tanya Dinda.


"I,, ini Bu, Akbar badanya panas, tadi sore Saya sudah kasih obat, tapi sekarang kok panasnya belum turun juga, saya bingung dan takut Bu,, "


"Mba Siti jangan takut, Saya akan segera pulang, dan tolong Akbar di kompres dulu pake Air yah,, "Lalu telfon pun terputus.

__ADS_1


"Mas,, kamu tuh tadi belum telfon rumah yah,,? "Agung menggeleng.


"Belum Yang,, lupa,, "


"Kamu tuh gimana sih Mas, telfon anak kok lupa, Ayo kita pulang, Akbar sakit, kasihan Mas,, "


"Iya ayo kita pulang,, "lalu mereka berdua sibuk memakai bajunya mereka masing masing.


Setelah selesai memakai baju,meraka berdua langsung turun dan meninggalkan kamar yang mewah yang sudah di bayar dengan lumayan mahal, tapi bagi mereka kehilangan uang segitu tidak akan membuat mereka miskin, tapi Anak lah yang sangat penting bagi mereka.


Agung membawa mobilnya dengan kencang.


"Mas,, jangan kencang kencang seperti ini, Akbar ada yang jagain ini,, kita harus tenang,, "kata Dinda sambil mengusap lengan Agung, sedang Agung mengangguk dan mengurangi kecepatan mobilnya.


Ahirnya mereka sampai juga di rumah, dan langsung masuk ke rumah, dan menuju kamar Akbar langsung.


"Sayang,,, "kata Dinda pada Akbar yang sedang tiduran di kasur. dan Dinda duduk di kasur dekat Akbar.


"Mamah,, Akbar pusing,, "Agung langsung memeriksa Akbar. dengan alatnya.


Setelah di periksa, Akbar hanya demam biasa. saat di tanya tadi siang Akbar makan apa, rupanya Akbar tadi minum sirup yang di kasih es batu, rupanya tadi siang saat para Mba sedang membuat minuman, Akbar memintanya, dan mba pun memberinya.


Agung dan Dinda tidak marah sama mereka, cuman mengingatkan kalau lain kali Akbar jangan di kasih lagi.


Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..


Maaf kalau ada taypo, Aku ngga teliti dulu, soalnya lagi repot,,,

__ADS_1


__ADS_2