
Aku terbangun saat mendengar si kembar yang satunya menangis,Aku lalu bangun dan memberinya ASI, Aku memandang wajah Mas Agung tidur dengan pulasnya, setelah semalam dia pulang cukup malam, melihatnya tidur dengan pulas membuatku tersenyum, karena biasanya yang selalu terbangun duluan saat mendengar si kembar ada yang menangis itu Mas Agung, tapi kali ini mungkin karena Mas Agung ke lelahan membuatnya tidur dengan pulas.
Mas Agung Walau sudah berkepala 4 tapi justru membuatku makin mencintainya, pria yang sangat baik, perhatian dan penyayang, apalagi kalau sudah menyangkut anaknya, dia itu sungguh Ayah yang sangat penyayang.
Setelah si kembar sudah kenyang, dia pun tertidur lagi, Aku menidurkanya di dalam box lagi. Setelah itu Aku naik ke kasur lagi untuk melanjutkan tidurku.
Saat Aku baru memejamkan mataku, tiba tiba Mas Agung menarik badanku untuk di peluknya.
"Jam berapa Sayang,,? "tanya Mas Agung sambil memendamkan wajahnya ke dadaku.
"Baru jam 4,,"jawabku sambil merapatkan pelukanku.
"Maaf tadi Mas dengar, tapi ngga bangun, mata Mas rasanya susah untuk di buka,"
"Ngga papa,, Dinda tau kok Mas cape,, "
"Apa kita cari aja pengasuh buat jagain si kembar,, biar Sayang ngga terlalu kecapean,, "
"Udah besok lagi aja di omonginya, sekarang tidur aja lagi, pasti Mas masih ngantuk kan,,, "
"Hemmm,,, "jawab Mas Agung.
Lalu kita pun tidur dengan saling peluk. Paginya sekitar jam 6 pagi Aku terbangun saat si kembar menangis, dan ini. menangisnya bersamaan.
"Iya sayangnya Mamah,, tunggu yah,, oh risih yah popoknya dah penuh,, "sambil yang satu Aku gantiin popoknya dan yang satunya nangis dengan kencangnya.
Oh iya,, nama mereka itu yang satunya Fatiya Nurohmah, dan yang satunya Faizah nurohmah.
"Kenapa sayang,,, "Mas Agung terbangun dan mendekatiku.
"Ini Mas mereka bersua risih karena popoknya udah penuh,, "jawabku. dan Mas Agung pun mencoba menenangkan yang Faizah karena Aku sedang mengganti papok Fatiyah.
"Mas gendongin Fatiah dulu,, Dinda mau gantiin popoknya Faizah dulu,, "sambil Aku memberikan Fatiyah.
Kalau Fatiyah itu panggilnya kaka, dan Faizah panggilanya adek, kalau Akbar panggilnya Abang.
Lalu Aku mengganti popoknya Adek. sedang Mas Agung membawa kaka ke kasur untuk di ajaknya bermain.
"Pah, Mah,,, Abang mau berangkat sekolah dulu yah,, "sambil masuk ke kamar.
"Iya Sayang,, udah sarapan belum,,? "
__ADS_1
"Udah tadi Mba Siti bikinin sarapan buat Abang,,"sambil menciumi kaka yang ada di kasur bersama Mas Agung.
"Kaka Fatiya Abang mau sekolah dulu yah,, nanti setelah Abang pulang sekolah kita main, ok,,, "sambil menciuminya terus.
"Abang sekolah yang pinter yah,, biar nanti bisa ngajarin ade adeknya,, "kataku sambil menaro dede di atas kasur bareng kaka.
"Iya Dong Mah,, Abang akan jadi orang pintar, biar nanti kalau adik adik sudah sekolah Abang yang akan membantunya mengerjakan PRnya, "
"Bagus itu,,, "kata Mas Agung sambil mengajak tos ke Abang.
Setelah puas menciumi kaka dan adek, juga salim dengan Mamah dan papahnya, Abangpun keluar kamar dan akan berangkat sekolah.
"Giamna tawaran Mas yang tadi pagi,, "sambil menariku agar duduk di pangkuan Mas Agung.
"Tawaran yang mana,,? "sambil Aku mengusap rambut Mas Agung.
"Yang kita cari pengasuh buat si kembar,, "
"Apa harus,,? "
"Sepertinya harus, karena Mas Ngga mau Sayang nantinya kecapean dan jadi sakit,, karena kurang tidur,, "sambil wajah Mas Agung di benamkan di dadaku.
"Mas juga butuh kamu sayang,, Mas rasanya sudah kangen banget sama sayang,,,dan Mas sudah 2 bulan lebih puasa loh,,, "sambil mendongakan wajahnya. Aku pun langsung merasa kasihan pada Mas Agung, memang benar sudah lebih dua bulan ini kita tidak berhubungan intim.
"Kita akan cari dua yah,,, "
"Ngga usah dua lah Mas,, kan ada Mba Siti juga Mba Iis yang masih bisa bantu,, terlalu banyak orang Dinda kurang nyaman Mas,, mendingan kita naikin gaji mereka aja nantinya,, "
"Kalau gitu terserah sayang aja,, Mas akan ngikutin kemauan kamu,, "sambil mencium bibirku sekilas.
"Sayang,,, kaka sama dede kasih ke mba Iis sama Mba Siti gih,, Mas lagi pengin berduaan dengan Sayang,, "Aku pun menurutinya, karena Aku melihat Mas Agung yang seperti sudah menginginkanku.
"Mba,, Mba iis,, "kataku memanggil sambil menggendong adek.
"Iya Bu,, "jawabnya.
"Mba,, tolong jagain adek yah dan di jemur di taman belakang rumah,,"kataku sambil memberikan adek ke mba Iis.
"Mba siti mana mba,,? "tanyaku.
"Ada di dapur sedang nyiapin bahan masakan yang mau di masak Bu,"
__ADS_1
Lalu Aku pun ke dapur dan memanggil mba Siti. Setelah itu Aku mengajak Mba Siti ke kamar untuk mengajak Kaka untuk berjemur.
"Mba,, ajak Kaka berjemur dulu yah,, "kataku. Dan Mba Siti pun membawa Kaka ke luar dari kamar.
Mas Hendra baru keluar dari kamar mandi,dan setelah itu baru Aku yang masuk.
"Sayang,, Mas udah pesan pengasuh untuk si kembar, mungkin nanti siang akan datang,,"saat Aku keluar dari kamar mandi Mas Agung berkata sambil mendekatiku.
"Iya,, Makasih ya Mas,, "kataku.
"Makasih buat apa hemmm,,, "sambil menciumi pundaku.
"Untuk semuanya,, "jawabku.
"Itu ngga gratis loh sayang,, "sambil mencium bibirku sekilas. Aku hanya tersenyum.
"Trus Dinda suruh bayar gitu,, "
"Iya Dong,, harus itu,, "sambil mengangkatku ke kasur dan menidurkanya.
"Layani Mas sampai Mas puas,, "sambil berbisik di telingaku.
"Siap,,, "jawabku sambil tersenyum.
Lalu Mas Agung mencium bibirku, Aku pun membalas ciumanya, tangan Mas Agung pun tidak tinggal diam, tanganya sambil mencopoti kancing bajuku.
Setelah bajuku terlepas semuanya, ciuman Mas Agungpun turun ke bawah, di ciuminya setiap jengkal tubuhku dan tidak ada yang terlewat, Aku pun merasakan sensasi geli tapi membawa nikmat.
Sampai di inti tubuhku Mas Agung memainkan lidahnya di sana, sambil tanganya mengusap usap dadaku, Mas Agung ngga berani meremasnya karena ada ASI untuk si kembar. hanya memainkan ujung daging kecilnya yang sekarang menjadi tegak berdiri dan keras.
"Masssss,,,, aaahhh,,,, Maasss udahhh,,, Dinda ngga tahan ini,,, "
"Ayo Sayang keluarkan dulu, biar sayang merasakan nikmatnya dudluan,,, "dan lalu lidah Mas Agung di mainkanya di intiku, sambil keluar masuk,, Aku yang sudah merasakan ingin pelepasan pun ahirnya keluar juga.
"Maaassss,,,, aaahhhhhh,,,,, "trriaku dan tanganku mencengkram rambut Mas Agung dengan kuatnya.
Setelah Aku merasakan pelepasan, badanku pun lemas dan tergeletak tak berdaya di atas kasur,,,, "
**Besok Lanjutanya yah,, masalahnya otak ngeresku butuh istirahat.
karena di ABP juga lg hokya hokyah juga sialnya.
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votenya yah, trimakasih..
Mampir juga ke yang MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH**.