
Esok paginya Zara sedang bersiap di kamarnya, Zara menata baju bajunya ke dalam tas ranselnya.
"Sudah siap semuanya sayang,,? "tanya Mamah Dian yang masuk ke dalam kamar Zara untuk melihatnya.
"Dikit lagi nih Mah,, "Sambil menata baju.
"Mau Mamah bantuin ngga,,? "
"Ngga usah Mah,ini udah mau selesai kok, "Dinda lalu tersenyum.
"Zara ,,Zara kan sekarang sudah besar, dan Zara itu anak perempuan, jadi harus bisa jaga diri dan jaga sikap juga prilaku, Papah Zara itu orang yang cukup terkenal di dunia bisnis, jangan sampai Zara membuat masalah yang bikin malu dan mencemarkan nama baik Papa Zara yah sayang, "Dian memberi wejangan pada Zara.
"Iya Mah,, Zara akan selalu ingat kata kata Mah, "
"Ya udah Mamah keluar dulu yah, kamu jangan kelamaan, Rizki sudah menunggu di luar,, "
"Iya Mah,, "
Dian keluar dari kamar Zara, dan Zara langsung menyelesaikan menata bajunya. setelah selesai Zara membawa tas ranselnya ke luar, dan menuju ruang tamu di mana orang berkumpul.
"Kek,, Zara pulang ke kota dulu yah, Kakek yang sehat sehat yah, nanti kalau libur sekolah lagi Zara akan datang ke sini lagi,, "sambil Zara di peluk kakek saat pamitan.
"Iya, Zara juga harus sehat dan jangan lupa belajar, jangan suka kluyuran ngga jelas yah, "
"Iya kek,, "sambil melepas pelukanya.
Setelah berpamitan pada semuanya,Zara dan Rizki masuk ke mobil dan bersiap berangkat.
Mobil pun berjalan dengan pelan, Rizki membawa mobilnya dengan pelan. Zara menemani Rizki sambil mengobrol.
Sekitar 2 jam mobil Rizki sudah masuk tol yang menghubungkan ke kota. saat mobil Rizki cukup cepat, ternyata di depan mobil Rizki ada kecelakanan, dan mengakibatkan kecelakaan beruntun.
"Abanggg,,, awassss,,, "teriak Zara. Rizki langsung mengerem mobilnya langsung.
Brakkkk,,,,, mobil Rizki menabrak mobil depanya. Dan mobil Rizki dari belakang pun di tabrak lagi dengan kencang, sampai Zara dan Rizki kepanyanya terbentur ke depan.
"Zaa,,,, "dengan pelan Rizki memanggil Zara.
Mereka berdua menggunakan sabuk pengaman, tapi mereka tetap terluka, Mobil hancur lebih parah di bagian kanan, dan posisi kaki Rizki yang terjepit.
"Bang,,, sakit,,, "sambil memegangi kepalanya.Zara keningnya yang terluka, sedang yang lainya tidak terluka.
"Sabar yah,, kamu harus kuat,, pasti bentar lagi akan ada yang datang menolong kita,, awww,,,"kata Rizki karena kakinya terjepit juga keningnya yang berdarah karena menghantam setir.
"Abang,,, "kata Zara yang baru sadar Rizki terlihat parah.
__ADS_1
"Abang,, huhuuuu,,, "Zara menangis melihat Rizki yang terlihat ke sakitan.
"Jangan menangis,, Abang ngga papa,,, "sambil tersenyum tipis dan menahan sakit.
Zara langsung turun dari mobil sambil memegangi keningnya yang masih mengeluarkan darah.
"Tolong,, tolong,,, tolong Abang saya,, pak tolong Abang saya,, "Zara menarik seorang Bapa bapa agar menolong Rizki.
Lalu Bapa itu memanggil orang lagi untuk membantu mengeluarkan Rizki. Rizki kelihatan sangat ke sakitan, Zara hanya bisa melihat sambil matanya tak henti hentinya mengeluarkan air mata.
Pintu mobil Rizki di dobrak, setelah terbuka Rizki di bantu di tarik, Rizki yang kesakitan hanya meringis menahan sakit.
Setelah di bantu banyak orang ,ahirnya Rizki bisa keluar dan Rizki langsung di masukan ke ambulance, Zara ikut masuk dan menemani Rizki.
"Sudah jangan menangis, Abang ngga papa,, "saat Zara terus saja mengeluarkan air matanya.
"Zara takut Bang,, "sambil tangan mereka saling menggenggam.
"Ngga usah takut,, Abang ngga papa,, "
Lalu Zara mengusap darah yang ada di kening Rizki, yang masih saja mengeluarkan darah.
Sedang Kening Zara sudah tidak berdarah lagi, hanya keningnya menjadi bengkak.
Hp Zara berbunyi, rupanya dari Hendra.
"Halo Pah,, huhuuu,,, Pahhh,,, "
"Kenapa kamu sayang,,, ada apa,,? "
"Bang Rizki Pah,, Bang Rizki,,, "sambil terus menangis.
"Ada apa sama Rizki,, sayang jelaskan jangan sambil nangis,, biar Papah jelas dengarnya,, "
"Mobil Bang Rizki tertabrak, dan Zara sama Bang Rizki sekarang lagi di Rumah sakit,,"
"Apa,, rumah sakit mana Sayang,, kamu ngga kenapa napa kan,,"
"Zara ngga kenapa kenapa Pah, tapi Bang Rizki,,, Bang Rizki terluka,,, "
"Share,lock sekarang yah, biar Papah ke sana sekarang,, "
"Iya Pah,,, "tefon pun mati dan Zara langsung mengirim share lock ke Hendra.
Dokter keluar dan Zara langsung mendekatinya.
__ADS_1
"Gimana Dok Abang saya,,? "
"Kedua kakinya hanya luka ringan, dan tidak ada keretakan atau yang parah lainya, tapi pak Rizki masih belum bisa jalan ,mungkin butuh 2 mingguan untuk bisa jalan normal kembali, "
"Iya Dok,, terimakasih,, saya sudah bisa melihat Abang saya kan Dok,, "
"Oh iya silakan, dan segera daftarkan pasien agar bisa di pindahkan ke kamar rawat,, "
"Iya Dok,, saya akan daftarkan,, "
Zara lalu mendaftarkan Rizki agar segera di pendahkan ke kamar rawat. setelah selesai Zara lalu menuju Rizki yang masih di ruangan UGD.
Rizki tersenyum saat melihat Zara masuk, lalu Zara mendekati Rizki. Rizki mengulurkan tanganya, dan zara langsung menyambutnya.
"Maafin Abang yah,Abang jadi menyusahkan kamu,,"Zara menggelengkan kepalanya.
"Abang ngga salah, ini semua sudah jalan dari Tuhan,, yang penting kita berdua selamat,, "
"Makasih karena kamu ngga marah sama Abang,, "
"Ngga,, Zara ngga marah sama Abang, ini kan memang bukan salah Abang,, "
Zara lalu duduk di samping Rizki,dan menemani Rizki.
"Tadi Papah telfon,, "
"Trus,, "
"Zara bilang kalau kita kecelakaan, dan Papah sedang menuju ke rumah sakit ini,, "
"Apa Papahmu marah,,? "
"Ngga,, Zara udah jelasin, ini bukan salah Abang,, "Rizki pun tersenyum.
"Apa kata Dokter tadi, apa kaki Abang patah, dan ngga bisa jalan lagi,?"
"Kaki Abang hanya luka ringan, ngga parah kok, cuman untuk bisa jalan normal Abang butuh waktu lama,, "
"Apa kamu mau untuk mengurus dan membantu Abang,, Mamah dan Adik Abang ada di luar negri dan ngga mungkin untuk Abang menyuruh mereka untuk pulang, karena adik Abang juga masih dalam penyembuhan,, "
"Iya,, Zara mau membantu dan mengurus Abang sampai sembuh dan semoga Zara bisa membantu Abang sampai sembuh, "
"Makasih yah,, "Zara pun mengangguk.
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih...
__ADS_1