MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Rasa


__ADS_3

"I LOVE YOU"aku langsung membuka mataku dan papah memundurkan kepalanya, karena aku takut salah dengar ahirnya aku menyuruh papah mengatakan ulang.


"Papah bilang apa tadi, Dinda takut salah dengar, "kataku.


"Kenapa rasa ini datang pada papah, dan kenapa rasa ini sangat kuat menuju ke kamu, "sambil mengelap bibirku yang basah, aku belum mengerti yang papah katakan aku hanya mendengarkanya.


"Rasa yang ku pikir karena mungkin aku sebagai papah, yang tulus sayang padamu, tapi makin hari kenapa rasa ini terus membesar dan rasa ini ingin slalu bersamamu, maaf harusnya aku menjagamu bukan mencintaimu, aku hanya ingin kamu tau, aku mencintaimu,"sambil menggengam kedua tanganku papah bicara tentang perasaanya padaku, aku yang merasa kaget masih tetap diam.


"Kalau memang rasa ini salah, dan kamu tidak menerimanya, aku tidak akan kecewa dan marah, karena sesungguhnya aku juga tau ini tidak benar, aku bekas suami ibumu apa kata orang nanti, dan ayahmu pasti menentangnya, aku tidak memaksamu untuk menerima rasa ini, aku hanya ingin kou tau, aku sangat nyaman dan bahagia bila selalu bersamamu, "aku yang masih tetap mendengarkan papah bicara langsung tersenyum, berarti aku tidak bertepuk sebelah tangan.


"Mari kita coba yakinkan ayah dan ibuku,kita sama2 berjuang, mungkin ini ujian yang harus kita lewati, sebelum kita menjadi satu, "sambil ku usap wajah papah untuk memberi semangat,dan untuk jangan menyerah sebelum berjuang.


Papah langsung memeluku, dan mengucapkan terimakasih, aku hanya mengangguk,,,


"Apa tidak malu mempunyai kekasih yang sudah tua, "sambil melepaskan pelukanya papah bicara.


"Kenapa harus malu, aku yang menjalankanya, aku tak ambil pusing anggapan orang, asal aku nyaman dan bahagia, aku tak peduli orang mau bicara apa, "sambil aku tersenyum menjawabnya.

__ADS_1


Cup,,


"Terimakasih,, mari kita bersama berjuang meyakinkan orangtua mu, aku harap kamu slalu menyemangatiku, "kata papah setelah mencium keningku.


Tok.. tok..


Terdengar ketokan pintu,papah langsung bangun dan membuka pintunya, ahirnya makananya datang juga,


Kita makan bersama, papah memesan ayam bakar dan ayam penyet serta ada lalapanya. saat sedang makan ada lagi yang mengetok pintu, papah mencuci tanganya dan langsung membuka pintu, saat pintu terbuka aku melihat kak Aldo juga dengan cewe tadi,


"Haii,,,Din, lagi makan yah maaf yah ganggu bentar, "kata kak Aldo sambil jalan menuju korsi.


"Iya,,, "lalu kak Aldo dengan cewe yang kata papah namanya Maya, duduk depan papah.


Aku terus melanjutkan makanku, karena menunggu papah lama. setelah aku selesai makan baru papah dengan mereka berdua selesai berdikusinya, aku mencuci tanganku dan masuk kamar mandi, saat keluar mereka berdua sudah tudak ada.


Aku duduk lagi di sofa, dan papah juga menyusulku duduk di sofa,

__ADS_1


"Aku ngga suka bibir ini tersenyum untuk laki2 lain, ini hanya miliku, "sambil menyentuh bibirku papah bicara, aku yang kaget dengan ucapan papah langsung tersenyum, rupanya papah sedang cemburu.


"Kenapa senyum2 gitu, ada yang lucu,"aku hanya menggeleng


"Papah sedang cemburu yah,,,, "kataku menggodanya..


"Ngga usah meledek, aku mau makan lagi, "sambil mengambil piring papah bicara.


Karena jam istirahat udah hampir habis, aku langsung izin ke papah untuk kembali kekelasnya.


#####


"Eh, Al emang yang cewe tadi di ruangan pak Agung benar itu anaknya,"tanya Maya pada kak Aldo


"Iya,, kenapa emang, "


"Ngga mirip dan juga pak Agung masih keliatan muda kok udah punya anak segede itu yah, "

__ADS_1


"Udahh,, jangan pikirkan urusan orang, sekarang mending kamu cari bahan untuk sekripsimu, "sambil berjalan kekelasnya kak Aldo bicara.


__ADS_2