MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Bukan Hanya Sekertaris, tapi Dia Calon Istri


__ADS_3

Lalu Aku pun masuk ke dalam ruangan Pak Direktur, dan Aku hanya diam berdiri di depan meja kerjanya.


"Maaf Pak, apa ada yang perlu Saya kerjakan,,?"tanyaku karena dari tadi Aku hanya didiamkan saja.


"Kenapa tadi Saya suruh kamu ke sini ngga langsung datang,, kenapa harus dua kali Saya menelfonmu, apa kamu ngga anggap kalau Saya atasan kamu,,, !!"nada suaranya sedikit keras dan tanpa melihatku.


"Maaf tadi Saya sakit perut jadi Saya ke toilet dulu,, "jawabku.


"Jangan bangak alasan, Saya tau dari tadi kamu itu hanya duduk,,"Aku mengerutkan keningku, kok dia tau,,, fikirku.


"Ada apa hemmm,, kenapa berbohong,,? "


"Ngga kenapa kenapa,, "jawabku.


"Duduk,,, "Aku pun menurut.


"Nanti kita makan siang di luar yah,, "Aku menggeleng.


"Kenapa ngga mau,, "


"Ngga lapar,, Maaf Pak kalau ngga ada kerjaan, Saya akan lanjut kerja,"sambil berdiri dari duduk. Dan berjalan menuju pintu.


"Apa kamu sedang cemburu,,"Saat Aku Akan membuka pintu Pak Direktur berkata.


"Untuk apa Saya cemburu, Saya sadar diri kok, "lalu Aku pun keluar, dan tiba tiba air mataku mengalir, kenapa hatiku tiba tiba sakit, lalu Aku berjalan menuju toilet.


Di Toilet Aku menenangkan hatiku agar tidak merasakan sakit,, setelah lebih baik dan hatiku lebih tenang Aku pun keluar.


Lalu Aku pun melanjutkan kerjaku dengan fokus, dan tidak ingin memikirkan masalah yang tidak jelas.


Saat jam istirahat masih kurang 5 menit Aku langsung kabur, Aku turun menuju kantin.


Aku memesan baso dan minuman. saat sedang makan Iis pun datang. tadi Aku mengirim pesan padanya untuk makan siang bareng, karena Aku di sini belum punya teman.


"De,, Kok udah habis sih,, emang kamu dah dari tadi apa datengnya,,? "saat melihat mangkoku yang sudah kosong.

__ADS_1


"Hehee,, iya, soalnya Aku lapar jadi makan duluan deh,, sudah sana kamu pesan nanti Aku temani kok,, "lalu Iis pun memesan makanan sedang Aku duduk menunggunya sambil minum.


Hpku berbunyi tanda pesan masuk, saat Aku lihat ternyata dari Pak Direktur.


#Kamu makan di mana, apa di kantin,makan yang banyak biar ngga sakit#Aku hanya membacanya saja.


Setelah Iis selesai makan kita pun mengobrol sebentar, sambi menunggu mulai jam kerja.


"Ayo kita kerja lagi,, sudah waktunya nih,, "kata Iis ,lalu Aku pun bangun dari duduku.


"Nanti sore kita pulang bareng ok,, "Sebelum kita pisah di lif.


"Iya,, dahhh,, "kataku sebelum pintu lif tertutup.


Sampai di meja kerjaku, Aku melihat ada gelas minuman yang kemasan,lalu Aku berfikir siapa yang menaro di mejaku.


"Mba,, itu dari ku, minum gih biar segar tenggorokanya, "kata Rizki yang baru keluar dari ruangan Pak Direktur.


"Makasih ya Ki,, pasti Saya minum,, "kataku dan langsung Aku tusuk dengan sedotan lalu meminumnya,, rasanya sangat enak dan segar.


"Temani Saya keluar sebentar,, Saya akan ketemu dengan rekan bisnis,, "Kata Pak Direktur yang sudah di depan mejaku.


"Baik Pak,,, "jawabku, lalu Aku mengambil tasku.


"Maaf Pak,, apa Rizki tidak ikut,,? "tanyaku saat menunggu lif terbuka.


"Ngga,, Rizki biar di kantor aja, soalnya dia akan mimpin rapat,, "Aku hanya mengangguk.


Saat di dalam lif kita hanya saling diam, dan tiba tiba tangan Pak Direktur menarik tanganku untuk di genggamnya. Aku pun menarik tanganku karena Aku ngga mau di genggamnya. ahirnya kita seperti orang yang sedang rebutan mainan saling menarik tangan.


"Kamu tuh lagi kenapa sih,, hari ini aneh banget,, "katanya sambil menghadap ke arahku, tapi sebelum Aku menjawab pintu lif terbuka, Aku langsung keluar duluan.


Saat kita akan naik mobil, Aku akan duduk di depan, tapi Pak Direktur menrik tanganku untuk masuk ke bangku belakang, dan setelah Aku masuk barulah dia masuk ke dalam mobil.


Aku hanya melihat ke arah kaca pintu mobil,saat mobil berjalan, dan di mobil hanya ada kesunyian. soalnya Aku lagi malas melihat wajah Pak Direktur yang suka maksa.

__ADS_1


Ahirnya kita sampai di restoran yang sangat mewah, Aku pun turun dari mobil saat Pak Direktur juga keluar dari mobil.


Lalu Aku pun berjalan di belakang Pak Direktur,sampai di dalam pelayan mengantarkan kita untuk masuk ke ruangan kusus, dan ternyata di dalam sudah ada 4 orang ,Satu perempuan dan 3 laki laki. yang perempuan keliahatan sangat bersosalita.


"Ahirnya yang di tunggu datang juga,, "kata laki laki yang berkumis.


"Maaf,, membuat kalian menunggu,, "jawab Pak Direktur.


Lalu Aku ikut duduk di sampingnya, setelah Pak Direktur duduk.


"Ya udah ayo kita makan,, Aku dah lapar banget nih,, "kata laki laki yang paling tinggi di antara laki laki lainya.


Lalu mereka pun makan dengan di layani oleh pelayan, Aku yang sedikit kaku karena tidak tau acara apa ini hanya diam.


"Ini Makan,,,"kata Pak Direktur menyodorkan piring padaku yang sudah terisi dengan makanan.


"Tapi Saya sudah makan Pak,, "jawabku dengan pelan.


"Wah,,, ada bos yang perhatian dengan sekertaris nya nih,, "kata laki laki yang gendut.


"Wah Hen,, kita ngga salah lihat nih, pria yang selama ini kalau di deketin wanita selalu menghindar, sekarang justru jadi bucin,, "lalu mereka semua tertawa,kecuali yang perempuan.


"Dia buakn cuman sekertarisku tapi dia calon Istriku,, "Aku yang mendengarnya langsung melirik tajam padanya.


"Rupanya bos kita sedang catuh cinta akut nih,, kita doakan saja teman teman semoga dia benar benar serius tidak untuk main main,,sampai mereka menikah, kasian kan teman kita sudah lama ngga rasain gimana nikmatnya surga dunia"


"Amin,,,, "dengan kompaknya para laki laki itu bilang amin. dan setelahnya tertawa.


"Kamu buta pa Hen,, cari perempuan kok yang kampungan gitu, ngga ada modis modisnya,, "kata si perempuan menghinaku. karena memang kenyataan Aku hanya diam.


"Aku ngga butuh yang modis atau semacamnya, yang Aku butuhkan dia bisa membuat hatiku selalu bergetar saat bersamanya dan dia juga membuatku selalu nyaman,, "Aku hanya diam karena mungkin perkataan Pak Direktur cuman untuk bahan obrolan saja.


"Benar itu Hen,, asal bisa puaskan di ranjang itu aja udah cukup, ngga perlu yang berglamor,, itu cukup buat kantong kita cepet tipis iya ngga teman teman,,, "lalu merekapun dengan kompaknya menjawab iya, dan yang perempuan hanya diam dengan sedikit kesal.


Aku hanya diam tapi sambil tetap makan yang ada di piring depanku, masa bodo dengan mereka, kayanya mereka semuanya berteman karena tidak ada rasa sungkan satu sama lainya.

__ADS_1


Jangan. lupa untuk like, komen dan votenya, makasih,,,


__ADS_2