
"Masss,, "kataku sedikit teriak dan langsung turun dari pangkuan Mas Hendra.
"Aduhh,, nih telinga Saya bisa tuli kalau kamu teriak kaya gitu,, "kata Mas Hendra .
"Lagian sih Mas bikin kaget aja,, "
"Apanya yang bikin kaget, orang Saya tadi ngomongnya pelan kok,, "
"Heemm,, Iya sih,,"kataku malu mau bicara apa yang Aku rasakan tadi. benda keras di bawah duduku membuat Aku sedikit risih dan malu.
"Mass,, kita pulang yuk,, sudah malam ini loh,, "saat ku lihat jam sudah setengah sebelas malam.
"Kita tidur sini aja yah, biar besok kita bisa berangkat bersama ke kantor, soalnya kita besok pagi ada miting kan,, "Lalu Aku sedikit berfikir.
"Tapi Dea ngga ada baju ganti buat besok ke kantor Mas,, "ya masa ke kantor pakai baju ini lagi, fikirku.
"Soal baju itu gampang, serahkan sama Saya ,gimana kamu mau kan tidur sini aja,, "lalu Aku pun mengangguk.
"Ya udah yuk kita tidur,, "
"Kita tidur,, maksudnya,,? "tanyaku bingung.
"Ya kita tidur, ini sudah malam kan,, "
__ADS_1
"Tidur di sini, satu ranjang,,? "
"Iya,, kenapa,, "
"Mas,,, kita belum nikah loh,, ngga boleh tidur bareng,takut nanti ada yang hilaf,,"
"Nanti kalau hilaf kita tinggal nikah,, gampang kan,, "
"Mass,,, ayo lah jangan becanda terus, Mas sonoh keluar pindah kamar, "kataku sedikit memohon.
"Udah kita tidur bareng aja,, Saya janji ngga bakalan macam macam,, ok,, "sambil berjalan menuju lemari mengambilkan kaos untuku.
"Ini pakai baju Saya, kamu pasti ngga nyaman tidur pakai baju kerja,, "Aku pun mengambil baju yang Mas Hendra kasih, lalu Aku menuju kamar mandi untuk ganti baju. Aku percaya dengan janji Mas Hendra kalau dia tidak akan macam macam. karena spertinya saat Mas Hendra berkata tidak terlihat becanda.
"Aku sudah terbiasa kalau tidur ngga pakai BH, trus ini gimana yah kalau sampai Mas Hendra lihat,, "kataku saat Aku bercermin di kamar mandi sambil melihat buah dadaku yang terlihat jelas tidak memakai pembungkusnya, Aku hanya memakai kaos Mas Hendra yang kebesaran di badanku, panjangnya saja sampai atas lutut.
"Mas,, Dea tidur dulu yah,, "hanya suara deheman yang Aku dengar karena Mas Hendra sedang sibuk lihat ke arah laptopnya.
Aku tidur sambil membelakangi Mas Hendra, karena Aku sangat mengantuk Aku pun tertidur.
🌸🌸🌸
Hendra
__ADS_1
Ahirnya Aku bisa meyakinkan Dea agar tidur di apartemenku.walau pun Aku sudah berjanji padanya kalau tidak akan macam macam tapi tidak tau nantinya.
Aku duduk di kasur setelah Aku ganti baju,lalu Aku melihat pekerjaan di laptopku sambil menunggu Dea keluar dari kamar mandi.dan Aku juga sudah memesan satu set baju kerja buat Dea, dan Aku suruh besok pagi untuk diantar ke apartemenku.
Saat suara pintu terbuka Aku pura pura sibuk, padahal Aku sudah menunggunya, Aku ingin melihat Dea memakai bajuku yang pastinya kebesaran di badanya. saat keluar dari kamar mandi Dea jalan sedikit berlari dan langsung naik kasur, lalu menarik slimut untuk menutupi badanya, tadi Aku hanya meliriknya sekilas, dan Aku sedikit melihat kaki Dea yang putih mulus.
Dea itu kalau bekerja selalu memakai celana panjang tidak memakai rok. dan atasanya juga Dea selalu lengan panjang, jadi Aku tidak pernah melibat kaki putihnya itu.
Setelah Dea masuk ke dalam selimut dan menutupi badanya semua, Dea pun bilang padaku akan tidur dulu, Aku hanya memberi jawaban dengan deheman aja.
Sekitar 20 menit Aku menyudahi pekerjaanku, Aku tutup laptoku dan ku letakan di meja dekat kasur karena Aku sudah mengantuk dan ingin tidur.dan Aku lihat Dea sudah tertidur dengan pulasnya karena Aku mendengar dengkuran alusnya.
Saat Aku akan merebahkan badanku di kasur Dea tiba tiba membalikan badanya, jadi sekarang Aku bisa melihat wajahnya yang mulus dengan puas. parahnya lagi tiba tiba Dea menurunkan selimutnya ke bawah dan mataku melihat gunung kembar Dea yang cukup besar itu dari luar baju dengan jelas, sepertinya Dea tidak memakai pembungkusnya, gila croboh banget sih Dea ini, dia tuh ngga tau apa sedang tidur dengan singa yang sedang kelaparan begini. mataku sampai tak berkedip melihat ke gunung kembarnya apa lagi daging kecilnya itu sangat terlihat, seperti sedang berdiri dengan tegak.
Aku merasakan kepunyaanku juga langsung berdiri tegak, gimana ngga berdiri orang jiwa di dalam hatiku berteriak menginginkan menikmati surganya dunia.
Aku pun menutup wajahku dengan bantal agar tidak melihatnya dan sambil memejamkan mataku agar tertidur dan mengatur nafasku agar lebih tenang.
Mataku pun kian menantuk, saat Aku sudah agak terlelap, Dea tiba tiba memeluku seperti guling. Ya Tuhan ini sih cobaan yang sangat berat untuku. Saat ku angkat bantal dari wajahku, Aku melihat ke arah Dea yang dengan enaknya memeluku. kakinya di atas perutku sedang wajahnya di atas dadaku.karena Dea tidak memakai celana pendek dan hanya memakai ****** *****, bisa di bayangkan kalau kaki mulus Dea dengan bebasnya ada di atas perutku. kepalaku jadi tambah pusing kalau begini terus.
Dengan pelan Aku turunkan kaki Dea, dan setelah itu baru tanganya, setelah Aku terlepas dari Dea,, di tengah tengah lalu Aku kasih pembatas guling agar Dea memeluk guling saja.
Kalau Aku tidak punya niatan untuk serius dengan Dea, sudah ku per*osa dia tuh, Aku sudah menduda cukup lama dan dari dulu lihat perempuan sama sekali tidak tertarik, tapi beda saat Aku melihat Dea, rasanya ada sesuatu dorongan bahwa dia berbeda. jadi Aku pun ingin merasakan surga dunia denganya dengan sama sama menikmati.
__ADS_1
Ahirnya Aku pindah tidur di kamar lainya, karena Dea sudah Aku kasih pembatas guling pun dia malah membuangnya. Aku takut tidak bisa mengontrol diriku. dan karena sudah sangat mengantuk Aku pun tertidur.
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..