MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Video


__ADS_3

Kita sampai di tempat makan yang menjual bakso, Aku kaget ketika Suamiku tadi bilang waktu di mobil katanya ingin makan bakso yang pedas. Suamiku makin hari makin aneh aja keinginan makanya, tapi Aku sih tak masalah asal Suamiku memakanya.


Ahirnya dua mangkok baso sudah ada di depan kita, Suamiku memesan baso urat, sedang Aku baso telor, Aku langsung memberi bumbu pelengkap, seperti waktu kita makan bubur ayam, setelah kuah mangkuk ku Aku kasih bumbu pelengkap, Suamiku mengambil mangkoku.


"Mass,,, Dinda tuh ngga suka baso urat ih, kenapa baso Dinda di tuker sih,, "kataku sedikit kesal saat Suamiku menarik mangkoku dan manggkok Suamiku di berikan padaku.


"Tapi punya Adek sangat enak,, "jawab Suamiku sambil menyendok kuah bakso dan memakanya.


"Sama aja lah Mass,, ini punya Mas, Dinda kasih bumbu yah nanti kita tukeran lagi, soalnya Dinda ngga suka urat Mass,,, "kataku sambil memberi bumbu pelengkap ke bakso Suamiku.


"Masa sih Adek ngga suka baso urat, tapi uratnya Mas adek suka tuh, malah suka Adek mainin, "Aku langsung pukul lengan Suamiku karena Aku langsung paham arah omongan Suamiku.


"Ih,,, Mas tuh ngomngnya ,,di sini banyak orang malu Mass,,, "kataku sambil cemberut.Sedang suamiku hanya tersenyum.


"Mas ambil baso uratnya sinih, dan nih baso telor Adek,, jangan ngambek yah Sayangg, "Dan Aku langsung tersenyum.


Kita makan baso sambil mengobrol dan tak terasa baso di mangkok sudah habis, Aku lihat mangkok Suamiku hanya tinggal kuahnya juga sedikit, sedang punyaku ludes sampai kuahnya pun tak tersisa, karena memang Aku pecinta baso, hehee..


"Mas nanti langsung balik ke rumah sakit yah Dek, dan Mas mungkin pulangnya malam, karena akan ada oprasi, "kata Suamiku sambil menyetir. Kita sekarang sudah di dalam mobil setelah makan baso kita langsung pulang.


"Ya,,, tapi jangan terlalu malam ya Mas,, Dinda takut, "kataku. Dan Suami hanya jawab, "Iya, "


Sesampainya di rumah, Aku menyuruh Suami untuk masuk dulu, tapi Suami ngga mau karena takut sudah di tunggu pasien. Hemmm Aku harus keluarin jurus nih buat Suami mau turun dulu. Tapi kalau bener di tungguin pasien kan kasian juga yang nungguin. Tapi kenapa tiba tiba rasanya Aku pengin yah, duhh... Aku ngerasa aneh sih.


"Ayo lah Mass,,, turun dulu bentar aja, "kataku sambil merengek ke Suami.


"Adek Sayangg... Mas takut telat, emang Mas suruh masuk mau ngapain,, hemmm. "sambil mengusap kepalaku.


"Din...da lagi penginnn,,,,"jawabku sambil menundukan mukaku karena malu.


"Hahahaaa,,, Adek serius, semalam kan udah, "sambil tetap tertawa Suami bicara.


"Dinda juga ngga tauu,,, tiba tiba penginnn,,, tapi kalau Mas ngga mau juga ngga papa, "sambil ku buka pintu mobil dan langsung masuk ke rumah.


Aku membuka pintu dan langsung masuk.Aku ngga tau kenapa jadi doyan gini sih, malu banget deh rasanya, saat Aku sedang berperang dengan rasa malu, tiba tiba ada yang memeluku dari belakang,dan dari baunya Aku sudah sangat hafal.


"Mau di sini apa di kamar hemmm...? "


"Katanya mau balik ke rumah sakit, "jawabku sambil ku lepaskan tangan Suami.

__ADS_1


"Tadi Mas udah telfon suster Kia, kalau Mas mau datang telat.Jadi ngga nih,, kalau ngga jadi Mas mau berangkat loh... "Aku langsung menghetikan langkahku dan berbalik.


Dan dengan anehnya Aku langsung menganggukan kepalaku. Suami langsung mendekat dan langsung menggendongku. Tapi bukanya masuk kamar justru Aku di bawanya ke sofa.


Katanya cari sensasi baru, Aku hanya mengikuti saja yang penting keininanku terpenuhi.


Aku di tidurkanya di sofa, dan kita ahirnya melakukan di sofa, karena di rumah hanya kita berdua yang tinggal, jadi kita bebas melakukan di mana saja.


Selesai dengan kegiatan kita, Suamiku langsung bersiap karena dari tadi hp suamiku bunyi terus, katanya ada kecelakaan beruntun dan harus segera ke rumah sakit. Aku hanya diam melihat Suamiku bersiap siap.Ngga tau kenapa rasanya Aku belum puas tapi mau gimana lagi udah tuntutan kerjaan Suami.


"Adek,, Mas berangkat ke rumah sakit dulu yah,"Sambil mencium keningku,Aku hanya mengangguk saja dan Aku masih tetap tiduran di sofa, untungnya tadi Suami mengambilkan slimut jadi bisa menutupi tubuh polosku.


Setelah suami pergi,Aku akan bangun untuk membersihkan tubuhku,tapi saat mau bangun kram di perutku terasa lagi, Aku menahan sakit di perut dan tidak bisa bangun, ahirnya Aku tetap tiduran di sofa menunggu perutku membaik. Aku merasa bingung kenapa perutku sering merasa kram.


.


.


.


Haripun cepat berlalu, kemarin Ayah baru datang ke rumahku, karena pernikahan Ayah dan Ibu tnggal 3Hari lagi. mereka hanya akan melangsungkan Akad nikah saja dan tidak ada perayaan pesta.


"Din,,, Aku mau ngomng sama kamu bentar bisa ngga, "kata Kak Hanan yang langsung duduk di sampingku .


"Ada apa ya kak,? "


"Kita cari tempat aja yuk buat mengobrol, di sini banyak debu dan berisik, "kata Kak Hanan, karena sekarang Aku memang sedang duduk di halte dan sedang menunggu taxsi.


"Tapi Dinda lagi buru buru nih Kak,,, ngga bisa besok aja yah,? "jawabku.


"Sebentar kok Din, "


"Sebentar aja tapi ya Kak, "dan Kak Hanan mengangguk.


Kita berdua langsung berjalan ke arah samping kampus, saat sedang berjalan, ada seorang wanita yang tiba tiba menarik tanganku dan langsung.


Plakkk..


Aku langsung terdorong ke belakang saat pipiku tiba tiba di tampar. untung Kak Hanan langsung menahan tubuhku.

__ADS_1


"Hehhh... ayam kampus, loh itu jangan berani berani deketin pacar orang yah, kalau kamu mau cari mangsa, jangan cowo gue ngerti loh,"Sambil menujukan jarinya ke mukaku.


"Deaa,,, gila kamu yah,, main tampar orang seenaknya aja, "sambil berdiri di depanku Kak Hanan bicara. Aku hanya diam mematung sambil memegang pipiku yang terasa panas.


"Nan,, kamu putusin Aku gara gara dia kan, wanita murahan yang sukanya gaet om om, kamu tuh buta yah,mutusin Aku demi ayam kampus ini, "


"Jangan bikin malu yah De, Aku putusin kamu karena Aku sudah ngga nyaman dekan sifat egois kamu ngerti, sebaiknya kamu pergi kita sudah ngga ada hubungan apa apa lagi, "


Aku langsung berlari menuju luar kampus, rasa sakit di pipiku tidak ku rasakan, tapi tuduhan sebagai ayam kampus yang membuatku sakit. Banyak mahasiswa dan mahasiswi yang melihat kejadian tadi membuatku tambah malu.


"Dinda,,, tunggu. Din,,, "Kak Hanan memanggilku tapi Aku tidak ku pedulikan.


Dengan masih menangis Aku langsung menyetop taxsi, untungnya taxsi pas sekali ada yang lewat.


Aku langsung memberi tau tujuanku ke pada pak sopir, setelah itu Aku langsung membersihkan wajahku dengan tisu, agar nanti sampai rumah Ayah tidak curiga.


Aku merasa kepalaku yang sangat berat, dan Aku memejamkan mataku untuk beristirahat sejenak, untuk menghilangkan rasa kagetku.


"Kenapa tadi wanita itu menamparku, Akupun tidak tau alasanya. Dan saat dia mengatai ayam kampus makin ngga ngerti Aku ini.Ya Tuhan cobaan apa lagi ini".Sambil memejamkan mataku Aku berkata dalam hati.


Pak supir membangunkan ku dari tidurku, karena sudah sampai, Aku langsung membayarnya dan kemudian keluar dari mobil.


Saat Aku masuk rumah, untungnya Ayah ngga ada mungkin sedang di kamar. Dan Aku langsung masuk kamar.


Aku langsung menuju kaca untuk melihat wajahku yang tadi kena tamar, dan saat ku lihat pipiku ada bekas lima jari masih tertera, karena berwarna merah.


Ini harus segera di kompres agar merah di pipiku cepat hilang. tapi rasa pusing di kepalaku makin terasa, ahirnya Aku memilih untuk tidur dulu, menunggu rasa pusing di kepalaku hilang.


Entah berapa lama Aku tertidur, dan Aku merasakan usapan di kepalaku, saat ku buka mata rupanya Suamiku yang melakukanya, untungnya Aku tertidur miring dengan pipi yang bekas tamparan ada di bawah. Jadi Suamiku tidak melihatnya.


"Sayang,, udah sore ayo bangun, "aku hanya mengangguk sambil tersenyum.


Lalu Suamiku tiba tiba menujukan sebuah rekaman vidio padaku, Aku langsung kaget dan langsung duduk dari tiduranku.


**Aduh,, vidio apa yah yang Mas Agung tunjukan pada Dinda, sampai Dinda kaget gitu.


Jangan lupa like, komen juga votenya ya kak, aku ngga bosen bosen untuk meminta dukungan dari kaka, dan juga aku ngga bosen selalu up, semoga kaka kaka semua suka ceritaku... πŸ™


Salam sayang selalu😘😘😘**

__ADS_1


__ADS_2