
Aku ajak suamiku ke kamar untuk beristirahat, karena hari pun sudah malam. Rasa canggung di antara kita tiba tiba datang dan saat masuk kamar jantungku berdetak sangat cepat.
Sekarang Aku sudah pindah kamar, Sekarang kamarku ada di lantai bawah, Aku sengaja berpindah dari kamar yang di atas karena Aku tidak mau ada bayangan Mas Agung di antara Aku dan Doni.
"Yah,,, Ibu mau ke kamar mandi dulu ya, Ibu udah gerah, "kataku sambil berjalan menuju kamar mandi.
"Iya,,, "jawab Doni.
Saat di dalam kamar mandi, Aku membersihkan wajahku dan juga mencucinya dengan sabun kusus untuk wajahku. Saat Aku akan membuka baju kebayaku, Aku baru sadar kalau seleting bajunya di belakang, Aku pun kesulitan untuk membukanya.
Karena merasa ke bingung Aku jadi makin lama di dalam kamar mandi. Dari pada makin lama Aku memutuskan untuk keluar dari kamar mandi dan akan meminta tolong ke Doni.
"Yah,,, Ibu minta tolong dong bukain sleting baju Ibu, "kataku sambil mendekat ke Doni. dan Donipun tersenyum melihat kecanggunganku.
Doni langsung mengarahkan tanganya ke belakang dan langsung menariknya.
Saat seleting baju sudah terlepas,Aku langsung menahanya bagian depan agar tidak jatuh ke bawah. Tapi Doni menarik tanganku agar melepaskan baju yang ku pegang.
Dan jatuhlah bajuku ke lantai, di badanku sekarang hanya menyisakan kain segitiga dan pembungkus daging kenyalku saja.
Doni membalikan badanku agar Aku menghadap padanya. Aku hanya tertunduk tak berani mengangkat wajahku.
Lalu Doni mengangkat daguku agar melihat kearahnya, dan Doni pun tersenyum melihat wajahku yang sudah merah pastinya.
"Kenapa kita menjadi tegang gini ya Bu,,,? "Aku hanya tersenyum.
"Ibu mandi dulu aja ya Yah,, "jawabku. Tapi Doni menggelengkan kepalanya.
"Ngga usah mandi, nanti aja ya, Ayah udah kangen banget sama Ibu, "Lalu berlahan Doni mendekatkan bibir ke bibirku.
Aku pun membalas ciuman Doni dan kita saling melu*at.Ku kalungkan tanganku ke leher Doni. Sedang tangan Doni meremasi bok*ongku.
"Eeemmmm,,,,, "kurasakan nafasku yang sudah hampir habis, lalu Doni melepaskan ciumanya.
__ADS_1
Setelah puas berciuman,Doni menggendong badanku menuju kasur, dan di tidurkanya Aku di atas kasur.
"Aku sudah sangat merindukan badanmu ini, dan bau badanmu pun tak pernah Aku lupa, setiap saat selalu ada dirimu di dalam hatiku, jangan pernah lagi kamu punya pikiran untuk meninggalkanku, karena tidak akan Aku lepaskan lagi untuk yang ke dua kalinya,"sambil mengusap pipi dan wajahku Doni berkata.
"Aku juga merindukanmu, malah sangat,Cup."sambil Aku kecup bibir Doni sekilas.
Saat bibirku akan melepaskan kecupan di bibir Doni, Doni justru langsung menekan bibirku dan mel*umatnya.
Kami saling mel*umat dan saling menghisap,lalu Doni beralih turun ke leher,di kecupnya dan di jilatnya leherku, dan tak ketinggalan menggigit kecil di leherku, memberikan tanda merah di beberapa tempat di leherku.
"eeeemmmmm,,, Yahhh,,, "kataku karena merasa geli dan nikmat.
Lalu ciuman Doni turun kebawah, dan sampailah pada dua daging kenyalku.Di remas dan di se*dotnya dua daging kenyalku oleh Doni setelah di lepas dari pembungkusnya.
Setelah puas dengan daging kenyalku, ciuman Doni turun ke bawah dan sampai lah pada di tepat yang di tutup kain segi tiga.
Lalu di tariknya kain segi tiga itu dari badanku, di usapnya tempat air terjun miliku yang sangat sensitif. Aku seperti tersengat aliran listrik yang membuatku bergetar saat Doni memainkanya dengan lidahnya.
"Uuuuhhhh,,, Yahhhh, "sambil tubuhku bergerak tak beraturan setelah pelepasan.
Ga*irahku sudah kembali lagi setelah Doni memainkan dua daging kenyalku.
Doni langsung memposisikan senjatanya ke arah sumber air terjunku. Tidak lah susah untuk menerobosnya, karena memang sudah basah.
"uuuhhhh.......Bu,,, enaknyaaa, aah.. aah.. "
"Terus Yah,, tekan yang dalam, aaaahhh, "
Setelah bebrrapa menit gerakan Doni tiba tiba makin kencang, dan tempo pun makin cepat hingga Doni mengeluarkan teriakan pelepasan. Aaaaaahhhhhhhh....
Doni langsung ambruk di atas tubuhku dengan nafas yang memburu. lalu berlahan Doni bangun dari badanku dan menjatuhkan ke samping badanku. Ditariknya slimut untuk menutupi badanku.
"Trimakasih Sayang,, "sambil mencium keningku.Dan kita pun tidur sambil berpelukan karena merasa lelah.
__ADS_1
Sekitar pukul 5 pagi Aku terbangun dari tidurku,Saat Aku membuka mataku, ku lihat wajah yang selama ini Aku rindukan berada di depanku. Ku usap wajahnya lalu cium keningnya, Aku sangat bersukur bisa hidup denganya lagi, walau Aku pernah menikah tapi tetap dihatiku ini hanya ada dirinya. dengan Mas Agung dulu Aku hanya melakukanya karena kewajiban seorang istri melayani suami, tidak aku pungkiri Mas Agung orang yang sangat baik dan pengertian dan membuatku merasa nyaman, tapi tetap saja tak ada rasa cinta padanya.
"Hemm,,, udah bangun Sayang, "sambil membuka matanya Doni berkata.
"Udah,,, "jawabku sambil tersenyum. Di tariknya badanku agar kita saling berpelukan.
"Bu,,, Ayah tegang lagi nih, "sambil mengarahkan tanganku ke pada senjatanya yang sudah sangat keras.
"Tapi Ibu cape Yah,, "jawabku pura pura yang seperti kecapean.
"Bentar aja yah, semalam kan baru sekali, mau ya Bu, "kata Doni. sambil Doni menciumi pipiku.
"Ya,, lalukan yang Ayah mau, Ibu dengan senang hati menerimanya, "kataku sambil tersenyum.
Doni pun langsung tersenyum. Dan langsung bangun mengungkung tubuhku.
Diciumnya mulai dari kening,pipi dan bibirku, dengan lembutnya Doni melakukan cum*bua*nya padaku.
"Yahhhh,,, eeemmm, "
"Enaknyaaa,,, Bu, "saat senjata Doni sudah sepenuhnya menerobos tepat air terjunku.
"Yahhh,,, yang cepat, Ibu sudah ingin kee,, luarr,,,, "
Lalu Doni dengan gerakan cepat meng**gjot ku, hingga kita mengeluarkan suara bersama. "Aaaaaaahhhh........"
Badan kita berdua pun basah oleh keringat.seperti habis berlari kiloan meter, dengan nafas yang memburu, kita sama sama melakukan pelepasan.
Ku tutupi tubuh polosku untuk masuk ke kamar mandi,Aku isi bak mandi dengan Air hangat agar badan ku sedikit rileks.
**Semoka Suka ya Kak cerita bab ini, Aku ngga berani terlalu fulgar, ya kak tau pasti kan alasanya apa.
Jangan lupa Like, komen dan votenya, biar aku tambah semangat nulisnya.
__ADS_1
Buat kaka kaka semua yang suka dengan ceritaku, aku buat cerita baru loh, yuk sambil nunggu kisah Dinda dan Mas Agung mampir juga keceritaku yang satunya. makasih...
*AKU BUKAN PEBINOR*