
Sekitar jam 5 sore Ayah dan Suamiku baru pulang, Aku melihat ke arah mereka yang sedang berjalan setelah keluar dari mobil, mereka berdua menjadi sangat tampan setelah potong rambut dan kelihatan juga sedikit tambah muda. Tapi Aku ngga mau memuji mereka takutnya mereka berdua jadi besar kepala lagi,kalau di bilang makin ganteng.
"Adek sedang apa,? "tanya Suamiku yang sudah di depanku.
"Sedang nungguin Mas.kok potong rambut lama banget sih, "kataku sambil cemberut.
"Kita habis ngobrol dan minum kopi dulu Din, sama perempuan cantik,"kata Ayah sambil jalan melewati Aku dan Mas Agung.
Mataku langsung melotot, dan tanganku langsung mengarah ke perut Suamiku untuk Aku cubit perutnya.
"Aaawww,,,sakit Dek, ampunnn,,, Ayah bohong Dek, kita cuman di cafe ngopi bentar, "sambil tanganya suamiku melepaskan cubitanku.
"Awas kalau ketauan bohong, dan kalau sampai ganjen sama perempuan lain, Dinda potong itu adek kecilnya Mass,,, "lalu Aku berjalan masuk ke dalam.
"Adekk,, kejem amat sih. Satu aja ngga abis abis ngapain cari yang lain, mending yang di rumah aja yang udah halal, "sambil merangkul pundaku kita masuk ke dalam bersama.
Kita pun masuk kedalam langsung melihat Ayah yang sedang mengobrol dengan dede Akbar.
"Dek, Mas mau mandi dulu yah.Gerah,"Aku hanya mengangguk.
"Bu,, itu kuenya Dinda bungkus sekarang yah,? "kataku.
"Iya Sayang, tapi jangan banyak banyak,buat Dinda aja yang banyak,biasanya kalau sedang menyusui sering laper, "Aku pun langsung ke dapur untuk membungkus kuenya.
Selesai membungkus kue, Aku bawa ke pada Ibu. sedang Ibu bersiap akan pulang.
"Din,, ini dede Akbarnya taro mana, Ayah mau minum, "
"Sinih Dinda mau tidurin di box aja, "sambil Aku ambil dede Akbar yang tertidur di gendongan Ayah.
Aku masuk ke dalam kamar, dan langsung menidurkan dede Akbar di box nya.
"Dek,,, Mas dah kangen banget, Adek masih sakit ngga ininya, "sambil memeluku dari belakang dan mengusap perutku.
"Udah ngga sakit sih Mas, tapi Dinda belum KB, gimana dong ,,besok aja yah, "sambil Aku membalikan badanku agar berhadapan. rupanya Suamiku baru selesai mandi dan masih memakai handuk di pinggangnya.
"Itu sih masalah gampang Sayang, asal Adek udah ngga sakit Mas bisa atur, "sambil mencium keningku.
"Tapi Dinda takut hamil Mas, dede Akbarkan masih kecil, "sambil tanganku memeluk pinggang Suamiku.
"Udah Adek tenang aja ok, "Suamiku lalu melepaskan pelukanya dan langsung menuju lemari untuk memakai baju.
"Mas Dinda keluar dulu yah, soalnya Ayah sama Ibu mau pulang, "Aku langsung keluar dari kamar setelah Suamiku menjawab IYA.
Ayah dan Ibu sudah mau pergi, dan setelah berpamitan ke padaku mereka pun langsung menuju mobilnya.
__ADS_1
"Bilang Suamimu yah, Ayah sama Ibu pulang dulu, ini udah sore,"kata Ayah sebelum masuk mobil. Aku menjawab IYA.
Setelah Ayah dan Ibu pergi Aku masuk ke rumah dan menuju dapur.
"Mba,, masakin tumis kangkung aja yah buat teman likan bakar buat makan malam nanti, soalnya ikan bakar yang Ibu bawa masih ada 4 ekor nih, biar mba Siti ngga cape masak terus, "kataku, karena tadi Mba Siti udah bantuin bikin kue takut capek.
"Iya Non,, "Aku pun langsung menuju kamar setelah Mba Siti menjawab.
"Mas,,, Dinda mandi dulu yah, "setelah di dalam kamar.
"Iya,, mandi yang bersih biar wangi, "kata Suamiku sambil mengedipkan matanya.
Aku hanya tersenyum dan geleng geleng kepalaku melihat tingkah suamiku.
Oeekk.. oeekkk..
"Dekk,, ini dede Akbarnya nangis, "sambil mengetuk pintu kamar mandi Suamiku memanggilku.
"Iya Mas,,, sebentar Dinda bilas dulu, "jawabku yang langsung buru buru membilas di air sower.
Selesai membilas Aku langsung keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk saja, Aku langsung mendekat kepada Suamiku yang sedang menggendong dede Akbar.
"Kenapa dede nangis hemmm,pengin nen yah,? "sambil ku tidurkan di kasur.
Suamiku dasar orangnya iseng, saat Aku sedang memberikan nen buat dede Akbar, Suamiku justru ikut tiduran di belakangku. Sambil menciumi pundak dan turun ke punggung.
"Mass,, geli ahhh,,, "sambil Aku menggerakan badanku.
Cup... Cup....
"Mass,, udah ahh,,, ini dede lagi *****, tunggu dulu, "kataku lagi.
Suamiku lalu merebahkan badanya di belakang badanku,Dan dede Akbar masih saja nen, dan belum mau berhenti.
"Dede Akbar nen nya lama amat sih Dek, "kata Suamiku.
"Iya ini tumben nenya lama, lapar kali Mas, "jawabku.
"Ya udah Mas mau ke ruang kerja dulu yah, "sambil bangun dari tiduran.
Aku pun mengiyakanya, Dan Aku masih memberikan nen buat dede Akbar.
Setelah setengah jam ahirnya dede Akbar berhenti nen, Aku langsung menggendongnya menuju boxnya.
Aku langsung menuju lemari untuk mengambil baju, setelah Aku memakai baju, langsung ke luar dari kamar menuju ruang kerja suamiku.
__ADS_1
"Mas,,, kita makan malam dulu yuk,, "ajaku sambil mendekat ke Suamiku.
"Iya bentar lagi, "Sambil menepuk pahanya, Suamiku menyuruhku untuk duduk.
Aku langsung duduk di pangkuan Suamiku, dan ku kalau tanganku di lehernya.
"Dede Akbar udah bobo Dek,? "sambil masih mengetik.
"Iya udah bobo,"sambil Aku usap wajah suamiku.dan Aku menciumi pipinya.
Cup..Cup..
"Adekkkk,,, jangan iseng deh, kalau ngga mau Mas makan di sini, "Aku hanya tersenyum mendengar perkataan suamiku.
"Makanya Ayo makan malam dulu,, kerjaan bisa entar lagi kan,, "sambil Aku bangun dari pangkuan suamiku.
Lalu Aku langsung menuju pintu untuk keluar, Suamiku rupanya langsung mengikutiku keluar dari ruangan kerjanya.
Kita pun makan malam bersama,dengan ikan bakar nila juga tumis kangkung. Selesai makan Aku dan suamiku duduk di sofa sambol nonton tv.
Aku duduk sambil di peluk suamiku dari samping.
"Dek,, Adek rencananya ingin punya anak berapa,? "
"Hemm,, berapa yah,, mungkin 3 kali ya Mas, biar rame rumah kita, "jawabku.
"Kalau Mas pengin punya berapa anak,?"kataku lagi.
"Mas sih semaunya Adek aja,"sambil mencium keningku.
"Tapi jaraknya jangan terlalu jauh ya Dek, biar nanti gedenya bareng, dan Mas takutnya kalau jaraknya jauh mas udah ngga kuat bikin anak lagi, "langsung ku pukul lengan Suamiku.
"Ngomng apaan sih Mas,, "Suamikupun hanya tersenyum.
Lalu Suamiku menggendongku menuju kamar, sesampainya di kamar di tidurkanya Aku di atas kasur.
"Semoga dede Akbar ngga bangun ya Dek, biar ngga ganggu papahnya buka puasa, "Aku hanya tersenyum mendengarkan omongan suamiku berkata....
Suamiku sekarang sudah berada di atas badanku, sambil membelai rambutku dan lalu mencium keningku...
**Besok lagi ya kak, buat ena enanya Agung sama Dinda.
Aku niatnya ingin menjadikan Hani untuk jadi istri keduanya Doni, biar ada asam manisnya dalam berumah tangga, tapi sepertinya kaka kaka semua banyak yang tidak suka, aku jadi bingung,,
Dan jangan lupa untuk like komen dan votenya ya kak, buat semangat aku menulis. makasih**...
__ADS_1