
Dea hanya diam sambil menunduk dan tidak berani mengangkat wajahnya,setelah tau dan melihat siapa yang berbicara tadi. bukan karena Dea takut, tapi karena malu di depan banyak orang dan di situ ada Hendra juga, jadi Dea hanya diam,tidak mau membuat masalah atau keributan di toko Kak Dian.
"Maksud Anda apa,, kenapa datang datang langsung berkata begitu,,? "Kata Hendra.
"Aku adalah suaminya. eehh,, tunggu bukan suami tapi akan menjadi mantan suami karena Aku sudah menggugat cerai padanya,"dengan seperti bangganya yang akan menjadi mantan suami Dea berkata.
"Kalau Anda sudah mengajukan cerai pada Dea, lalu urusan anda apa melarang Dea berhubungan dengan laki laki lain,, berarti anda sudah tidak berhak dong melarang Dea,karena Anda yang sudah meninggalkanya,, "kata Hendra.
"Wah,, hebat juga kamu De cari mangsanya,,perlu anda tau,, kalau Aku ninggalin Dea itu karena dia mandul,, perempuan mandul itu ngga ada guna,, "
"Mas,, sudah cukup. kenapa kamu belum puas juga nyakitin Dea sih,kalau kamu pergi dari rumah dan akan ceraikan Dea silakan, Dea trima.tapi jangan menghina Dea mandul, belum tentu juga Dea yang mandul,"sambil wajahnya menatap ke arah yang akan jadi mantan suami.
"Berani kamu yah sekarang sama Aku,, kalau kamu bukan yang mandul lalu siapa ,kamu pikir Aku yang mandul,, tapi itu tidak mungkin karena Aku sudah punya anak dengan istri sirihku, jadi di sini udah jelas kamu yang mandul,,, "sambil menatap Dea dengan tatapan mengejek.Dea langsung melotot tak percaya dengan kenyataan bahwa suaminya selama ini sudah menikah sirih dan sudah mempunyai anak, hancur lah hati Dea saat ini.
"Sayang Aku sudah selesai nih, kita pulang yuk.eehh,, bukanya ini Dea istrimu ya Mas,, "kata perempuan yang datang dari arah samping.
"Dia Bukan istriku lagi, tapi sudah mantan. Ayo kita pergi dari sini,,Mata Mas malas lihat wanita mandul,,, "dua manusia itu pun pergi.
Dea dengan lemas langsung jatuh ke lantai sambil menangis dan menutup wajahnya dengan kedua tanganya.
"Jangan seperti ini,, ayo bangun,"Hendra membantu Dea untuk duduk di kursi.
__ADS_1
"Mau ke mana,, kamu sedang tidak baik duduk aja dulu,, "Dea menggelengkan kepalanya lalu bangun dan akan pergi.
Karena Dea berjalan dengan badan yang lemas, membuat badanya lingpung, lalu Hendra pun memegang pundaknya.
"Kamu mau kemana,,? "Dea hanya meggelengkan kepala.
"Aku anter pulang aja yah,, "Dea hanya diam.
Hendra membawa Dea ke mobilnya, dan menyuruhnya untuk masuk,saat mobil jalan Aku baru teringat kalau Aku tidak tau di mana rumah Dea. Aku menepikan mobilku dan akan bertanya pada Dea di mana rumahnya, tapi ternyata Dea seperti pinsan, Aku yang bingung hanya bisa diam sejenak sambil berfikir.
"Aku baru ingat Dian,, Aku menelfon Dian dan Aku ahirnya mengatakan Dea Aku bawa ke hotel tempaku menginap. Karena Aku bingung mau Aku bawa ke mana, kalau Aku bawa ke rumah Dian takutnya Papah malah menuduhku yang tidak tidak karena kita baru saja baikan.Dian mengatakan nanti akan menjemput Dea bersama Doni Aku pun mengiyakan. lalu Aku membawa mobilku menuju hotel tempatku menginap."Batin Hendra berkata.
Sampai di kamar hotel Henda rebahkan Dea di atas kasur, dan Hendra juga menyelimutinya. Henda pun baru ingat kalau nanti pukul 7 malam akan pergi ke kota dengan Zara.
"Kamu sedang ada di hotel tempatku menginap,, ngga usah kuatir, sebentar lagi kakamu dan Dian akan datang,, "kata Hendra,karena Hendra melihat wajah Dea yang seperti takut.
Tidak begitu lama suara pintu diketuk pun terdengar. Hendra menuju pintu untuk membukanya,ahirnya Dian dan Doni pun datang.
"Adek,,, kamu ngga kenapa napa kan,,, "Doni langsung berjalan mendekat pada Dea dan memeluknya.
"Kaka,,, Dea rasanya pengin mati saja, buat apa hidup kalau Dea adalah wanita mandul,, "sambil menangis di pelukan Doni.
__ADS_1
"Adekk,,, jangan bicara sembarangan, Tuhan tidak suka mendengar umatnya yang tidak menerima takdir darinya, sabar dan iklas serahkan semua pada Tuhan, pasti suatu saat nanti akan datang kebahagiaan untuk adek,, "
"De,,, sabar yah,, "lalu Dian memeluk Dea.
"Trimakasih kamu sudah menolong adeku,, "kata Doni mendekat ke Hendra.
"Iya,, sama sama,, "
Setelah melihat Dea sedikit tenang, lalu Doni pun mengajak Dea untuk pulang, dan Hendra juga sekalian akan meninggalkan hotel.
"Kak,, Adek mau ke rumah Dinda aja yah, Adek mau nenangin fikiran di sana, dan kalau Adek betah di sana mau sekalian cari kerja, kalau Adek di sini terus, pikiran Adek selalu teringat dengan keaadaan Adek yang menyedihkan seperti ini,, "saat ini Doni dan Dea sedang ada di mobil menuju pulang ke rumahnya, setelah mengantar Dian pulang, sebenarnya Dian bisa satu mobil dengan Hedra tapi Doni tidak memperbolehkanya,katanya pergi sama Doni ya pulang sama Doni, itu primsip Doni.
"Kaka hanya bisa mendukung kemauan Adek, kalau Adek mau pergi ke rumah Dinda kaka izinkan, tapi Adek harus melupakan kejadian ini, anggap saja kalau belum jodohnya Adek, Adek harus bangkit dan semangat lagi untuk menjalani kehidupan ini,,"
"Iya Kak,, trimakasih banyak ya kak,karena selama ini Kaka selalu ada buat Adek, dan selalu mendukung keputusan Adek,, "Doni pun tersenyum sambil mengusap kepala Dea.
"Kapan mau pergi ke rumah Dindanya,,? "
"Mungkin besok,, Adek mau telfon Dinda dulu"
"Nanti kalau Kaka nikah harus pulang yah,, "Dea pun mengangguk.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vorenya ya kak,, trimakasih...