MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Nasehat Dea Untuk Hendra


__ADS_3

Rizki lalu mengatakan dan menjelaskan pada Ayah Doni kenapa Hendra marah, Ayah Doni yang memang tau sifat Hendra keras, hanya menasehati Rizki untuk bersabar dan jangan menyerah.


Ayah Doni yang sudah kenal Rizki pun setuju aja, karena memang Rizki orangnya baik dan terlihat bertanggung jawab, Ayah Doni tidak mau terlalu ikut campur karena Zara denganya memang tidak ada hubungan darah, hanya sebatas ayah sambung itupun Zara bukan anak kandung Dian.


Ayah Doni lalu masuk ke kamar untuk melihat Dian, dan masih ada Dea di kamarnya.


"De,, lihat suamimu sanah, suamimu sepertinya sedang marah, "kata Doni saat masuk ke kamar.


"Marah kenapa Kak,, ada masalah,,? "Dea lalu. menidurkan bayi Dian di box bayi.


Doni lalu menjelaskan masalah yang sedang terjadi pada Dian dan Dea. dua perempuan itu pun kaget karena mereka pun baru tau kalau Rizki dan Zara berpacaran.


"Dea ke kamar dulu ya Kak,, "


"Iya,, "jawab Doni.


"Dek,, tunggu... "kata Dian Dea lalu berhenti dan menengok.


"Pasti kamu tau banyak tentang Hendra ,termasuk sifatnya, walau dia keras tapi dia sangat baik, tolong beri dia pengertian, Kaka takut Zara yang akan merasa sedih dengan keadaan ini, apa lagi kamu tau kan kalau Hendra dan Zara itu baru berkumpul belum lama ini,, beri pengertian pada Hendra ya Dek,"


kata Dian.


"Iya Kak,, Dea akan bicara dengan Mas Hendra,, "


Lalu Dea pun keluar dari kamar Dian dan langsung menuju kamarnya.


"Mas,, "kata Dea memanggil Hendra yang sedang duduk di sofa sambil gelap gelapan. karena lampu kamar di matikan.


"Mas,, kok lampunya ngga di nyalakan,, Dea nyalakan boleh,,? "


"Jangan di nyalakan, tetaplah seperti ini, "Kata Hendra dengan suara dinginya.

__ADS_1


Dea lalu mendekatinya dan duduk di sebelahnya.


"Apa ada masalah,, Dea mau kok jadi pendengar,,itu kalau Mas butuh teman untuk mengobrol,, "sambil Dea mengambil tangan Hendra lalu menggenggamnya.


"Jangan di pendam dalam hati kalau sedang ada masalah,bicara lah pada Dea siapa tau Dea bisa bantu cari solusi,, ada apa hemm,, "Hendra masih tetap diam.


"Baiklah kalau ngga mau cerita, Berarti Mas udah ngga butuh Dea lagi, Dea pergi aja yah, "Dea pura pura ngambek dan bangun dari duduknya, saat sudah berdiri Hendra langsung memeluk Dea sambil tetap duduk.


Dea lalu mengusap kepala Hendra dengan sayang.


"Mas hanya tidak menyangka dan tidak percaya, kenapa mereka bisa saling jatuh cinta, perbedaan umur mereka saja sangat jauh, kenapa bisa mereka menjalin hubungan"


"Mas,, mungkin karena mereka sering bertemu dan sering bersama, apa lagi Rizki orangnya sangat baik dan penyabar, mungkin itu yang membuat Zara nyaman, Umur tidak lah jadi masalah karena cinta tidak memandang itu, asal kita merasa nyaman dan merasa bahagia itu terpenting, banyak kok diluar sana yang menikah dengan perbedaan umur yang sangat jauh"


"Mas Zara dari kecil dibesarkan oleh kakek dan kak Dian, walau mereka menyayanginya tetap saja Zara pasti merasa butuh kasih sayang seorang ayah, setelah bertemu Mas kalian juga jarang kan bersama, Mas selalu sibuk dan selalu mengandalkan Rizki untuk mengantar Zara kemana pun, memang Mas menyayanginya dan Mas bekerja buat cari uang buat Zara juga, tapi dia lebih sering bersama Rizki, Rizki laki laki dewasa Mas, dia bisa memberi kasih sayang dan cinta, sebagai kekasih atau sebagai seorang Ayah ,apa Mas akan tega menghancurkan perasaan anak Mas sendiri, apa Mas tidak takut Zara akan membenci Mas,, Zara dan Rizki ngga salah Mas, karena cinta tidak bisa kita atur untuk siapa cinta kita akan berlabuh,, "Hendra pun meneteskan air matanya.


"Tapi Zara masih kecil,, Mas belum mau berbagi dengan orang lain, Mas ingin lebih lama bisa bersama Zara, Mas ingin melihatnya sukses dan mewujudkan mimpinya, rasanya Mas belum bisa terima,, dan kenapa laki laki yang di sukai Zara itu harus Rizki, "


"Mas,, semua orang tua itu pasti akan merasakan seperti yang Mas rasakan sekarang,, tapi ini memang sudah kodratnya, orangtua harus merelakanya, asal anak kita bahagia orangtua juga ikut bahagia kan,, "


Sedang Rizki fikiranya sedang tidak tenang, jam sudah menujukan pukul 9 malam, Rizki masih duduk menyendiri di belakan rumah, padahal udara sangatlah dingin tapi Rizki tidak memikirkan badanya yang sudah kedinginan.


"Nak Rizki ini sudah malam, dan udara juga sudah dingin, masuklah dan istirahat, jangan terlalu di fikirkan, percaya saja Hendra pasti akan merestui kalian, kakek yakin itu,, "Rizki tersenyum tipis.


"Amin kek,, semoga ,"


"Sudah ayo masuk,, Zara juga dari tadi ngga mau keluar dari kamar, tefon dia dan suruh makan malam, takutnya nanti sakit,, "


"Iya kek.. "


Kakek dan Rizki lalu masuk ke dalam, Rizki lalu masuk ke kamarnya, dan kakek yang tau Rizki juga belum makan, lalu memberinya makanan di kotak makan.

__ADS_1


"Ini makanlah,, Kakek tau kamu juga pasti lapar, "


"Trimakasih kek,, "kakek lalu pergi dan Rizki masuk ke dalam.


Di kamar Rizki lalu menelfon Zara, cukup lama Zara tidak mengangkatnya, tapi ahirnya di angkat juga.


"Sudah tidur,,? "tanya Rizki.


"Belum,, "


"Kok lama ngangkat telfonya,, "


"Zara dari kamar mandi,, "


"Oh,, kata kakek kamu belum makan malam, keluarlah dan makan, biar ngga sakit,, "


"Zara ngga laper,, "


"Setidaknya di paksa, biar masuk makanan ke perut,, "


"Zara mau tidur aja,, "


"Sayangg,,, jangan bikin Abang kuatir,, kakek juga kuatir loh, karena kamu ngga keluar dari kamar dan ngga mau makan,, ayo sayang keluar dan makanlah,, "


"Apa Abang juga udah makan,,? "


"Udah,, Abang udah makan, "lalu Rizki langsung memfoto kotak makan yang tadi kake kasih dan mengirimnya ke Zara.


"Sekarang keluar dan makanlah, dan masalah Papahmu kita lihat aja besok yah, kita berdoa aja semoga Papahmu merestui kita,, "


"Iya kak,, "

__ADS_1


Lalu telfonpun mati setelah Zara bilang mau keluar dari kamar dan akan makan.


Jangan lupa like, komen dan votenya, trmakasih...


__ADS_2