
"Sayang kenalkan ini teman Mas Dokter Budi,, mungkin Adek dah mengenalnya, "kata Suamiku dan Aku memang yang sudah kenal hanya tersenyum.
"Dokter Budi, kenalkan ini ISTRI Saya,"Aku melihat wajah Dokter Budi yang sedikit memerah dan tersenyum samar.
"Iya Mas,, Kita sudah saling kenal.Iya kan Dokter Budi, "kataku,sambil tersenyum dan sambil memegang tangan Suamiku.
"Ii,, iya, kita sudah kenal kok Dok, "jawabnya yang sepertinya sangat kaget.
"Kenapa Dokter Budi sepertinya kaget gitu, ?"tanya Suamiku.
"Oohh,,, ngga cuman kaget saja, ternyata Dokter Dinda Istri Dokter, Saya kira Dokter Dinda belum menikah, "
"Istri Saya ini memang aneh, dia tidak mau di publikasikan tentang setatus menjadi Istri Saya, soalnya dia ini ingin sukses dengan menjadi Dokter dengan kemampuanya sendiri, dan tidak mau di sangkut pautkan dengan Saya, katanya takut ada yang mengatakan sukses karena bantuan dari Suami, "Suamiku menjelaskanya pada Dokter Budi.
"Oh begitu,, pantesann... "berhenti bicara.
"Pantesan apa yah Dok,? "tanya Suamiku karena Dokter Budi tak meneruskan perkataanya.
"Bukan apa apa,, kalau gitu Saya permisi dulu ya Dok, kapan kapan kita ngobrol lagi,, "Sambil tersenyum samar kearah kita.
"Oh ya silakan,,, "jawab Suamiku. dan Aku pun tersenyum ramah pada Dokter Budi.
Aku sebenarnya ingin mengatakan dan memberi taunya tentang pernikahanku pada Dokter Budi, tapi kejadianya justru tak di sangka, dia tau dari Suamiku sendiri. Aku Jadi ngga pusing sih cari cara untuk mengatakan pada Dokter Budi, tapi Aku merasa sedikit kasihan telah menyakiti hati seseorang.
Suamikupun mengajak ku langsung naik mobil untuk pulang.Kita langsung menuju rumah karena akan mulai menyiapkan untuk besok.
Esok paginya kita bertiga sudah siap untuk pergi, pak supir sudah memasukan koper kita ke dalam mobil. Dan Aku tidak lupa mengingatkan Mba Siti untuk hati hati di rumah, untungnya Pak Udin tidur di sini jadi ada yang nemenin Mba Siti.
Mobil pun berjalan menuju bandara, kita juga sudah menelfon Ibu, memberi taunya kalau kita sudah di bandara. karena Ibu akan menjemput kita di bandara.
Sekitar 1 jam setengah kita sampai di kota Ibu, Ibu dan pak sopir menjemput kita ke bandara. dan sekarang kita sedang di dalam mobil menuju rumah Ibu.
__ADS_1
"Nenek nanti Akbar ajakin jalan jalan yah,,, "sambil memeluk Ibu.
"Siap Cucu Nenek yang gantengg,, "sambil di ciumnya pipi Akbar oleh Ibu.
"Din,,Akbar sudah besar loh,, ngga pengin kasih adek buatnya,,, ?"Belum Aku menjawab Mas Agung sudah dulu menjawab pertanyaan Ibu.
"Kita lagi usaha terus kok Bu,, doain ya Bu biar cepat jadi, "Aku pun langsung tersenyum malu mendengarkan perkataan Mas Agung.
"Iya,, Ibu doakan, semoga tidak lama lagi Ibu akan nambah cucu, "lalu Aku dan Suamiku bersamaan mengucapkan Amin.
"Oh iya Gung, di rumah ada Roy,"
"Kapan dateng emangnya Bu,? "
"Kemaren sore,Katanya dia pengin ketemu sama kamu juga Anak Istrimu,"Suamiku hanya menganggukan kepalanya.
Lalu Ibu pun menjelaskan siapa Roy, Roy adalah anak dari tantenya Mas Agung, dia lebih muda 5 tahun dari Mas Agung. mereka dari dulu sangat akrab dan katanya juga Roy belum menikah.
"Abang,,,, gimana kabarnya, "dari dalam dateng seorang pria yang tinggi besar dan langsung memeluk Suamiku.
"Kabar Abang sehat,, kamu gimana kabarnya, makin subur aja nih badan, "sambil melepas pelukanya.
"Roy juga sehat,,, ini pasti Akbar yah,, "katanya sambil mengusap kepala Akbar.
"Iya Om,, "sambil menjabat tangan Roy dan mencium punggung tanganya.
"Roy,, kenalin ini Istri Abang, "Aku pun tersenyum dan mengacungkan tanganku untuk berjabat tangan.
"Oh ini Istri Abang, cantik banget sih Bang,, cariin dong Bang buat Roy yang kaya gini, "katanya sambil menjabat tanganku.dan lalu Aku menyebutkan Namaku.
("Gila ini istri Abang,, udah cantik, mulus dan dadanya sangat mantap, "dalam hati Roy.)
__ADS_1
"Udah yuk kita masuk, pasti cape kan,, "ajak Ibu.
Lalu Aku dan Akbar di suruh Mas Agung masuk kamar untuk istirahat. Aku dan Akbar langsung merebahkan badan kita di atas kasur. dan rasanya badanku sangat lelah.
"Adek kalau cape tidur aja, nanti Mas bangunin kalau udah sore, "sambil mengusap rambutku dan mencium keningku.
"Iya Mas,, Dinda tidur dulu yah sama Akbar, "
Lalu Suamiku keluar dari kamar dan Aku pun tertidur. Sepertinya Aku tidur cukup lama dan rasanya sangat segar badanku saat bangun tidur.
"Sudah bangun Dek,,, "kata Suamiku saat membuka pintu.
"Heemmm iya Mas, Dinda baru bangun ,"jawabku. Dan Akbar pun membuka matanya.
"Sayang dah sore kita mandi yuk,, "ajaku.
"Iya Mahh,,, "dan kita berdua pun langsung masuk kamar mandi sedang Suamiku tiduran di kasur.
Setelah kita bertiga mandi, sekarang kita akan makan malam bersama. kita bertiga berjalan menuju meja makan, sampai di sana Ibu dan Roy sudah menunggu kita.
"Maaf ya Bu, kita telat, "kataku.
"Ngga papa,, ayo duduk kita langsung makan saja, "kata Ibu. dan kita pun makan bersama.
Saat kita sedang makan, Aku merasa ada yang selalu menatapku, dan Aku pun mendongakan wajahku, dan benar saja Roy sedang tersenyum dan mengedipkan matanya padaku.
Ni orang apaan sih,, kaya orang mata kranjang aaja, ngga bisa lihat wanita pa yah, dalam hatiku. Aku pun hanya diam tanpa membalas senyumanya apa lagi kedipan matanya iiihhh geli banget.
Selesai makan kita berkumpul di ruang tv, sambil mengobrol dan melihat acara tv, Aku duduk di dekat Suamiku sambil merebahkan kepalaku di pundak suamiku. Sedang Akbar sambil tiduran kepalanya di pangkuan Ibu. Aku dari tadi merasa risih dengan tatapan Roy yang seperti ingin menelanjangiku. Aku sampai takut melihatnya.
Besok lagi ya kak, semoga suka dengan BAB ini,,,
__ADS_1
Jangan lupa untuk like komen, dan votenya, trimakasihhh...