
Uuuhhhh.....
Aku yang tak pernah merasakan kenikmatan seperti ini,membuatku semakin menikmati.
Saat sedang merasakan remasan2 tangan papah di dadaku, suara telfon dari henfoku berbunyi.
Cukup slirahmu gawe atiku tenang🎶
Ra bakal ilang mergo koe sing tak sayang🎶
Suara telfonku langsung menghentikan aktifitas kita, untung saja ada yang menelfon, kalau tidak pasti papah sudah membuatku tak memakai baju.
Aku langsung mendorong badan papah, agar bangun dari atas tubuhku, setelah papah bangun dia langsung masuk kamar mandi, sedang aku mengambil henfonku di dalam tas.
Setelah ku ambil henfonku, ternyata sudah mati. mungkin karena aku terlalu lama tida mengangkatnya, setelah ku lihat siapa yang menelfon,ternyata ayahku yang menelfon takut ada yang penting aku langsung menelfon balik.
"Asalamua'laikum yah, "kataku setelah di angkat.
............
"Dinda lagi bertemu teman yah, "
...........
"Iya Dinda ngga sampai sore, ini bentar lagi pulang, "
Ayah menyuruhku untuk tidak pulang sampai sore, ku lihat papah sudah keluar dari kamar mandi, lalu aku bangun dan menuju kamar mandi untuk mencuci mukaku dan merapikan penampilanku yang sudah acak2an.
Di dalam kamar mandi aku mencuci muka sambil berfikir tentang kelakuan papah, papah sepertinya orang yang punya gairah se*x yang sangat besar, karena setiap aku dekat denganya pasti aku di buat melayang, tapi untungnya masih dalam batasan,semoga aku ngga terlena dengan perlakuan papah terhadapku, aku ingin menyerahkan kesucian yang selama ini ku jaga hanya untuk suamiku,
Selesai cuci muka aku menyisir rambutku dan memakai bedak, tidak lupa juga liftik,
Aku keluar dari kamar mandi,papah kulihat sedang menonton tv tapi sambil memainkan henfonku, aku langsung duduk di dekatnya,
__ADS_1
"Dekk,, Aldo sering ngechat adek yah,? "tanya papah yang langsung dengan muka datarnya.
"Ngga sering kok Ayy,, cuman sesekali aja, "kataku
"Tetep aja dekk, dia kayanya suka sama adek, "sambil memberikan henfon padaku papah bicara
"Ngga lah Ayy, kita hanya teman, "kataku
Papah langsung menariku dan memeluku, "Jangan tingalin aku ya dek, aku sangat cemburu kalau adek pergi atau hanya sedang mengobrol dengan teman adek yang cowo, termasuk Aldo, "aku hanya tersenyum mendengar kejujuran papah.
"Kenapa malah senyum, hemmm... "
"Seneng aja dengernya kalau Ayy cemburu, hehee,,, "
"Apa adek dah ngomong tentang hubungan kita ke ayah, "aku langsung menggelengkan kepala dan menegakan duduku, "kenapa,? "
"Kemarin ayah habis nanya tentang hubungan ibu dan Ayy, adek bingung mau jawab nya dan ahirnya adek ngomong semuanya ,dan yang terjadi dengan ibu tentang pengangkatan rahim itu, ayah sepertinya langsung sedih jadi adek belum berani cerita tentang hubungan kita, maaf yaah Ayy, "sambil ku genggam tangan papah.
"Niatnya sebelum balik ke kota adek mau mengatakan hubungan kita kepada ayah sih, "kataku.
Setelah kita mengobrol aku dan papah menonton tv sambil pelukan,
"Ayy,, adek pulang dulu yah, dah sore takut ayah nwlfon lagi, "kataku
"Besok ke sini lagi yah, kita jalan2 gimana, "
"Emang Ayy kapan balik ke kotanya,? "
"Bareng adek lah, kita pulang ke kota bareng, "
Aku mengambil tasku dan menuju pintu, saat akan keluar papah juga mau ikut keluar,tapi aku melarangnya untuk mengantarkan aku sampai loby.
"Ayy,, ngga usah nganter adek sampai bawah, cukup sampai sini aja yah, "
__ADS_1
"Kenapa adek ngga mau di anter sampai bawah,! "
"Adek takutnya ada yang kenal sama adek, dan mengira adik habis melayani om om, hehee,, "sambil tersenyum aku mengatakanya agar papah tak tersinggung.
Cetakkk...
"Aww,,, sakit tau Ayy,, "sambil ku usap jidatku yang di setil papah.
"Makanya kalau ngomong jangan sembarangan, "aku hanya tersenyum ku cium pipi papah agar tidak marah lagi.
Cup,,,
"Adek pulang dulu yah, tar kalau sampai rumah adek kabarin, "kucium tangan papah dan langsung keluar.
#######
Sesampainya di rumah, ayah sedang duduk di teras sambil membaca buku.
"Asalamua'laikum yah, "sambil ku cium tangan ayah
"Wa'alaikumsalam, langsung mandi sonoh dah sore,"kata ayah,aku pun langsung masuk ke kamarku untuk mandi.
Selesai mandi aku mengabari papah lewat chat, kalau aku sudah sampai.
Sehabis mahrib aku dan ayah makan malam bersama, selesai makan seperti biasa kita nonton tv, ini kesempatanku untuk bicara degan ayah. dan aku pun langsung mulai bicara.
"Yah,,, kalau Dinda nikah muda apa boleh,? "kataku
"Kenapa Dinda punya niatan nikah muda, apa Dinda ngga kepengin kerja dan menghasilkan uang dari hasil kerja sendiri, kalau Dinda nikah muda pa udah siap untuk mengabdi pada suami dan menurut pada suami Dinda, "memang benar yang ayah bicarakan, cuman aku ngga mau selalu berbuat dosa.
"Yang ayah katakan memang benar, tapi Dinda takut dosa yah,kalau Dinda menikah,insalloh Dinda sudah siap, memang dari dulu cita2 Dinda nikah muda, soal kuliah Dinda bisa tetap kuliah dan nanti kalau Dinda pengin kerja itu bisa di bicarakan nanti dengan suami Dinda, "
"Apa Dinda sudah ada calon,? "
__ADS_1