MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Kemarahan Ayah


__ADS_3

"Dinda,,,,,,! "


"Kamu tuh mikir ngga sih, dia itu bekas suami ibumu nak,,,! gimana perasaan ibumu kalau tau anaknya menikah dengan bekas suaminya,"lalu ayah berdiri, sambil mengambil henfon ayah, dan ayah langsung menelfon seseorang, dan menyuruhnya datang besok pagi. aku tidak tau siapa yang ayah telfon.


Setelah mematikan telfonya ayah berbicara lagi, "Ini bukan cinta nak, tapi mungkin ini hanya rasa nyaman,dan mungkin juga karena kalian sering bertemu membuatmu menyukainya, pikirkan kembali kasihan ibu mu, pasti dia tidak akan setuju kalau Dinda sama Pamuji,"


"Ta,,, pi Dinda bener yah, Dinda sama papah saling mencintai dan menyayangi, dan kita juga merasa nyaman menjalankan hubungan ini, "kataku


"Apa Dinda tidak memikirkan perasaan ibu, juga perasaan ayah, Dinda tau perasaan ayah saat ini seperti apa.rasanya sakit istri yang ayah masih sangat di cintai telah menikah dan bercerai lagi, itu sudah membuat ayah sangat terluka, tapi kenapa malah justru orang yang bercerai dengan ibumu justru ingin menikah denganmu juga, petasaan ayah sekarang sangat dan sangat hancur, "kata ayah lalu mengusap mukanya dengan kasar.


"Ayah membesarkan Dinda untuk jadi anak yang pintar dan berbakti ke pada orang tua, kalau Dinda sayang sama ayah dan ibu, tinggalkan dia, karena ayah tidak akan merestui kalian,! "


Air mataku mengalir begitu saja, sedang ayah langsung masuk kamar dan menutup pintu kamarnya dengan kencang.


Brakkk......


Aku masih saja menangis, kenapa harus begini, aku baru merasakan yang namanya jatuh cinta dan nyaman bersama seorang pria, tapi kenapa harus langsung mendapatkan cobaan yang sangat berat.

__ADS_1


Aku masuk kamar, dan saat aku lihat henfonku aku melihat ada 5 panggilan masuk, ternyata papah menelfonku dan dia juga mengirim pesan.


**Dek,,, apa ayahmu sudah tau tentang hubungan kita, tadi ayahmu menelfonku,besok aku di suruh ke rumah.


Adek,,, adek ngga papa kan, kenapa ngga angkat telfonku dek, jangan buat aku kuatir sayangg**,,,


Aku ahirnya membalas pesan papah


"Iya Ayy, ayah sudah tau tentang hubungan kita, ayah marah sekali dengan adek, dan menyuruh kita untuk berpisah, adek bingung Ayy, semoga besok akan ada jalan tentang masalah ini,"


Saat pagi datang aku seperti biasa memasak untuk sarapan, karena hari ini hari libur jadi aku bisa sedikit santai membuat sarapan.


"Masak apa Din,,, "tiba2 dari arah pintu belakang bibi memanggilku,


"Eh,, bi ngagetin aja sih, nih Dinda lagi masak mi goreng untuk sarapan, tumben pagi2 gini bibi kesini, "soalnya bibi kalau pagi sibuk ngurus suami juga rumahnya kalau main ke rumahku biasanya siang.


"Semalem bibi dengar kaka sepertinya sedang memarahin kamu, ada apa sih ini juga mata kamu bengkak abis nangis kan, "aku hanya menundukan mukaku.

__ADS_1


"Cerita sama bibi, siapa tau bibi bisa bantu hemmm, "kata bibi sambil mengusap rambutku.


Aku hanya menggelengkan kepalaku, "Dinda yang salah bi, Dinda membut ayah kecewa sehingga ayah marah, "


"Yang sabar yah, selesaikan dengan kepala dingin, Dinda jangan ikut terbawa emosi, karena tidak baik sebagai anak melawan orang tua, "aku hanya menganggukan kepala.


Setelah bibi pergi aku mengetuk kamar ayah,untuk mengajaknya sarapan, cukup lama aku berdiri di depan kamar ayah, membujuknya untuk sarapan, ahirnya ayah keluar juga.


Tidak ada obrolan seperti biasa, saat kita sarapan hanya ada suara sendok yang berbunyi. ayah tidak sedikitpun bersuara hanya aku yang selalu mengajaknya bicara.


Selesai makan, aku membereskan meja dan juga mencuci piring yang kotor. saat aku sedang mengelap piring, tiba tiba terdengar suara orang yang seperti terjatoh mengenai lemari yang ada di ruang depan.


Brakk,,,,


Aku langsung lari menuju ruang depan dan ternyata.....


"Ayahh,,,, jangann,,,,! "

__ADS_1


__ADS_2