MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Pengin Malkan Yang Pedas


__ADS_3

Saat Sore sekitar pukul 3 Aku tiba tiba ingin makan yang pedas pedas, dan Aku berfikir makan apa yang enak dan pedas, kalau rujak buah Aku ngga pengin soalnya tiap hari Aku makan buah dan kadang Mba Iis membuatkanku sambal.


Lalu Aku teringat saat Mas Agung mengajaku makan di restoran yang menjual menu dengan banyak macam sambal, Aku pun menelfon Suamiku.


📲Suamiku..


"Hallo Dek,, "


"Hallo Mas,, udah mau pulang belum,,? "


"Bentar lagi,, ini Mas sedang bicara sama tim dokter yang lainya, untuk besok oprasi kakek,, Adek pengin apa Hemmm... "


"Dinda pengin makan di restoran yang dulu Mas pernah ajak Dinda makan, yang menunya banyak macam sambalnya Mas,,, "


"Tapi Adek ngga boleh makan pedes loh,, "


"Tapi Dindaa,,, lagi pengin. kalau Mas ngga mau temenin biar Dinda pergi sendiri aja, "


"Eehhhh,,, jangan Jangan,,, iyaaa Mas temani, sekarang Mas masih kerja,, Adek di jemput supir trus ke rumah sakit dulu yah, nanti Adek dateng kemungkinan Mas udah selesai,, "


"Iya Mas,,,"


"Ya udah dulu yah,, Mas suruh supir jemput Adek dan sekarang Adek bersiap ok,, "


"Iya Suamiku sayanggg,,,, "


Setelah panggilan mati, Aku bersiap dengan mengganti baju juga sedikit memoles wajahku agar sedikit cantik, hehee..


Perutku sudah sedikit buncit, padahal baru 2 setengah bulan, mungkin karena kembar jadi sudah kelihatan. Aku memakai baju terusan dengan panjang semata kaki, dan di bagian atasnya tertutup cuman tanpa lengan, lalu selesai memoles wajahku Aku pun keluar dari kamar dan menuju kamar Akbar.


"Sayang,, sedang apa,,? "saat Aku masuk kamar Akbar dan rupanya ada Zara juga.


"Sedang menggambar Mah, sama kak Zara,, "


"Coba Mamah liat gambarnya,,, wah bagus banget,,, "sambil Aku ambil kertas yang sudah ada gambarnya.


"Sayang Mamah mau pergi dulu yah,, Dede di rumah aja ngga boleh nakal, "Akbarpun mengangguk. "Zara Kaka mau keluar tolong temenin Akbar yah,, "

__ADS_1


"Iya Kak,, Zara akan temani Akbar,, Kaka hati hati yah,, "


"Iya,, ya udah Kaka pergi dulu,, dadahhh sayang,,, "Akbar pun melambaikan tanganya, tapi sebelum pergi Aku cium pipinya dulu.


Aku keluar dari rumah, Pak supir pun sudah datang, lalu Aku masuk mobil dan Aku menuju rumah sakit.Sampai di rumah sakit Suamiku sudah menunggu di depan, karena tadi Aku menelfonya saat sudah dekat rumah sakit.


"Dah lama Mas nunggunya,, ?"Tanyaku. saat Mas Agung masuk mobil.


"Belum,, Baru 5 menitan lah,, "


"Tumben pengin makan sambel,ini yang pengin Mamahnya apa dede kembar hemm,,, "sambil mengusap perutku.


"Hehee,, dua duanya,, "kataku sambil tersenyum.


"Ini rambutnya kenapa di ikat sih Dek,, Mas ngga suka,, "sambil menarik iket rambut.


"Dinda pengin di ikat Mas,,, biar nanti makan sambalnya enak, ngga risih,,, "


"Entar ikat lagi kalau lagi makan, sekarang biar di gerai dulu aja,, "Aku pun hanya mengangguk.


Sampai di restoran kita berdua masuk dan Aku menunjuk bangku yang dulu pernaih kita duduki.


"Dinda pengin aja, ini kan tempat duduk saat kita makan disini waktu dulu Mas,,"


"Masa sih,, kok Adek ingat Mas aja ngga ingat,, "


"Mungkin faktor Usia kali,, "kataku sambil tersenyum.


"Adek,,,,, "untung Saat Mas Agung mau ngomong lagi pelayan pun datang, jadi ngga kena omel deh,, dulu kita bisa mengambil sambal sesuka kita, tapi sepertinya restorannya sudah di ubah, karena sekarang ada banyak pelayanya, mungkin ini restoran sudah makin maju,, dulu ngga banyak pelayan dan mengambil prasmanan.


Setelah pesan makanan dan juga bermacam sambal, kita pun menunggunya.


"Mas gimana kakek,,kapan di orasinya,,? "


"Kepetusanya besok,, tadinya mau entar malam tapi darah kakek rendah, jadi diputuskan besok aja,, "Aku pun mengangguk.


Makanan pun datang,Aku sangan bersemangat saat melihat sambal.

__ADS_1


"Adekk,, ingat ngga boleh banyak banyak makan sambelnya,, "sambil Suamiku berdiri mendekatiku dan mengikat kan rambutku. Aku pun tersenyum dan trimakasih.


"Iya Masss,, Dinda ngerti,, "kita pun makan bersama. rasa sambalnya masih sama kaya dulu sangat enak dan pedas.


Saat kita sedang makan tiba tiba ada yang menyapa Mas Agung.


"Dokter Agung yah,,, "katanya. seorang wanita yang cukup cantik.


"Iya,,, maaf anda siapa yah,, "kata Suamiku.


"Saya pasen Dokter Agung, yang kemaren habis oprasi kista,, "katanya.


"Oh,, tapi maaf Saya lupa,,"jawab Suamiku,tapi wanita itu justru duduk di depan kita.


"Saya Susi yang Dokter Agung oprasti kista. waktu itu kan Dokter bilang kalau Susi suruh berobat jalan, tapi saat Susi kemarin ke rumah sakit untuk berobat kok bukan Dokter Agung yang tanganin sih,, Susi jadi malas deh,, "kata perempuan itu, Aku mendengarnya jadi tak berselera makan.


"Maaf Mba Susi,, memang kalau untuk masalah berobat jalan itu bukan urusan saya, kalau Saya cuman bagian oprasi saja,,,"


"Oh gitu,, tapi kalau Saya maunya sama Dokter Agung gimana, bisa ngga yah soal biaya bagi saya ngga masalah asal Dokter Agung yang tangani Saya selama berobat jalan,, "


Mataku langsung menatap tajam ke arah suamiku, awas saja kalau suamiku mau.


"Maaf Mba Susi,,Saya tetap tidak bisa karena itu sudah bukan tugas Saya,, "


Aku yang sudah tak berselera makan, langsung berdiri.


"Adek mau kemana,, "tanya suamiku saat Aku akan jalan.


"Mau cuci tangan, Dinda sudah ngga ***** makan,, udah mual,,, "sambil mengusap perutku.


"Itu adek Dokter Agung,,? "tanya Susi. saat Aku sudah pergi.


"Bukan,, dia Istri Saya,,, "wanita itu langsung kaget.


"Serius,,, kok muda banget,, dan sepertinya sedang hamil,? "


"Iya,,, Istri Saya memang sedang hamil,, "

__ADS_1


**Maaf kalau ada typo,,


Jangan lupa untuk like komen dan votenua ya kak,,, trimakasih**...


__ADS_2